jump to navigation

Metamorfosis Kehidupan Mei 30, 2009

Posted by nickafdhal in Dunia Pribadi Fadhly.
add a comment


Dahulu ‘ku tak tahu jika mentauhidkanNya itu yang terutama
Namun kini ‘ku t’lah yakin jika ‘ku mencampakkanNya, ‘ku kan binasa

Dahulu ‘ku tak tahu jika utusanNya itu makhluk mulia
Namun kini ku t’lah yakin jika ku tak menapaki jejaknya, ‘ku kan terhina

Dahulu, ‘ku pun tak tahu jika agama ini menjadi kunci segalanya
Namun, kini ‘ku t’lah dapat mereguk nikmat iman di atas jalan rasulNya

Betapa dulu ‘ku bergelimang dalam masa muda yang tak berasa
Masa muda yang penuh jumawa namun sejatinya hampa

Betapa dulu ‘ku sibuk berdendang tanpa ada yang hendak ‘ku pandang
Hari-hariku jauh dari cahaya kasihNya

Insan mana yang hendak kembali dalam lorong yang sunyi
Yang tak berlentera juga tak berpendar darinya cahaya

Ku tak lagi inginkan qalbuku mati
Yang tak terpatri, sepi dari Sang Maha Suci

Seminar yang Mengecewakan Mei 22, 2009

Posted by nickafdhal in Dunia Kuliah, Dunia Pribadi Fadhly.
9 comments

Ungkapan kekecewaan saya terhadap penyelenggaraan seminar yang sebelumnya saya paparkan dalam artikel ini, saya anggap telah selesai dengan adanya permohonan maaf secara tertulis dari Bapak Dr. Edi Sukur (dan Bapak Warsito MEng) dalam komentar beliau di bawah ini.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan peserta seminar seperti yang ditulis di atas. Sebetulnya ini bukan salah panitia, tapi kesalahan kami semata.

Hari kamis kami sudah menghubungi panitia agar kami tidak pergi ke tempat acara karena ada hal mendesak yang harus kami kerjakan di Jakarta pada hari Jumat dan Ahad, tetapi karena ternyata tidak bisa diganti lagi, kami tetap memaksakan diri untuk datang. Awalnya kami akan naik kereta malam sehingga subuh sudah sampai di Jogjakarta, tetapi dari sisi waktu tidak memungkinkan karena urusan di Jakarta belum selesai. Akhirnya kami baru bisa berangkat dari Jakarta jam 11 malam. Kami berharap perjalanan dapat lancar –seperti perjalanan seminggu sebelumnya ke Solo– sehingga dalam pagi sudah bisa sampai di lokasi acara. Akan tetapi keberuntungan tidak berpihak ke kami, karena selepas keluar tol Cikampek antrian macet yang disebabkan perbaikan jalan tidak bisa dihindari. Dengan bantuan GPS kami mencoba cari jalan alternatif, tetapi ternyata malah masuk ke tegalan-tegalan sawah yang becek dan licin. Alhamdulillah tidak terperosok ke sawah. Usaha itu ternyata tidak membuahkan hasil karena macet tetap panjang sampai Indramayu dan kami baru sampai di Jogja sekitar jam 3 sore. Seaindainya waktu bisa diputar mungkin kami memilih naik pesawat esok harinya, tetapi semua sudah terlambat.

Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidakhadiran kami di acara tepat waktu. Ini menjadi pelajaran juga buat kami untuk bisa mengatur waktu perjalanan sehingga tidak membuat kecewa banyak orang di lain hari.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

EdiSukur-Warsito

Oleh karena itu, sebagai tindakan tanggung jawab dan etika terhadap apa yang telah bapak Edi Sukur utarakan di sini, saya pun memohon maaf apabila dalam penyampaian keluhan atas kekecewaan sayaterlalu berlebihan dan di muka umum. Namun, hal ini tidaklah mengurangi kekaguman saya kepada beliau berdua sebagai salah satu ilmuwan Muslim milik bangsa Indonesia.

Terima Kasih.

Kak Seto dan Mengajari Anak Berbohong Mei 19, 2009

Posted by nickafdhal in Berita.
15 comments

kindergarten

Hari ini di halaman opini harian KOMPAS (19/05) ada tulisan Kak Seto, salah seorang tokoh pendidikan anak yang hampir dikenal semua orang karena aktivitas beliau sebagai ketua Komnas Perlindungan Anak. Tulisan yang berjudul “Mari Belajar Berbohong” itu cukup menarik perhatian saya. Di dalam tulisan tersebut Kak Seto menyebutkan bahwa sekarang anak-anak sudah diajari berbohong melalui penyelenggaraan Pemilu dan juga melalui serangkaian kecurangan dalam UN.

Pernyataan ini cukup menggelitik pikiran saya. Di dalam artikel yang tidak terlalu panjang itu Kak Seto mengkritik kebohongan para caleg ketika berkampanye, penggelebungan suara dalam pemilu, serta beragam kecurangan dalam ujian nasional yang kata beliau telah mengajarkan ketidakjujuran serta bolehnya menghalalkan segala cara guna mencapai tujuan dengan cara berbohong.

