<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad Nikmatul Mu&#039;minin Fadly</title>
	<atom:link href="http://fadhlyoke.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fadhlyoke.wordpress.com</link>
	<description>Catatan Kehidupan &#124; Karena Berbagi Itu Membahagiakan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Dec 2011 15:05:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fadhlyoke.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Muhammad Nikmatul Mu&#039;minin Fadly</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fadhlyoke.wordpress.com/osd.xml" title="Muhammad Nikmatul Mu&#039;minin Fadly" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fadhlyoke.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Fisika Dasar dalam Mindset Bisnis Saya</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/11/01/fisika-dasar-dalam-mindset-bisnis-saya/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/11/01/fisika-dasar-dalam-mindset-bisnis-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 20:27:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Nikmatul Mu'minin Fadly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pribadi Fadhly]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=1317</guid>
		<description><![CDATA[Udah tau kan kalo saya jualan kaos? Hehehe. Nah, di suatu kelas kuliah &#8216;Metode Pengukuran Fisika&#8217;, dosen saya berkata &#8220;Itu mas Fadly, stress belajar fisika, malah sekarang jualan kaos&#8220;. Umm, saya sih senyum-senyum saja mendengar apa yang beliau sampaikan dan menjadi bahan tertawaan teman-teman di kelas. Atau ada teman saya berkata, &#8220;Kamu kan mahasiswa fisika, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1317&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/11/einstein1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1319" title="einstein1" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/11/einstein1.jpg?w=480" alt=""   /></a><a href="http://kaoskampus.com">Udah tau kan kalo saya jualan kaos?</a> Hehehe. Nah, di suatu kelas kuliah &#8216;Metode Pengukuran Fisika&#8217;, dosen saya berkata <em>&#8220;Itu mas Fadly, stress belajar fisika, malah sekarang <a href="http://kaoskampus.com">jualan kaos</a>&#8220;</em>. Umm, saya sih senyum-senyum saja mendengar apa yang beliau sampaikan dan menjadi bahan tertawaan teman-teman di kelas. Atau ada teman saya berkata, <em>&#8220;Kamu kan mahasiswa fisika, kok gak nyambung banget, malah <a href="http://kaoskampus.com">jualan kaos</a>? Ya ilmunya gak bermanfaat</em>&#8220;. Seringnya sih saya gak mau ambil pusing dengan apa yang orang lain sampaikan, utamanya asumsi-asumsi negatif tentang aktivitas saya. Selama saya senang menjalaninya, halal, dan tidak merugikan orang lain, ya sah-sah saja. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Namun belakangan, saya pun jadi ikut berpikir, <em>&#8220;Apa benar ilmu fisika yang saya pelajari di kelas itu sama sekali tidak bermanfaat jika saya terjun menjadi <a href="http://kaoskampus.com">pengusaha</a>?&#8221;</em> Let me think for a while. Halah. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya lantas mencoba merenungi perkataan dosen saya tadi. Saya bertanya dalam hati. <em>&#8220;Apakah aktivitas saya <a href="http://kaoskampus.com">berbisnis</a> itu karena saya stress belajar fisika? atau ada sebab lain?&#8221;</em>. Pertama yang harus diketahui, belajar fisika memang seringkali membuat saya stress. Seringkali.  Bukan selalu. Itu tak lain karena saya tidak terlalu suka dengan hal-hal yang abstrak. Dan Anda tahu betapa banyak hal yang abstrak dalam mata kuliah fisika?  :p (Sebenarnya bukan abstrak, hanya saja penglihatan kita belum mampu menjangkaunya. Hehehehe) Jawabannya seperti lapisan dalam Wafer Tango, yaa.. ratusaaaannnn.. lebiiih&#8230;.. :p   Dan setelah agak lama saya merenung, ahaaa.. saya temukan juga jawabnya. Dosen saya tadi tidak mutlak salah. Bukankah sudah menjadi tabiat manusia saat dirinya merasa jenuh dengan satu hal, ia akan beralih kepada hal lain? (termasuk hubungan percintaan? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> ) Umm.. jadi saya jenuh nih belajar  fisika? Kadang sih. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Lebih jauh lagi, sejak remaja (FYI, usia saya sekarang sudah 22 tahun, jadi dapat dimengerti donk kenapa saya sertakan kata &#8216;sejak&#8217; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ) saya suka dengan uang.  (Anda juga kan?) Bagi saya, ada u-a-n-g dalam kata &#8216;peluang&#8217;.  Tapi nampaknya pragmatis sekali kalau saya menjadikan uang sebagai alasan saya berbisnis. Terus apa donk?<span id="more-1317"></span></p>
<p>Jujur, saya memutuskan (halah, emangnya ini sebuah keputusan?) untuk berbisnis sendiri adalah karena saya teringat dengan hadist nabi, <em>“Tidaklah seseorang makan sesuap makanan yang lebih daripada makan dari hasil kerja tangannya sendiri</em>.” [HR. Bukhari]. Itu salah satu saja. Lebih dari itu, saya juga kepengen meringankan beban orang lain. Simple saja, orang tua saya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dan, saya percaya bahwa berbisnis sekaligus kuliah bukanlah dua hal yang bertentangan. Pintar-pintar mengatur waktu dan pikiran saja. Kapan harus fokus belajar, kapan harus mikir uang agar tetap lancar. Dan alhamdulillah, selama ini kuliah saya lancar. Indeks prestasi saya juga masih tiga koma (penting ya ini disebut?) Ya walaupun gak pinter-pinter amat, tapi saya merasa masih bisa membagi waktu dan pikiran dengan<em> fair</em>. Karena saya punya tanggung  jawab kepada orang tua untuk menyelesaikan studi, dan saya punya tanggung jawab kepada Allah untuk mengamalkan hadist RasulNya tadi. Jadi wahai pak Dosen saya, saya gak stress belajar fisika kok pak, dan &#8216;jualan kaos&#8217; adalah hobi saya, alih-alih sebuah pelarian. Bukankah pekerjaan yang paling enak adalah hobi yang dibayar? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Terjawab sudah ya alasan saya berwirausaha? Semoga sih.</p>
