Kini, Kakakku Seorang Salafi ! Oktober 22, 2009
Posted by nickafdhal in Dunia Islam, Dunia Pribadi Fadhly.Tags: salafy, salafi, ahlussunnah, muslim, nizar, ngaji, jakarta, i'tisham, muhammad, zulmi, da'wah, dakwah, hidayah, brebes, kakak, adik
4 comments
Aku terlahir dari seorang ibu yang memiliki lima orang anak. Dua lelaki dan tiga perempuan. Kakak laki-lakiku bernama Muhammad Nizar Zulmi. Aku biasa memanggilnya Mas Nizar. Dia masih tergolong muda dan usianya terpaut 3 tahun lebih tua dariku. Semenjak ayah meninggal dunia sebelas tahun silam, kakakku menjadi lelaki tertua di keluarga dan kami adalah dua orang laki-laki di antara empat perempuan di keluarga. Banyak orang mengatakan bahwa wajah kami amat mirip, sehingga terkadang orang akan langsung mengetahui tahu bahwa kami berdua adalah kakak beradik hanya dari sekilas pandangan mata. Kami berdua sangat akrab sejak kecil. Dia menjagaku semenjak kami berdua sama-sama duduk di bangku sekolah dasar hingga sekarang. Nampaknya, amatlah pantas jika kakakku ini adalah salah satu sosok yang amat berjasa dan berpengaruh sepanjang hidupku kini.
Kakakku melewati masa mudanya seperti pemuda lain pada umumnya, akan tetapi pergaulannya masih dalam batas kewajaran. Jika banyak teman-temannya yang gemar merokok, maka kakakku justru antipati dengan barang terlaknat tersebut. Mungkin memang sejak kecil kami diajarkan bahwa hal-hal yang berbau hura-hura ala pergaulan pemuda adalah sesuatu yang buruk, maka kami berdua tumbuh sebagai pemuda yang baik-baik yang senantiasa dituntut menjaga nama baik keluarga. Karena kami tahu bahwa ibunda kami telah sendirian membesarkan kelima anaknya dengan peluh dan air mata kasih sayang. (lagi…)
Sepenggal Hikmah dari Koh I Lei (Muallaf Tiong Hoa) Bagian 2 September 15, 2009
Posted by nickafdhal in Dunia Islam, Dunia Pribadi Fadhly.add a comment
Proses Awal Menjadi Seorang Muslim
Di awal-awal waktu masuk Islamnya Koh I Lei, beliau pun menyempatkan diri untuk umrah ke Tanah Suci bersama keluarga sahabatnya. Karena belum begitu banyak mengerti tentang tata cara ibadah dan juga beliau terkendala kemampuannya untuk membaca tulisan-tulisan dalam huruf arab, maka Koh I Lei pun melaksanakan rangkaian ibadah umrah dengan hanya membaca do’a sapu jagad dan Istighfar saat thawaf mengelilingi ka’bah.
Ada kejadian yang bisa dikatakan ajaib dan semata-mata keutamaan yang diberikan oleh ALLAH, yakni pada saat Koh I Lei berpisah dengan sahabatnya yang sedang sakit di Masjidil Haram, padahal sesungguhnya keduanya duduk di satu tempat dekat tiang masjid, namun Wallaahu A’lam, keduanya tak bertemu pandang satu sama lain dalam waktu yang lama dan saling mencari, hingga akhirnya Koh I Lei pergi menuju sumur zam-zam dan membasuhkan airnya ke kedua matanya, dan Koh I Lei kembali ke tempatnya di dekat masjid dan seketika itu juga Koh I Lei mendapati sahabatnya yang duduk dari sejak lama di dekat masjid dan keduanya saling keheranan karena kebingungan setalah lama saling mencari. Bagi Koh I Lei ini adlah sebuah mukjizt air zam-zam yang dibasuh ke kedua matanya. (lagi…)
Sepenggal Hikmah dari Koh I Lei ( Muallaf Tiong Hoa ) September 15, 2009
Posted by nickafdhal in Dunia Islam, Dunia Pribadi Fadhly.2 comments
Pendahuluan
Sudah lama kiranya saya tidak menulis sebuah catatan untuk dimuat di blog kesayangan saya ini. Kaku rasanya jari ini untuk menari di atas tuts komputer. Dan akhirnya pada kesempatan kali inilah saya diberi kelonggaran oleh ALLAH untuk sedikit berbagi kisah dan faidah yang kiranya dapat bermanfaat bagi diri saya pribadi dan para pembaca semuanya.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi kisah tentang perjalanan hidup seorang insan dalam mencari petunjuk jalan hidupnya menuju kedamaian hati, ketenangan jiwa dan jalan keselamatan, berupa jalan Islam. Kisah ini saya dapat saat saya mengikuti pengajian rutin yang diadakan oleh Persatuan Islam Tiong Hoa Indonesia (PITI) pada dua hari yang lalu (13 September 2009) di Masjid Kampus UGM,. Awalnya saya sama sekali tidak bermaksud mengikuti pengajian tersebut, karena saya hanya berniat untuk shalat Ashar di maskam (akronim dari masjid Kampus).