Pikiran saya melayang ke masa kecil saya, di waktu siaran TPI baru saja bisa ditangkap oleh parabola rumah kami di Pangkalpinang. Di TPI ada sebuah acara yang diasuh oleh Kak Seto. Saya lupa judulnya, tapi yang jelas di sana ada si Komo, hewan komodo yang merupakan tokoh utama acara ini, kemudian ada si Belu, bebek lucu, dan ada juga Ulil. Jangan bayangkan si Ulil ini tokoh JIL Utan Kayu, Ulil di dalam pertunjukan ini adalah seekor ulat. Semua tokoh hewan dalam acara ini bisa berbicara, berinteraksi melalui dialog-dialog lucu seperti layaknya manusia.

Komodo bisa bicara, bebek bisa bicara, ulat bisa bicara, bukankah ini sebuah kebohongan? Mana ada komodo bisa bicara? Apalagi komodo itu ternyata juga bertransformasi menjadi raksasa komodo yang bisa membuat Jakarta macet karena ikutan lewat di jalan umum sambil berkata “Weleh weleh weleh…”. Ini semua adalah KEBOHONGAN.
(lagi…)

Tes Keaslian Madu Mei 11, 2009

Posted by nickafdhal in Berita.
2 comments

madu3Saat ini banyak sekali beredar madu palsu. Namun, dengan mengerti sifat dan kandungan madu, dapat dinilai mana madu yang “asli” dan “palsu”, serta kualitas madu apakah baik atau jelek..
1. Pemalsuan JUMLAH,

dilakukan dengan menambah volume madu “asli” dengan madu “palsu”, misalkan mencampurkan gula/madu buatan yang relatif lebih murah untuk kemudian diaduk.

2. Pemalsuan MUTU,

biasanya dilakukan dengan mengubah kadar air madu yang tadinya tinggi, lalu diturunkan dengan pemanasan.

3. Pemalsuan MENYELURUH,

yakni madu yang diklaim “asli” padahal sebenarnya 100% buatan, jadi bukan madu yang nerasal dari lebah dengan komposisi aslinya. (lagi…)

Ke Mana Tulisan Saya (Menghilang) ? Mei 6, 2009

Posted by nickafdhal in Berita, Dunia Pribadi Fadhly.
add a comment

chp_adv_essay2Sudah lebih dari sebulan saya tak kunjung menggerakkan jari-jari lentik (kalau boleh dikatakan lentik) di atas keyboard untuk menuangkan ide-ide yang berkeliaran di benak saya ini. Saya kembali berpikir, toh kesibukan saya tak terlalu padat, semangat pun masih terjaga, dan ada banyak kisah yang selayaknya bisa saya ketengahkan sebagai sebuah opini, pembelajaran, dan mengandung sedikit nilai untuk direnungkan (setidaknya menurut saya pribadi). Menulis memang sudah menjadi sebuah kebiasaan yang “addicting” bagi diri saya. Olehnya saya belajar membuka pikiran, melatih kedewasaan berpikir, dan mencoba memberikan sesuatu yang (lebih) bermanfaat bagi diri saya dan orang lain. Saya pun iri melihat blog-blog sebelah yang sudah kembali ramai dengan tulisan-tulisan mereka yang inovatif dan inspiratif. Entah karena terpukau dengan tulisan-tulisan di blog-blog lain, sehingga saya sendiri lalai dengan tulisan di blog saya sendiri dan minim karya sendiri yang “layak” diketengahkan ke hadapan orang banyak.

Menulis kisah, opini, dan nasehat yang seringkali saya tampilkan di blog ini merupakan kesukaan saya di mana melalui tuisan yang saya hadirkan iulah saya mampu menuangkan kegusaran saya terhadap beberapa kejadian yang saya alami di kehidupan ini. Tak hanya itu, dan menulis pun tak harus egois dengan ide pribadi yang diangklat, namun juga harus memikirkan perasaan dan reaksi orang lain yang akan membacanya. Tulisan yang dipampang di sebuah blog merupakan cermin pikiran sang penulis itu sendiri, seberapa baik dirnya menuangkan kematangan berpikirnya dalam tulisan yang dibuat.Dan yang menjadi salah satu yang terpenting adalah belajar kepada orang lain. Saya seringkali berkunjung ke blog-blog yang saya anggap berkualitas dan membaca tulisan-tulisan sang pemilik blog yang inspiratif, menggugah semnagat untuk bagkit dan menciptakan new spirit. Tak ayal itu semua melatih saya untuk lebih matang dalam “berkarya” dalam tulisan saya.

Tulisan yang baik, bagi saya tidak melulu berasal dari seseorang yang sudah populer sebagai penulis handal dengan pilihan kata yang indah dan isi yang padat nan ilmiah. Namun, tulisan yang baik pun dapat muncul dari seseorang yang biasa-biasa saja, tanpa bekal pengalaman sebelumnya. Point yang diinginkan dari sebuah tulisan adalah sejauh mana pembaca tulisan itu mampu menyerap isi dari kalimat-kalimat yang ada dan mengambil manfaat darinya kendati tulisan itu adalah tulisan yang pendek. Kesederhanaan penulis dalam menuangkan ide dan pikiran yang tertanam dengan kuat dalam tulisannya menumbuhkan spirit baru bagi pembaca agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki setiap orang di tengah krisis percaya diri yang melanda banyak orang.Kegigihan dan kejelian kita mengubah suatu kesederhanaan dan bahkan kelemahan atau kekurangan, menjadi sebuah kekuatan adalah kunci keberhasilan.

(lagi…)