<p>Terus terus, saya ini kan mahasiswa fisika? Kalo saya <a href="http://kaoskampus.com">berwirausaha</a>, apa ilmu fisika saya menjadi tidak bermanfaat? Wahh.. ini pernyataan yang suudzon sekaligus menghakimi sekali. Berwirausaha atau orang menyebutnya <em>entrepreneurship</em> itu tidak melulu tentang jual beli. Saya beli ini, terus saya jual lagi dengan harga yang lebih tinggi. Wallahi bukan cuma ini. Bagi saya, ini dunia yang full of strategy. Dan sangatlah sempit jika fisika hanya diartikan dengan ilmu yang mempelajari atom-atom, elektron, benda bergerak jatuh,  integral dan terapannya,  listrik, dan hal-hal yang menurut orang lain membuat dunianya semakin ruwet? (do you think so?) Saya memandang fisika sebagai ilmu yang mempelajari tentang seluruh aspek kehidupan saya. Nyata ataupun maya. <em>All my world is about physics.</em> Saya mampu mentadabburi apa yang terjadi di sekeliling saya. Termasuk bisnis. Karena ia adalah dunia yang penuh strategi, fisika pun demikian. Di fisika, saya diajari tentang strategi mengungkap setiap fenomena menjadi sesuatu yang masuk akal dan dapat dipahami. Entah dengan <em>common sense</em> biasa, ataukah dengan bantuan persamaan-persamaan fisika. Bisnis pun demikian, bukan? Saat saya menulis ini, ada bisikan (serem amat pake istilah &#8216;bisikan&#8217; Hahaha) yang berkata, &#8220;<em>lantas, mas fadly. Bisa tolong disebutkan contoh penerapan ilmu fisika dalam dunia bisnis?&#8221; </em>Wow. Pertanyaan yang sangat cerdas dari regu A! :p Akhirnya saya pun terpaksa mengingat-ingat konsep dasar fisika yang saya pelajari untuk dikaitkan dengan praktek bisnis. Semoga bukan sesuatu yang dibuat-buat apalagi dipaksakan. Hehe.</p>
<p>Pertama, tentang mengawali bisnis. Kebanyakan orang gagal berbisnis adalah karena ia tidak mau letih berusaha. Saat menemui kegagalan di langkah pertama, ia akan mundur dan menyerah. Tapi, alhamdulillaah yah saya sudah belajar tentang konsep kinematika gerak benda di Fisika Dasar 1. Hukum Newton 1 dan 2. Sesuatu banget.  Saya juga belajar bahwa benda bergerak selalu ada gaya gesek yang menjadi rintangan suatu benda untuk bergerak. Dan kalau Anda berkenan meluangkan waktu mengingat mata pelajaran fisika di SMA, gaya gesek terbesar adalah gaya gesek statis maksimum <strong>tepat</strong> saat ia akan bergerak. Dan saat gaya yang kita keluarkan  lebih besar dari gaya gesek statis maksimum itu, benda akhirnya akan bergerak juga. Saya analogikan bisnis adalah benda tadi. Kita banyak temui rintangan di masa-masa awal berbisnis. Tidak punya modal lah, ragu dengan pangsa pasar lah, bikin gak konsen lah, rugi di awal-awal lah.  Itu semua adalah rintangan atau &#8216;gaya gesek&#8217; yang merintangi memulai bisnis. Nah sekarang, tinggal bagaimana saya mengeluarkan gaya yang besarnya lebih dari gaya gesek tadi. Pun saat sudah bergerak, masih akan ada gaya gesek karena benda bergerak bukan di atas permukaan yang licin. Dunia ini gak mulus. Selalu ada tanjakan setelah turunan. Selalu ada kerikil yang siap menghadang. <em>All you need to do is just to make sure your things keep moving. </em>Toh Sandiaga S. Uno itu pernah tiga tahun mengalami kebangkrutan di awal-awal mendirikan PT Saratoga. Lantas, apakah dia menyerah begitu saja? Gak kan? Itu karena ia yakin bahwa &#8216;benda&#8217; akan terus bergerak selama ada &#8216;gaya&#8217; yang lebih besar dari &#8216;gaya gesek&#8217; yang melawannya. Dan akhirnya Pak Sandi menjadi salah satu dari orang terkaya di Indonesia. Semoga saya menjadi Sandiaga S. Uno berikutnya. Amiiiiiiin. (huruf &#8216;i&#8217;-nya ada sejuta). <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kedua, saya pun tahu bahwa saat benda bergerak, ia harus memilih untuk mengalami percepatan ataukah perlambatan lalu berhenti. Maka yang perlu saya lakukan saat berbisnis adalah membuat bisnis saya terus mengalami percepatan. Bukan perlambatan. Percepatan dalam fisika banyak definisinya. Simpelnya, ia adalah hasil bagi antara jarak dengan kuadrat waktu. Satuannya m/s2. Artinya, dalam berbisnis, saya harus membagi jarak yang akan saya tempuh dalam waktu yang sifatnya kuadratis. Harus gerak cepat, istilahnya. Bisnis adalah tentang bertindak tepat dalam waktu yang cepat, kan? Percepatan juga bermakna hasil bagi antara gaya dengan massa. Semakin besar gaya dan semakin kecil massa benda, maka percepatan yang dihasilkan akan semakin besar. Ingat rumus <em>F = m . a</em> , kan? Saya butuh gaya yang semakin besar dan berupaya merampingkan muatan yang dibawa. Jangan sampai terlalu berat. Sehingga percepatan yang dihasilkan semakin besar.  Dengannya, semoga bisnis saya terus bergerak dan mengalami percepatan. <em>Do you get what i mean, right?</em></p>
<div id="ilikeposts">Ketiga,  saya pun teringat tentang hukum kekekalan energi mekanik. Oh iya, salah satu dosen saya menyunting istilah &#8216;kekal&#8217; ini menjadi &#8216;lestari&#8217;. Karena yang kekal hanya Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala, katanya. Hehe.  Sederhananya, dalam hukum kekekalan energi disebutkan,<strong> &#8220;tidak ada sesuatu yang hilang dengan sia-sia dan tidak ada sesuatu yang tercipta dengan percuma.&#8221;</strong> Artinya saat energi itu &#8220;hilang&#8221; ia akan berubah menjadi energi yang lain. Dan untuk menciptakan sesuatu, dibutuhkan energi pula. Dalam bisnis juga sama. Apa yang saya lakukan diupayakan menghasilkan sesuatu yang bermakna, agar tidak hilang sia-sia.  Toh bermakna di sini artinya tidak selalu materi. Bahkan jauh dari itu, pengalaman masih saja menjadi guru yang terbaik semenjak dahulu, kan? Dan rugi (contohnya) dalam berbisnis pun adalah sesuatu yang bermakna. Bukankah dari kerugian kita belajar tentang solusi kegagalan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Artinya selalu ada siklus energi. Pun juga, saya meyakini bahwa untuk menciptakan sesuatu, butuh energi. Kalau mau untuk besar, ya harus siap menanggung risiko yang besar pula. Saya berbisnis, bukan dukun pengganda uang. Untuk menciptakan keberhasilan yang besar, saya butuh energi yang besar pula. Ujung-ujungnya, agar bisnis saya tetap lestari. Seperti halnya energi. Loh kok? :p</div>
