Seminar yang Mengecewakan Mei 22, 2009
Posted by nickafdhal in Dunia Kuliah, Dunia Pribadi Fadhly.trackback
Ungkapan kekecewaan saya terhadap penyelenggaraan seminar yang sebelumnya saya paparkan dalam artikel ini, saya anggap telah selesai dengan adanya permohonan maaf secara tertulis dari Bapak Dr. Edi Sukur (dan Bapak Warsito MEng) dalam komentar beliau di bawah ini.
-
Assalamu’alaikum wr.wb.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan peserta seminar seperti yang ditulis di atas. Sebetulnya ini bukan salah panitia, tapi kesalahan kami semata.
Hari kamis kami sudah menghubungi panitia agar kami tidak pergi ke tempat acara karena ada hal mendesak yang harus kami kerjakan di Jakarta pada hari Jumat dan Ahad, tetapi karena ternyata tidak bisa diganti lagi, kami tetap memaksakan diri untuk datang. Awalnya kami akan naik kereta malam sehingga subuh sudah sampai di Jogjakarta, tetapi dari sisi waktu tidak memungkinkan karena urusan di Jakarta belum selesai. Akhirnya kami baru bisa berangkat dari Jakarta jam 11 malam. Kami berharap perjalanan dapat lancar –seperti perjalanan seminggu sebelumnya ke Solo– sehingga dalam pagi sudah bisa sampai di lokasi acara. Akan tetapi keberuntungan tidak berpihak ke kami, karena selepas keluar tol Cikampek antrian macet yang disebabkan perbaikan jalan tidak bisa dihindari. Dengan bantuan GPS kami mencoba cari jalan alternatif, tetapi ternyata malah masuk ke tegalan-tegalan sawah yang becek dan licin. Alhamdulillah tidak terperosok ke sawah. Usaha itu ternyata tidak membuahkan hasil karena macet tetap panjang sampai Indramayu dan kami baru sampai di Jogja sekitar jam 3 sore. Seaindainya waktu bisa diputar mungkin kami memilih naik pesawat esok harinya, tetapi semua sudah terlambat.
Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidakhadiran kami di acara tepat waktu. Ini menjadi pelajaran juga buat kami untuk bisa mengatur waktu perjalanan sehingga tidak membuat kecewa banyak orang di lain hari.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
EdiSukur-Warsito
Oleh karena itu, sebagai tindakan tanggung jawab dan etika terhadap apa yang telah bapak Edi Sukur utarakan di sini, saya pun memohon maaf apabila dalam penyampaian keluhan atas kekecewaan sayaterlalu berlebihan dan di muka umum. Namun, hal ini tidaklah mengurangi kekaguman saya kepada beliau berdua sebagai salah satu ilmuwan Muslim milik bangsa Indonesia.
Terima Kasih.














Seorang Fadli masih “doyan” taruhan?
Astaghfirullah……..
Kau ke manakan materi2 yang kau peroleh dari kajian – kajian yang kau ikuti selama ini???
Ilmu itu bukan sebagai hiasan akal semata, tapi sebagai panduan amal!!
Assalamualaikum..
duh kasian baget,,ya q juga klo kya gtu pasti kecewa abizzzzzzzzzzzzzz..
Tapi y diambil hikmahnya saja..
Alloh menciptakan sesuatu tidak ada yang sia2……..
apa ga rugi ya neraktir mie ayamnya?dan apa ga untung yg dtraktir?
sudah jatuh, tertimpa tangga lagi!!!!!!
KECEWA pake acara taruhan
wah2,,
stuju aq dLi dengan pemaparan antum mengenai UKM di atas,,
dan acara antum itu bukanlah yang pertama kalinya yang saya tau,
dulu pernah diadakan acara T.O juga mengalami hal yang gag jauh beda dengan apa yang telah antum paparkan di atas,,
jadi apa yang antum paparkan tersebut tidak menjadikan suatu keheranan ataupun ” tanda tanya besar ” sebab hal itu sudah berkali2 terjadi,,
jadi mohon maklum dengan keadaan tersebut,,
jazk
DR. Warsito itu adalah salahsatu ilmuwan muslim dan beliau merupakan tokoh teknologi jamaah tarbiyah di Indonesia. alhamdulillah
kesabaran antum dalam menunggu adalah pahala yang luar biasa akhi…dalam jihad tholabul ilmi
ngekngok ..
selamat yaa ka fadhly dapet pengalaman yang luarr biasaa membosankanannya..
smoga lain kali dapet seminar yang jauh lebih baik dari ini deh ..
aminn ..
heeehee
Assalamu’alaikum wr.wb.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan peserta seminar seperti yang ditulis di atas. Sebetulnya ini bukan salah panitia, tapi kesalahan kami semata.
Hari kamis kami sudah menghubungi panitia agar kami tidak pergi ke tempat acara karena ada hal mendesak yang harus kami kerjakan di Jakarta pada hari Jumat dan Ahad, tetapi karena ternyata tidak bisa diganti lagi, kami tetap memaksakan diri untuk datang. Awalnya kami akan naik kereta malam sehingga subuh sudah sampai di Jogjakarta, tetapi dari sisi waktu tidak memungkinkan karena urusan di Jakarta belum selesai. Akhirnya kami baru bisa berangkat dari Jakarta jam 11 malam. Kami berharap perjalanan dapat lancar –seperti perjalanan seminggu sebelumnya ke Solo– sehingga dalam pagi sudah bisa sampai di lokasi acara. Akan tetapi keberuntungan tidak berpihak ke kami, karena selepas keluar tol Cikampek antrian macet yang disebabkan perbaikan jalan tidak bisa dihindari. Dengan bantuan GPS kami mencoba cari jalan alternatif, tetapi ternyata malah masuk ke tegalan-tegalan sawah yang becek dan licin. Alhamdulillah tidak terperosok ke sawah. Usaha itu ternyata tidak membuahkan hasil karena macet tetap panjang sampai Indramayu dan kami baru sampai di Jogja sekitar jam 3 sore. Seaindainya waktu bisa diputar mungkin kami memilih naik pesawat esok harinya, tetapi semua sudah terlambat.
Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidakhadiran kami di acara tepat waktu. Ini menjadi pelajaran juga buat kami untuk bisa mengatur waktu perjalanan sehingga tidak membuat kecewa banyak orang di lain hari.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
EdiSukur-Warsito