Selepas saya melaksanakan shalat, seorang laki-laki yang nampaknya bertidak sebagai pembawa acara pengajian segera duduk di meja yang sudah tertata di depan posisi Imam. Laki-laki tersebut mengumumkan bahwa sebentar lagi akan diadakan pengajian rutin dari PITI, yang akan disampaikan oleh Bapak Koh Ilei (Kosasih Setiadi), seorang warga keturunan Tiong Hoa yang telah memeluk Islam yang akan mengisahkan perjalanan hidup beliau dalam menemukan hidayah keislaman. Saya pun akhirnya tertarik dan penasaran dengan apa yang akan menjadi topik bahasan pengajian tersebut. (lagi…)
Aku Rindu Daurah Itu ! Juli 10, 2009
Posted by nickafdhal in Dunia Pribadi Fadhly.2 comments
Semenjak empat tahun yang lalu, aku mulai mengenal da’wah salafiyyah. Awalnya aku pun ragu apakah ini da’wah Islam yang sebenar-benarnya. Namun, setelah kuikuti waktu demi waktu, akhirnya aku pun menemukan bahwa tidaklah ada dalam da’wah ini melainkan kebaikan. Ya, kebaikan disebabkan oleh adanya sikap tunduk terhadap aturan ALLAH Azza wa Jalla dan RasulNya. Sikap menanggalkan segala dorongan pribadi untuk kemudian dialihakan kepada sikap mengikuti jejak sunnah Rasulullah dan para pendahulu-pendahuluku dalam agama ini yang shalih. Oleh karena itulah, semenjak saat itu hingga sekarang, tak hentinya aku bersyukur jika saat ini ALLAH masih menapaki jalan Islam yang haq, yang tidak ada cacat di dalamnya. Sungguh aku merasakan, betapa ALLAH memuliakan hambaNya dengan ilmu agama ini.
Dikala dahulu aku lebih tertarik dengan lagu dan musik-musik, ALLAH gantikan dia dengan lantunan ayat-ayatNya. Dikala dahulu aku lebih tertarik dengan tempat-tempat kesenangan, maka semoga kini ALLAH tautkan hati dan ragaku dengan masjid dan majelis-majelis ilmu. Maka sudah sepatutnya bagiku untuk menjaga agar nikmat-nikmat ALLAH itu tak hilang dariku setelah beberapa tahun berlalu. Aku harus senantiasa bersemangat untuk mempelajari ilmu agama, semampu yang aku bisa. Kalaupun aku tak bisa berdalam-dalam untuknya, maka biarkanlah aku mencarinya walaupun sedikit. (lagi…)
Aktivis Da’wah, Nasibmu Kini…… (Sepenggal Realita) Juni 25, 2009
Posted by nickafdhal in Dunia Pribadi Fadhly.1 comment so far
Malam ini (25 Juni 2009), sebuah pesan singkat masuk ke handphone saya, yang isinya :
“SdrQ, bgtu byk ksan yg kt rsakn&lbh byk lgi psn yg ingn4W1 smpkn. Peluh kLelahn&kbrsmaan tlh mngiring kt mnuju ksmpurnaan ikhtiar.mngundang tmn2 dlm “flashback Memory PAS09″. Snn, 290609, kmpl6.302MMU,kt tour kDepok!Get free!Yg pny mtor dbw y,klo g bs jg,bw helm;)Wjb knfrmsi ke 08172822175_SC_”
(Dari +628562854061)
Artinya: “Saudaraku, begitu banyak kesan yang kita rasakan, dan lebih banyak lagi pesan yang ingin ALLAH sampaikan. Peluh kelelahan dan kebersamaan telah mengiring kita menuju kesempurnaan ikhtiar. Mengundang teman-teman dalam “Flashback Memory PAS 2009″. Senin, 29 Juni 2009, kumpul di Mushola MIPA Utara, kita tour ke (Pantai) Depok! Get Free ! yang punya motor dibawa ya, kalau gak bisa juga, bawa helm:) Wajib konfirmasi ke 08172822175 SC (Steering Commitee)
Saya pun membalas SMS tersebut: “Afwan, apa nanti ikhwan dan akhwat semuanya akan ikut?”