<div>Keempat,  dalam hukum termodinamika, saya pun belajar bahwa tekanan pada sebuah sistem harus diseimbangkan agar ia tetap teratur bekerja. Ya, dalam bisnis pun sama. Saya acapkali menemui tekanan dari sana-sini. Lagi-lagi yang sifatnya menghambat gerak sistem. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .  Namun, kadang-kadang tekanan ini dibutuhkan untuk menciptakan sebuah gaya atau <em>force</em>. Yang perlu saya lakukan adalah mengatur tekanan itu agar tetap seimbang dan mampu dikendalikan dengan baik. Agar sistem bisnis saya tetap berkerja. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </div>
<div>Aaaaaaaaahhhhh.. banyak sekali sih sebenernya tentang  fisika yang bisa saya terapkan dalam bisnis saya. Ntar kalo disebutin semua, malah jadi buku. Hahahaha.  Atau Anda mau menyebutkan tambahannya? Lantas jika sudah begini, apakah pantas bagi saya memisahkan ilmu fisika yang saya dapat dengan aktivitas bisnis dan menganggap ilmu yang saya dapat tidak bermanfaat dalam bisnis saya? Hehe. Enggak kan ya? Saya nulis ginian juga bukan berarti bisnis saya sudah berhasil. Jauuuh belum. Tapi saya yakin, dengan mindset yang sederhana ini saya akan terus berbisnis dan berwirausaha. Bukankah Dawud &#8216;alayhissalam makan dari keringatnya sendiri? Maka beruntunglah para wirausahawan yang juga fisikawan. Hahaha. Last but not least, mari belajar fisika agar sukses berwirausaha! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/1317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/1317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadhlyoke.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadhlyoke.wordpress.com/1317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadhlyoke.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadhlyoke.wordpress.com/1317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/1317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/1317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/1317/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1317&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/11/01/fisika-dasar-dalam-mindset-bisnis-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/11/einstein1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">einstein1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya Rindu Setahun yang Lalu</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/10/27/saya-rindu-setahun-yang-lalu/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/10/27/saya-rindu-setahun-yang-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 22:05:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Nikmatul Mu'minin Fadly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pribadi Fadhly]]></category>
		<category><![CDATA[26 oktober 2010]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[fadly]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[mbah marijan]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[relawan]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=1298</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini tanggal 26 Oktober 2011. Bagi saya, sudah setahun berlalu sejak Merapi mulai meletus di utara Jogja 2010 silam. Di jam-jam seperti ini, saya ingat masih sedang sibuk men-chat teman-teman saya di facebook untuk membantu para korban letusan. Saya juga masih ingat tentang hujan abu yang begitu tebal dari pagi hingga malam tiada henti. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1298&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini tanggal 26 Oktober 2011. Bagi saya, sudah setahun berlalu sejak Merapi mulai meletus di utara Jogja 2010 silam. Di jam-jam seperti ini, saya ingat masih sedang sibuk men-chat teman-teman saya di facebook untuk membantu para korban letusan. Saya juga masih ingat tentang hujan abu yang begitu tebal dari pagi hingga malam tiada henti. Menutup jalanan dengan lapisan debu yang beraroma khas belerang. Ketika apotek-apotek kehabisan stok masker. Pun saya masih ingat, ketika orang-orang berbondong-bondong tinggalkan Jogja karena khawatir keadaan Merapi semakin memburuk. Kala itu, saya memilih tinggal di sini. Berkawan dengan abu Merapi.</p>
<p>Hari itu saya menelepon ibu saya di rumah untuk memberi tahu bahwa saya tidak bisa pulang. Ibu waktu itu hanya berpesan, &#8220;<em>Yang penting kamu sehat di sana dan selamat&#8221;. </em>Ahh<em>, </em>pesan yang membuat buliran air mata saya jatuh tak tertahan. Sebegitu mengkhawatirkan kah? Seakan ini adalah akhir kehidupan?  Saya tak juga berhenti berpikir, &#8220;K<em>alau saya pulang seperti halnya ribuan orang lain tinggalkan Jogja, siapa yang akan membantu orang-orang di sini?&#8221; </em>Berat memang.  Tapi naluri saya berkata lain. Satu per satu kawan, saya hubungi. Di saat seperti kala itu, butuh lebih dari sekadar doa untuk membantu ringankan beban. Dari hari ke hari, saya banyak terima bantuan melalui apapun bagi korban di sini. Dari pagi hingga sore, saya masih ingat membawa uang tiga juta rupiah di saku celana untuk pergi ke Hypermart membeli sembako. Sejak hari itu hingga dua minggu setelahnya, aktivitas saya praktis berubah. Kuliah diliburkan dan Jogja ditinggal para perantaunya. Di pagi hari saya catat kebutuhan pengungsi sembari menunggu nominal yang cukup untuk belanja, di sore hari saya ke supermarket dekat kampus untuk membeli kebutuhan pengungsi dan saya antarkan seketika itu juga.</p>
