Aktivis Da’wah, Nasibmu Kini…… (Sepenggal Realita) Juni 25, 2009
Posted by nickafdhal in Dunia Pribadi Fadhly.trackback
Malam ini (25 Juni 2009), sebuah pesan singkat masuk ke handphone saya, yang isinya :
“SdrQ, bgtu byk ksan yg kt rsakn&lbh byk lgi psn yg ingn4W1 smpkn. Peluh kLelahn&kbrsmaan tlh mngiring kt mnuju ksmpurnaan ikhtiar.mngundang tmn2 dlm “flashback Memory PAS09″. Snn, 290609, kmpl6.302MMU,kt tour kDepok!Get free!Yg pny mtor dbw y,klo g bs jg,bw helm;)Wjb knfrmsi ke 08172822175_SC_”
(Dari +628562854061)
Artinya: “Saudaraku, begitu banyak kesan yang kita rasakan, dan lebih banyak lagi pesan yang ingin ALLAH sampaikan. Peluh kelelahan dan kebersamaan telah mengiring kita menuju kesempurnaan ikhtiar. Mengundang teman-teman dalam “Flashback Memory PAS 2009″. Senin, 29 Juni 2009, kumpul di Mushola MIPA Utara, kita tour ke (Pantai) Depok! Get Free ! yang punya motor dibawa ya, kalau gak bisa juga, bawa helm:) Wajib konfirmasi ke 08172822175 SC (Steering Commitee)
Saya pun membalas SMS tersebut: “Afwan, apa nanti ikhwan dan akhwat semuanya akan ikut?”
Nomor tersebut membalas: “Insya ALLAH y”
Dan saya balik menimpali: “Kalau begitu, saya tidak ikut, hanya nambah dosa, ikhtilath. Akan lebih baik jika akhwat tidak perlu ikut”
Nomor tersebut membalas: “Sampaikan langsung ke SC yah”
Dan saya pun tidak habis pikir, kumpulan orang-orang muda yang menamakan diri Keluarga Muslim Fakultas MIPA UGM akan mengadakan Tour ke Pantai Depok, dan pesertanya adalah laki-laki dan perempuan bercampuran, tanpa hijab ? Laa hawlaa Walaa Quwwata Illaa Billaah
Kalaupun tidak bercampur, apakah pantas akhwat-akhwat itu dibiarkan lepas diterpa angin pantai kiri kanan, depan belakang? Apakah pantas mereka tertawa ria di pantai di tengah kerumunan orang?
Pikir saya, apa di kajian-kajian mereka, tak diajari hal itu? Allaahul Musta’an.
Sebuah musibah jika kemaksiatan dianggap sebuah kebaikan, dan sungguh sebuah musibah berikutnya adalah ketika kemaksiatan itu dilakukan oleh orang-orang yang mengatasnamakan penyeru-penyeru kebaikan.














menurut saya ga masalah klo ikhwan-akhwat mo rihlah, asal kegiatannya memang bukan untuk yang nggak-nggak. aturan2 jg perlu untuk dijaga.
itu dicek dulu, acaranya mw gmn.. gitu.. siapa tau memang nggak ikhtilath, ikhwan-akhwat berangkatnya sndiri2, trs disana pas acara pake hijab. sprti ini, sgt mungkin bukan?