Nomor tersebut membalas: “Insya ALLAH y”
Dan saya balik menimpali: “Kalau begitu, saya tidak ikut, hanya nambah dosa, ikhtilath. Akan lebih baik jika akhwat tidak perlu ikut”
Nomor tersebut membalas: “Sampaikan langsung ke SC yah”
Dan saya pun tidak habis pikir, kumpulan orang-orang muda yang menamakan diri Keluarga Muslim Fakultas MIPA UGM akan mengadakan Tour ke Pantai Depok, dan pesertanya adalah laki-laki dan perempuan bercampuran, tanpa hijab ? Laa hawlaa Walaa Quwwata Illaa Billaah
Kalaupun tidak bercampur, apakah pantas akhwat-akhwat itu dibiarkan lepas diterpa angin pantai kiri kanan, depan belakang? Apakah pantas mereka tertawa ria di pantai di tengah kerumunan orang?
Pikir saya, apa di kajian-kajian mereka, tak diajari hal itu? Allaahul Musta’an.
Sebuah musibah jika kemaksiatan dianggap sebuah kebaikan, dan sungguh sebuah musibah berikutnya adalah ketika kemaksiatan itu dilakukan oleh orang-orang yang mengatasnamakan penyeru-penyeru kebaikan.
Potret Buram Ujian Nasional SMA Juni 9, 2009
Posted by nickafdhal in Berita, Dunia Pribadi Fadhly.8 comments
Kemarin saya membaca sebuah artikel di Harian KOMPAS, 8 Juni 2009 di halaman pertama kolom bawah. Di sana dikisahkan tentang seorang siswa di SMA Negeri 2 Ngawi yang duduk di kelas 3, yang harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya dan teman-temannya satu sekolah tidak lulus Ujian Akhir Nasional. Padahal, cita-citanya telah menggantung tinggi. Perjalanan selama 3 tahun duduk di bangku SMA harus berakhir dengan linangan air mata penyesalan dan kesedihan karena mereka semua tidak lulus ujian akhir nasional. Angan-angan mereka selepas SMA pun kandas di ujung jalan.