<p><a href="http://fadhlyoke.wordpress.com/2010/11/14/edisi-relawan-mengapa-saya-menjadi-freelancer/" target="_blank">Saya lakukan semuanya itu sendirian.</a> Kepuasan melakukan aktivitas positif bagi orang lain sendirian rasanya melampaui apapun. Kesana kemari, sibuk mencatat posko mana yang masih kekurangan. Atau saat pada akhirnya saya hafal letak barang-barang di supermarket karena setiap hari selama dua minggu nyaris tak berhenti belanja berkardus-kardus. Saya pun pada akhirnya berkenalan dengan banyak orang yang mengabdikan dirinya untuk mereka para korban  Merapi. Juga orang-orang yang bahkan saya tidak kenal dan mereka pun tidak kenal saya, serta merta mau memberikan bantuan lewat <a href="http://www.facebook.com/groups/163483217019292/" target="_blank">aksi swadaya</a> untuk Merapi. Memang benar, Merapi kala itu membuat saya dan semua orang menjadi pribadi yang humanis.</p>
<p>Setahun yang lalu, memberi itu bukan berarti kita punya sesuatu dan orang lain tidak punya sesuatu itu. Kala itu, memberi bermakna berempati dengan apa yang pengungsi alami. Mencoba sedikit merasakan nikmatnya bersyukur dengan apa yang didapati selama ini. Nasib orang lain yang tak seberuntung kita dan membayangkan akankah kita setegar mereka jika diuji dengan musibah yang sama. Tentu tak banyak dari kita yang kehilangan sanak saudara dan kampung halaman dalam waktu bersamaan, bukan? Lebih jauh dari itu, bayang-bayang yang menyelimuti mareka tentang kehidupan nyaris pupus karena Merapi meletus. Rutinitas yang biasanya saya lakukan setelah selesai antarkan bantuan  adalah duduk di sudut barak pengungsian mengamati orang-orang dengan nasibnya masing-masing. Memang benar kata Allah, semua yang terjadi di dunia itu bukanlah sia-sia. Ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Tidak terkecuali musibah. Kesabaran, mungkin?</p>
<p>Setahun yang lalu, saya masih ingat saat <a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=451161480591" target="_blank">saya ke sebuah posko di lereng Merapi di Boyolali</a> antarkan bantuan, saya menangis sesenggukan. Ratusan orang yang ternyata belum tersentuh bantuan hanya berbekal 1 liter beras dan sekardus indomie. Atau saat saya ke posko pengungsi di Sleman melihat orang-orang tua dengan tatapan kosong akan harapan. Atau bayi-bayi yang kehabisan sarapan di Muntilan?  Semua itu mengajarkan saya arti ketulusan. Betapa saya hidup di atas kecukupan dan tidak sepantasnya mengeluh saat kekurangan. Agaknya saya kini terlalu sering menjadi manusia pelupa. Dan perlu untuk kembali mengingat saat-saat kehidupan itu juga ada saatnya menderita. Dan saya berpikir, ada kalanya musibah itu perlu datang sesekali agar saya bisa ingat nikmatnya bersyukur dan introspeksi diri.</p>
<p>Setahun yang lalu juga saya mulai sering merenung tentang makna musibah. Sebagai ujian, peringatan, atau adzab dari langit? Ujian tentu bagi orang-orang yang mengaku beriman kepada Tuhannya. Peringatan juga maknanya sebagai kesempatan untuk kembali kepada jalan Allah. Atau justru adzab karena banyaknya dosa yang telah saya lakukan di dunia ini. Apapun, kala itu saya hanya berdoa agar Allah gantikan setelah ini kebaikan-kebaikan yang banyak.</p>
<p>Ahh, saya rindu sekali suasana seperti itu. Bukan hiruk pikuk hujan abu atau letusan Merapi. Tapi rindu menjadi seseorang yang tegar di tengah musibah. Yang mampu bersyukur dan bersabar dalam waktu yang sama. Bukankah tidak ada yang lebih nikmat dibanding menjadi pribadi yang mampu bersyukur dan bersabar dalam waktu yang  sama? Saya rindu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Saya pun rindu dengan tatapan-tatapan kosong para jompo dan pecah tangis bayi-bayi di barak pengungsian yang mengajarkan saya arti ketulusan.Dan puncaknya, saya rindu menangis syukur kala berkunjung dari satu posko ke posko antarkan bantuan. Rasanya saya ingin kembali ke saat-saat di mana saya begitu sibuk perhatikan sekitar. Menjadi manusia sosial seutuhnya.</p>
<p>Kini setahun telah berlalu. Semuanya berganti dengan hari-hari penuh harapan. Harapan bagi saya dan harapan bagi para korban Merapi yang sampai saat ini masih berjuang merajut kehidupan yang baru. Yang terjadi setahun yang lalu sepantasnya menjadikan kita pribadi yang bijak dari masa ke masa.  Toh intinya bukan tentang berapa kali kita terjatuh dalam ujian, melainkan seberapa tegar kita mampu bertahan dan bangun dari keterpurukan. Selamat tinggal, Merapi. Semoga  engkau tak hanya jadi kenangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:right;"><em>Lorong Bengkel Jurusan Fisika, Yogyakarta. 26 Oktober 2011.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/1298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/1298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadhlyoke.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadhlyoke.wordpress.com/1298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadhlyoke.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadhlyoke.wordpress.com/1298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/1298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/1298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/1298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1298&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/10/27/saya-rindu-setahun-yang-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Edisi Ramadhan] Amplop untuk Pak Kyai</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/08/14/edisi-ramadhan-amplop-untuk-pak-kyai/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/08/14/edisi-ramadhan-amplop-untuk-pak-kyai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 14:30:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Nikmatul Mu'minin Fadly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Pribadi Fadhly]]></category>
		<category><![CDATA[amplop]]></category>
		<category><![CDATA[ceramah]]></category>
		<category><![CDATA[fadly]]></category>
		<category><![CDATA[kyai]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=1285</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Udah ketahuan ya dari judulnya? Hehe. Ya nih, masih seputar kultum di bulan Ramadhan. Cuma di bulan ramadhan aja orang bisa dengerin ceramah agama tiga kali sehari. Ya kan? Mulai dari kuliah shubuh, jelang berbuka, dan kultum sebelum tarawih. Tapi, kadang-kadang jadwal  yang udah disusun itu gak bisa semuanya terisi sama pembicara. Ada saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1285&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah<strong><br />
</strong></p>
<p><a href="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/08/amplop.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1287" title="amplop" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/08/amplop.jpg?w=480" alt=""   /></a>Udah ketahuan ya dari judulnya? Hehe. Ya nih, masih seputar kultum di bulan Ramadhan. Cuma di bulan ramadhan aja orang bisa dengerin ceramah agama tiga kali sehari. Ya kan? Mulai dari kuliah shubuh, jelang berbuka, dan kultum sebelum tarawih. Tapi, kadang-kadang jadwal  yang udah disusun itu gak bisa semuanya terisi sama pembicara. Ada saja sesekali yang berhalangan hadir. Akhirnya, daripada gak ada yang ngisi ceramah, orang-orang yang difungsikan sebagai “ban serep” seringkali bermain peran. Haha. Maksudnya apa nih, kok pake istilah ban serep?</p>
<p>Ya, jadi ceritanya mushola deket kos saya itu cuma mushola kecil. Paling banyak menampung 50 sampe 60 orang jama’ah. Dan gak mau kalah sama Mesjid Gedhe Kauman (btw, udah tau donk kalo kos saya di Kauman? #pentingbanget ), jadwal penceramah pun udah rapi dibuat oleh panitia. Dari awal sampe akhir Ramadhan. Dari kuliah shubuh sampe kultum tarawih. Masalahnya, penceramah yang udah dijadwalin itu seringkali mangkir dari jadwalnya. Parahnya, tanpa pemberitahuan pula. Jadilah orang-orang yang menjadi ban serep itu beraksi. Menyelamatkan jama’ah dari keheningan mimbar kosong. Haha. #tunjukidungsendiri</p>
<p><span id="more-1285"></span>Saya juga seringkali jadi ban serep loh. T_T. “<em>Mas Fadly, nanti kalo misalnya jadwal di sini tiba-tiba kosong, tolong mas Fadly yang gantiin ya.”</em> Kata salah satu bapak ta’mir mushola. <em>“Soalnya banyak dari penceramah itu gak dateng karena di sini kan gak ngasih amplop buat mereka. Atau kalaupun ngasih juga sedikit. Gak seberapa.”</em>. Jederrrrrr. Saya kaget dengernya. Beneran. <em>“Masa sih pak, penceramah/ustadz/kyai yang diundang suruh ngisi di mushola ini gak dateng gara-gara kita gak ngasih amplop?” </em>Saya coba memastikan. “<em>Ya, mas. Kalo mas Fadly kan gak usah dikasih amplop. Dateng aja ke sini tiap mau buka. Udah ada jatahnya.”</em>. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Ya saya cuma bisa jawab, “<em>Insya Allah.”</em> (Ini insya Allah yang mana nih? Yang ngisi ceramahnya atau jatah makanan jelang buka? Hahahaha.)</p>
<p>Saya pikir wajar-wajar aja sih kalo ada penceramah yang gak bisa ngasih taushiyah, mungkin capek, ada urusan lain yang mendesak, atau jadwalnya benturan dengan tempat lain. Nah ini, masa gak dateng gara-gara gak ada amplopnya? Hmm. Saya jadi mengerutkan dahi dengernya. Apalagi ini bulan puasa, bulan suci. Semua kebaikan yang kita lakukan itu dibalas berkali-kali lipat dibanding bulan biasanya. Artinya, pahala dari Allah itu yang seharusnya jadi motivasi buat para ustadz/kyai buat ngisi ceramah di mushola-mushola kampung seperti mushola kami.</p>
<p>Sebenernya manusiawi juga kalo panitia ngasih amplop buat penceramah itu. Ya itung-itung buat ganti transport lah. Atau sekadar ganti lelah karena udah meluangkan waktu jauh-jauh ke mushola kami.  Tapi karena keterbatasan yang dimiliki panitia,(FYI,  jamaahnya kan dikit, otomatis kasnya juga dikit), kadang-kadang gak bisa ngasih amplop terima kasih buat penceramahnya. Ma’af ya pak.</p>
<p>Saya pikir gak bener juga kalo ada penceramah yang mangkir dari jadwalnya karena alasan isi amplop. Namanya pamrih. Kalo ada amplopnya, dateng, kalo gak ada ya malas-malasan. Hmm. Kan kasian panitianya. Udah bikin jadwal susah-susah, malah kita gak dateng. Kasian juga kas musholanya abis buat ngasih amplop penceramah. Nominalnya kan antara 20 ribu sampe 50 ribu. Ya anggap saja rata-ratanya 35 ribu. Dan ngasih amplopnya pas kultum aja. Ada 30 kali kultum dalam sebulan, ya kira-kira 1 juta lima puluh ribu abis buat ngucapin terima kasih ke penceramah. Wah. Udah dapet kambing satu. Hehe.</p>
<p>Kalo kata Al Quran kan juga disebutkan tentang kisahnya nabi setelah mendakwahi kaumnya, “Wamaa as’alukum ‘alayhi ajrin. In ajriya illaa ‘alaa robbil ‘alaamiin. Dan sesungguhnya aku tidak meminta upah kepada kalian (atas seruanku ini), sesungguhnya upahku hanya dari Allah Tuhan Semesta Alam.” Nah ini nih. Buat para penceramah, harusnya ayat yang seperti ini yang dijadikan motivasi untuk naik mimbar. Kan juga ada hadistnya, “Man dalla ilaa khoyrin, fa’alayhi ajrun mitslu fa’il. Barangsiapa yang menunjuki orang kepada kebaikan, baginya pahala semisal orang yang melakukannya.” Artinya, kalo kita ajak orang untuk berbuat baik, maka insya Allah kita juga akan dapatkan pahala seperti orang yang melakukannya. Toh amplop 20 ribu atau 50 ribu itu gak sebanding sama pahala yang Allah kasih ke kita kalo kita ajak orang untuk berbuat baik kan? Betul?</p>