Dikisahkan pula bahwa mereka semua “terpaksa” tidak lulus karena jawaban yang mereka isikan pada lembar jawaban tidak ada satu pun yang benar, alias salah semua. Mengapa ini bisa terjadi pada sekitar dua ratusan siswa dalam satu sekolah? Ternyata, pihak sekolah dan seluruh siswa mendapatkan kunci jawaban palsu yang disebar secara serentak melalui pesan singkat sehingga menyebabkan mereka semua tidak lulus ujian nasional. Mereka tidak sendirian, kasus serupa juga menimpa dua SMA di Kabupaten Cimahi, Jawa Barat, yang seluruh siswanya tidak lulus ujian nasional. (lagi…)
Metamorfosis Kehidupan Mei 30, 2009
Posted by nickafdhal in Dunia Pribadi Fadhly.add a comment
Dahulu ‘ku tak tahu jika mentauhidkanNya itu yang terutama
Namun kini ‘ku t’lah yakin jika ‘ku mencampakkanNya, ‘ku kan binasa
Dahulu ‘ku tak tahu jika utusanNya itu makhluk mulia
Namun kini ku t’lah yakin jika ku tak menapaki jejaknya, ‘ku kan terhina
Dahulu, ‘ku pun tak tahu jika agama ini menjadi kunci segalanya
Namun, kini ‘ku t’lah dapat mereguk nikmat iman di atas jalan rasulNya
Betapa dulu ‘ku bergelimang dalam masa muda yang tak berasa
Masa muda yang penuh jumawa namun sejatinya hampa
Betapa dulu ‘ku sibuk berdendang tanpa ada yang hendak ‘ku pandang
Hari-hariku jauh dari cahaya kasihNya
Insan mana yang hendak kembali dalam lorong yang sunyi
Yang tak berlentera juga tak berpendar darinya cahaya
Ku tak lagi inginkan qalbuku mati
Yang tak terpatri, sepi dari Sang Maha Suci
Seminar yang Mengecewakan Mei 22, 2009
Posted by nickafdhal in Dunia Kuliah, Dunia Pribadi Fadhly.9 comments
Ungkapan kekecewaan saya terhadap penyelenggaraan seminar yang sebelumnya saya paparkan dalam artikel ini, saya anggap telah selesai dengan adanya permohonan maaf secara tertulis dari Bapak Dr. Edi Sukur (dan Bapak Warsito MEng) dalam komentar beliau di bawah ini.
-
Assalamu’alaikum wr.wb.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan peserta seminar seperti yang ditulis di atas. Sebetulnya ini bukan salah panitia, tapi kesalahan kami semata.
Hari kamis kami sudah menghubungi panitia agar kami tidak pergi ke tempat acara karena ada hal mendesak yang harus kami kerjakan di Jakarta pada hari Jumat dan Ahad, tetapi karena ternyata tidak bisa diganti lagi, kami tetap memaksakan diri untuk datang. Awalnya kami akan naik kereta malam sehingga subuh sudah sampai di Jogjakarta, tetapi dari sisi waktu tidak memungkinkan karena urusan di Jakarta belum selesai. Akhirnya kami baru bisa berangkat dari Jakarta jam 11 malam. Kami berharap perjalanan dapat lancar –seperti perjalanan seminggu sebelumnya ke Solo– sehingga dalam pagi sudah bisa sampai di lokasi acara. Akan tetapi keberuntungan tidak berpihak ke kami, karena selepas keluar tol Cikampek antrian macet yang disebabkan perbaikan jalan tidak bisa dihindari. Dengan bantuan GPS kami mencoba cari jalan alternatif, tetapi ternyata malah masuk ke tegalan-tegalan sawah yang becek dan licin. Alhamdulillah tidak terperosok ke sawah. Usaha itu ternyata tidak membuahkan hasil karena macet tetap panjang sampai Indramayu dan kami baru sampai di Jogja sekitar jam 3 sore. Seaindainya waktu bisa diputar mungkin kami memilih naik pesawat esok harinya, tetapi semua sudah terlambat.
Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidakhadiran kami di acara tepat waktu. Ini menjadi pelajaran juga buat kami untuk bisa mengatur waktu perjalanan sehingga tidak membuat kecewa banyak orang di lain hari.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
EdiSukur-Warsito
Oleh karena itu, sebagai tindakan tanggung jawab dan etika terhadap apa yang telah bapak Edi Sukur utarakan di sini, saya pun memohon maaf apabila dalam penyampaian keluhan atas kekecewaan sayaterlalu berlebihan dan di muka umum. Namun, hal ini tidaklah mengurangi kekaguman saya kepada beliau berdua sebagai salah satu ilmuwan Muslim milik bangsa Indonesia.
Terima Kasih.