<p>Belum lagi orang-orang yang harus gantiin mereka kalo jadwal kosong. Kan kasian. Gak ada persiapan. Ya kan? Kaya saya nih. Beberapa kali jadi ban serep. Akhirnya ya sekenanya. Lha wong gak siap-siap dulu. Yang rugi kan jamaah mushola juga. Kasian mereka, bocah ingusan kaya saya kok ngisi ceramah. Hmm. Jadi, saya berpesan (<em>ceileee, berpesan nih yee</em>), buat para ustadz/kyai yang udah diundang ngisi ceramah di mushola tertentu, penuhilah undangan mereka, ada atau tidak ada amplopnya. Ingat kalo kata Nabi ke shahabat Ali, kalo kita berhasil mengajak orang kepada kebaikan dan mereka mau, itu  lebih baik daripada mendapatkan unta merah. Dan asal tau aja sih, unta merah itu mahalnya gak ketulungan. Kalo motivasinya uang amplop, kan artinya gak niat karena mengharap pahala Allah. Jadi sia-sia amalannya.</p>
<p>Last but not least, ada hadist dari Rasulullah Shalalaahu ‘alayhi wasallam yang bunyinya, ‘<em>Bacalah Alquran dan niatkanlah hanya untuk Allah, sebelum datang sekelompok orang yang membaca Alquran lalu dia jadikan Alquran sebagai alat untuk meminta-minta harta</em>.’ (H.R. Ahmad). Ini peringatan nih. Kita di akhir zaman ini kudu ati-ati sama yang namanya harta. Bisa ngerusak ibadah kita. Gak cuma buat yang ceramah, yang dengerin ceramah juga. Mau dateng ke mesjid juga pilih-pilih, mana yang menu buka puasanya paling enak. Gak dengerin ceramahnya malah ngobrol sama temennya, “<em>Ini makanannya kapan dateng? Daritadi ceramah mulu.”</em>. Wedew. Ayo deh kita  ikhlaskan niat berbuat baik dan/atau mengajak orang berbuat baik itu semata-mata karena Allah. Buat pak ustadz/kyai, uang amplop 20 ribu itu cuma cukup buat sekali atau dua kali makan di warung padang loh pak, tapi pahala dari Allah itu bisa buat berkali-kali makan di surga. Okey, mamen?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/1285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/1285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadhlyoke.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadhlyoke.wordpress.com/1285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadhlyoke.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadhlyoke.wordpress.com/1285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/1285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/1285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/1285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1285&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/08/14/edisi-ramadhan-amplop-untuk-pak-kyai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/08/amplop.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">amplop</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Edisi Ramadhan] Tips Mengisi Kultum buat Newbie</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/08/08/edisi-ramadhan-tips-mengisi-kultum-buat-newbie/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/08/08/edisi-ramadhan-tips-mengisi-kultum-buat-newbie/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 00:41:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Nikmatul Mu'minin Fadly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Pribadi Fadhly]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ceramah]]></category>
		<category><![CDATA[da'i]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kultum]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[newbie]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=1280</guid>
		<description><![CDATA[Ya namanya juga bulan puasa, pasti banyak banget tuntutan buat panitia kegiatan menyemarakkannya. Bikin jadwal kultum misalnya. Mulai kultum abis shubuh, menjelang berbuka, dan pas shalat tarawih. Saking abisnya stok ustadz, kamu yang notabene  bukan ustadz, santri juga kagak, alim juga kadang-kadang doank, ngerti agama cuma sedikit,  ketiban &#8220;kehormatan&#8221; dari panitia buat ngisi kultum di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1280&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/08/mjf4-4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1282" title="MJF4-4" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/08/mjf4-4.jpg?w=224&#038;h=300" alt="" width="224" height="300" /></a>Ya namanya juga bulan puasa, pasti banyak banget tuntutan buat panitia kegiatan menyemarakkannya. Bikin jadwal kultum misalnya. Mulai kultum abis shubuh, menjelang berbuka, dan pas shalat tarawih. Saking abisnya stok ustadz, kamu yang notabene  bukan ustadz, santri juga kagak, alim juga kadang-kadang doank, ngerti agama cuma sedikit,  ketiban &#8220;kehormatan&#8221; dari panitia buat ngisi kultum di mushola deket rumah. Nah lo? Mau ngeles apa? Mereka udah susah-susah bikin jadwal dan nyari stok ustadz yang kira-kira lebih pantas buat ceramah, tapi   terpaksa milih kamu yang abal-abal ini buat ngisi. Hahaha. Satu kata yang mau gak mau harus kita jawab kalo udah dapet amanah <em>(ceilee.. amanah nih yee</em> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) kaya gini adalah, &#8220;Insya Allah.&#8221; Tapi, jangan asal jawab juga, jangan cuma berbekal nekad tapi gak punya persiapan. Sapa bilang ngisi kultum itu sama kaya ngobrol atau orasi? Beda bro. Isi kultum itu kudu religius. Yah secara kamu ngisinya di mesjid/musholla, bukan di depan kelas atau di bunderan yang bisa seenaknya orasi ngalor ngidul.</p>
<p>Tips apa aja sih yang kudu kamu tau kalo mau ngisi kultum pertama kalinya? Biar jama&#8217;ah gak bubar atau minimalnya gak ngelempar sendal mereka ke mukamu, karena tiba-tiba kamu yang kutu kupret ini yang maju naik ke podium gitu. Hehehe. Biar kita semangat. Semangat ramadhan, semangat latihan jadi pildacil <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , atau latihan mengamalkan hadist &#8220;ballighuu &#8216;anniy walaau aayatan. Sampaikanlah (ilmu) dariku walau satu ayat). Insya Allah bakal dikasih kemudahan. Amin. Langsung aja lah. Dari tadi gak to the point nih. Okey, tips mengisi kultum buat kamu para newbie yang baru pertama kali naik podium mushola itu kira-kira begini.<span id="more-1280"></span></p>
<p><strong>1. Yakinkan dirimu!</strong></p>
<p>Ini gak ada maksudnya mengutip statementnya Mario Teguh Golden Ways loh. Tapi emang awal keberhasilan seseorang meraih apa yang diinginkan itu berawal dari keyakinan dirinya kok (sedap kan kata-katanya? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) . Dalam kasus kultum ini, kamu kudu siapin mental dan keberanian untuk menerima amanah yang udah dikasih pantia. Dan kudu yakin kalo kamu itu emang pantas buat naik mimbar, ya terlepas dari segala kekurangan yang dimiliki sih. Apa boleh buat. Coba deh ke kamar, nanya dulu sama orang yang kamu liat bayangannya di cermin, apa kamu pantas buat ngisi kultum? Kamu harus dapatkan jawaban yang positif kalo kamu itu emang pemuda keren, optimis, baik hati, tidak sombong, dan mau menerima tantangan. Hahaha. Kalo udah nanya ke dia, coba deh tanyain ke temen deketmu buat ngasih support ke kamu biar semangat. Kalo temenmu terus-terusan jawab, &#8220;Apa aku gak salah dengar? Kamu yang kutu kupret jarang mandi ini mau ngisi kultum?&#8221; itu artinya kamu perlu nraktir temenmu itu ke KFC atau McD atau tempat makan enak dan mahal lainnya. Mungkin dia cuma butuh sesuatu yang dapat mengubah anggapan buruknya ke kamu sekaligus mengenyangkan perutnya dengan gratis. Hehehe.</p>
<p>Kalo temenmu udah ngedukung ditambah keyakinan dirimu sendiri kalo kamu itu emang pantes ngisi kultum, kamu tinggal minta tolong deh sama Allah. Biar diberi kemudahan. Niatnya kan juga baik. Mengajak orang lain kepada kebaikan. Kalo kata nabi muhammad itu &#8220;man dalla ilaa khayrin fa&#8217;alahi ajrun mitslu faa&#8217;il. Barangsiapa mengajak manusia kepada kebaikan, maka baginya pahala semisal orang yang melakukannya. Nabi Musa aja doa dulu sama Allah pas maju ngadepin Firaun, masa kamu nggak? Sip, kan?</p>
<p>Oh ya, tapi kalo kamu gak bisa ngelewatin tips pertama ini, dengan kata lain kamu gak dapet keyakinan dari diri kamu sendiri buat maju, atau kamu udah bolak-balik nraktir temenmu buat dapet dukungannya tapi ternyata temenmu itu istiqomah pada pendapat awalnya (ceritanya kamu temenan sama calon jaksa/hakim konstitusi yang kebal suap nih. Hehehe), yang kamu bisa lakukan hanya pasrah. Pasrah kalo emang belum saatnya naik mimbar. Mungkin ramadhan berikutnya. Hehehe. Oh ya, segera sms panitia, ceritakan semuanya dengan jujur tanpa mengada-ada alasan. Tapi ya kayaknya panitia bakalan nganggep kamu itu gak gentle, gak laki (laki minum rasa!), lari dari amanah, dan hal lain yang bisa menurunkan harga diri (jiaahh..berat amat sampe bawa harga diri segala). Sorry lah yaw. Jadi, daripada harga jual..eh salah..harga dirimu turun di hadapan panitia, mending kamu terima aja amanah buat ngisi kultumnya. Melangkah maju. Bismillah! Yuuhuu&#8230;</p>
<p><strong>2. Cari referensi kultum</strong><br />
Hukum umumnya, kalo orang pengen berbicara dengan baik, ia kudu banyak mendengar atau membaca dari orang lain juga. Otaknya juga kudu ada isinya. Lah ini, apa yang mau dijadiin bahan kultum kalo kamu gak pernah ikut kajian/cerama atau gak pernah baca buku agama? Nah, inilah pentingnya referensi.  Cara ngisi otak ya dengan melihat referensi. Kamu bisa dapetin referensi itu dari dengerin ceramah di mesjid lain yang emang inspiratif, atau baca buku agama (Gak mesti beli, pinjem juga gak papa. Hehehe). Semakin banyak jam terbangmu ngikutin ceramah di mesjid lain, semakin banyak faedah yang bisa kamu kumpulin. Atau semakin banyak materi yang kamu baca, semakin banyak juga yang masuk ke kepala kamu. Insya Allah lancar deh. kan tadi udah doa. Hehehe.</p>
<p><strong>3. Materi kultum yang mudah dimengerti dan tidak memberatkan</strong><br />
Perlu diingat, materi yang sebaiknya kamu sampein ke jamaah itu gak selalu yang berat-berat. Berat buat orang mau dengerin, berat juga buat kamu yang memang bukan ahlinya. Hehehe. Jangan maksain diri deh. Yang ringan-ringan saja. Ada orang yang jauh lebih kompeten dari kamu buat nyampein materi yang lebih berat.:P. Lagipula, waktu yang diberikan panitia itu maksimalnya 15 sampe 30 menit. Kamu gak perlu jelasin syarah hadist pertama arbain nawawi, atau jelasin jenis-jenis tauhid ada 3 macem, syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, nanti alih-alih jamaah mesjid dengerin, malah kamu dipelototin karena kelamaan plus keberatan materinya. Pilih aja materi yang ringan, yang menarik, tapi bermanfaat. Jadinya kultummu efektif. Misalnya tentang bersemangat dalam ibadah, jauhi dosa, sabar, semangat ngaji agama, keutamaan baca Quran, dan lain-lain. Satu hadist, satu kisah, satu nasehat. Insya Allah sudah cukup.</p>
<p><strong>4. Perhitungkan waktu!</strong><br />
Tips ini kamu bisa praktekin pas latihan di rumah. Tadi dah disinggung sebelumnya kalo kamu itu dikasih waktu terbatas. Minimalnya 10 menit, maksimal 30 menit. Jadi, kamu harus pintar-pintar memperhitungkan waktu agar topik yang mau kamu jadiin bahan kultum itu tersampaikan seluruhnya. Misalnya nih, kalo kamu milih topik tentang pentingnya menjaga semangat beribadah, kamu cukup bawakan satu ayat dari Al Quran, satu hadist shahih, satu nasehat shahabat/tabi&#8217;in, satu kisah pribadi/dari orang lain, ditambah konklusi. Itu semua udah makan waktu 15 sampe 20 menit loh. Kamu bawakan satu ayat, jelasin 5 menit. Kamu bawakan satu hadist, jelasin 5 menit. Dan seterusnya. Yang penting waktumu itu cukup efisien dan selesai pada waktunya. Oke, bro?</p>
<p><strong>5. Gladi resik dulu!</strong><br />