Ke Mana Tulisan Saya (Menghilang) ? Mei 6, 2009
Posted by nickafdhal in Berita, Dunia Pribadi Fadhly.add a comment
Sudah lebih dari sebulan saya tak kunjung menggerakkan jari-jari lentik (kalau boleh dikatakan lentik) di atas keyboard untuk menuangkan ide-ide yang berkeliaran di benak saya ini. Saya kembali berpikir, toh kesibukan saya tak terlalu padat, semangat pun masih terjaga, dan ada banyak kisah yang selayaknya bisa saya ketengahkan sebagai sebuah opini, pembelajaran, dan mengandung sedikit nilai untuk direnungkan (setidaknya menurut saya pribadi). Menulis memang sudah menjadi sebuah kebiasaan yang “addicting” bagi diri saya. Olehnya saya belajar membuka pikiran, melatih kedewasaan berpikir, dan mencoba memberikan sesuatu yang (lebih) bermanfaat bagi diri saya dan orang lain. Saya pun iri melihat blog-blog sebelah yang sudah kembali ramai dengan tulisan-tulisan mereka yang inovatif dan inspiratif. Entah karena terpukau dengan tulisan-tulisan di blog-blog lain, sehingga saya sendiri lalai dengan tulisan di blog saya sendiri dan minim karya sendiri yang “layak” diketengahkan ke hadapan orang banyak.
Menulis kisah, opini, dan nasehat yang seringkali saya tampilkan di blog ini merupakan kesukaan saya di mana melalui tuisan yang saya hadirkan iulah saya mampu menuangkan kegusaran saya terhadap beberapa kejadian yang saya alami di kehidupan ini. Tak hanya itu, dan menulis pun tak harus egois dengan ide pribadi yang diangklat, namun juga harus memikirkan perasaan dan reaksi orang lain yang akan membacanya. Tulisan yang dipampang di sebuah blog merupakan cermin pikiran sang penulis itu sendiri, seberapa baik dirnya menuangkan kematangan berpikirnya dalam tulisan yang dibuat.Dan yang menjadi salah satu yang terpenting adalah belajar kepada orang lain. Saya seringkali berkunjung ke blog-blog yang saya anggap berkualitas dan membaca tulisan-tulisan sang pemilik blog yang inspiratif, menggugah semnagat untuk bagkit dan menciptakan new spirit. Tak ayal itu semua melatih saya untuk lebih matang dalam “berkarya” dalam tulisan saya.
Tulisan yang baik, bagi saya tidak melulu berasal dari seseorang yang sudah populer sebagai penulis handal dengan pilihan kata yang indah dan isi yang padat nan ilmiah. Namun, tulisan yang baik pun dapat muncul dari seseorang yang biasa-biasa saja, tanpa bekal pengalaman sebelumnya. Point yang diinginkan dari sebuah tulisan adalah sejauh mana pembaca tulisan itu mampu menyerap isi dari kalimat-kalimat yang ada dan mengambil manfaat darinya kendati tulisan itu adalah tulisan yang pendek. Kesederhanaan penulis dalam menuangkan ide dan pikiran yang tertanam dengan kuat dalam tulisannya menumbuhkan spirit baru bagi pembaca agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki setiap orang di tengah krisis percaya diri yang melanda banyak orang.Kegigihan dan kejelian kita mengubah suatu kesederhanaan dan bahkan kelemahan atau kekurangan, menjadi sebuah kekuatan adalah kunci keberhasilan.
(lagi…)
Kabar Bahagia Menjelang Pemilu Maret 18, 2009
Posted by nickafdhal in Berita, Dunia Islam, Dunia Pribadi Fadhly.Tags: aktivis, islam, partai, pemilu, taubat, tobat
6 comments
Sejak masa-masa SMA, saya mengenalnya sebagai seorang aktivis sebuah pergerakan islam dan kader salah satu partai islam di negeri ini. Hingga pada suatu siang, terjadilah obrolan singkat di dunia maya dengannya.
TMN : “Assalaamu’alaykum, Fad”
MNMF: “Wa’alaykumussalam Warahmatullah”
TMN :“Fad, aku mau minta saran dari kamu, tentang pemilu nanti, apakah aku harus memilih atau golput?”
MNMF: “Setahuku khan kamu simpatisan Partai ******** ********* khan?”
TMN : “Aku sudah tobat, Insya ALLAH”
MNMF: “Alhamdulillaah….”
Duhai.. Duhai….
Sungguh celaka kiranya sang hamba…….
Tatkala Rabbnya tak lagi mencukupkannya…..
Betapa sang kuda ‘kan lari sekehendaknya……
Saat Tuannya tak lagi ada di atasnya…..