Eittss.. Sebelum naik ke pelaminan&#8230;hehehe&#8230;mimbar mesjid/mushola maksudnya, kamu kudu pastiin kalo emang bener-bener udah menguasai materi. Tolok ukurnya gampang aja. Minimalnya kamu udah hafal ayat/hadist/nasehat yang bakal jadi dalil materi yang kamu sampein. Itu saja. Tapi, kalo gak apal-apal juga, boleh lah bawa contekan dikit, Tapi contekan ini sifatnya hanya jaga-jaga. Jadi kamu gak nunduk baca contekan terus, tapi liat ke mata audience. (setdahhh..udah punya audience nih yee). Sebelumnya, coba kamu baca ulang (istilah santrinya : Murajaa&#8217;ah) depan cermin sampe bener-bener mantap.</p>
<p><strong>6. Bismillah. Markitum. Mari kita kultum!</strong><br />
Segala macem udah kamu siapin. Mulai dari keyakinan sampe latihan depan cermin udah kamu lakuin biar kamu bisa tampil. Kini saatnya kamu unjuk gigi. Hahaha. Buktikan kepada dunia bahwa kamu juga gak kalah dari Bung Tomo yang berapi-api. *lebay dikit gak papa lah* <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Kalo udah naik mimbar, gak usah grogi. Yang kamu adepin itu manusia juga kok. Dan kamu gak lagi presentasi depan dosen penguji skripsi. Haha. Santai saja, tarik nafas, ucapkan kata-kata dengan perlahan dan penuh senyuman. Pastikan juga orang-orang dalam masjid itu semuanya dengerin kamu. Jangan sampe ada yang meleng, sibuk sama handphonenya sendiri fesbukan/twitteran. Kalo perlu, gebrak podiumnya bar seluruh pandangan tertuju padamu. Halah, lebay sekali. Haha. gak perlu, cukup sampaikan materi itu dengan mantap dan tenang. Insya Allah tanpa dikomandoi, orang-orang bakal merhatiin kamu sambil bergumam dalam hati, &#8220;Ternyata kutu kupret ganteng ini pandai juga agamanya. Pinter ceramah.&#8221;. Kalo sukses, jangan kaget kalo di kesempatan jadwal berikutnya kamu kultum orang-orang bakal bejibun dengerin ceramahmu yang gak kalah sama da&#8217;i sejuta ummat. Hehe.</p>
<p>Itu aja sih tips kalo mau jadi penceramah kultum pertama kali. Kalo belum juga menemui keberhasilan, coba terus dibaca, diresapi. Karena apa yang diulang-ulang itu akan menajdi mindset, mindset itu akan menjadi tingkah laku, tingkah laku menimbulkan kebiasaan, dan kebiasaan akan menciptakan kemampuan. Semangat! Allaahumma yassirlanaa amronaa kullah. Semoga Allah selalu meudahkan kita dalam setiap urusan!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadhlyoke.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadhlyoke.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadhlyoke.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadhlyoke.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/1280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1280&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/08/08/edisi-ramadhan-tips-mengisi-kultum-buat-newbie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/08/mjf4-4.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">MJF4-4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Edisi Ramadhan] Luput Mensyukuri Angin</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/08/07/edisi-ramadhan-luput-mensyukuri-angin/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/08/07/edisi-ramadhan-luput-mensyukuri-angin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 10:04:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Nikmatul Mu'minin Fadly</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=1270</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah. Kemarin (6/8) petang, saat saya hendak pergi ke mesjid favorit saya untuk shalat tarawih,(oh ya, FYI, saya punya beberapa mesjid favorit yang saya shalat tarawih di sana karena bacaan imamnya bagus,tidak terlalu cepat juga tidak lambat) saya kembali hrus menuntun motor saya di sepanjang jalan ke alun-alun Jogja. Apa mau dikata, baru saja 50 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1270&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah.</p>
<div id="attachment_1271" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/08/photo0159.jpg"><img class="size-medium wp-image-1271" title="Pak Doel Nambal Nan" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/08/photo0159.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">fadhlyoke.wordpress.com</p></div>
<p>Kemarin (6/8) petang, saat saya hendak pergi ke mesjid favorit saya untuk shalat tarawih,(oh ya, FYI, saya punya beberapa mesjid favorit yang saya shalat tarawih di sana karena bacaan imamnya bagus,tidak terlalu cepat juga tidak lambat) saya kembali hrus menuntun motor saya di sepanjang jalan ke alun-alun Jogja. Apa mau dikata, baru saja 50 meter saya naik di atas motor, tau-tau bzzzzz&#8230; ban motor saya kempes. Awalnya saya berpikir, ini pasti kempes saja, bukan bocor , mengingat baru kemarinnya saya ganti ban dalam baru. Okey. Masih sempat lah kalo ngisi angin duu. Saya tuntun motor saya sejauh 300 mete ke tambal ban berniat isi angin saja. Singkatnya, setelah diperiksa oleh tukang tambal ban, ban motor saya kembali bocor. Kembali bocor karena sudah 3 kali itu dalam 3 hari berturut-turut ban motor saya bocor. <em>Qadarullaah wa maa syaa fa&#8217;al.</em></p>
<p>Kebetulan tukang tambal ban malam itu tergolong ramah. (Setelah saya kenalan, namanya Pak Doel). Dijelaskan lah saya tentang serba-serbi ban motor yang bagus, tukang tambal ban yang kompeten, dan bagaimana cara menambal ban yang baik. Hmm, lumayan, saya dapat ilmu tentang pengalaman pak Doel yang sudah puluhan tahun jadi penambal ban. Singkat memang proses nambalnya, karena Pak Doel menambal ban secara otomatis, tidak pakai dibakar segala. Tiga hari itu memang saya akrab dengan tambal ban karena berturut-turut ban saya bocor. Awalnya malam-malam di dekat kampus, esoknya di jalan hendak ke mesjid berburu ta&#8217;jil (dan akhirnya saya gak buka gratis di mesjid <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ), dan terakhir ini di dekat alun-alun utara jogja saat hendak tarawih. Ahh, saya anggap biasa. Semua orang pun pernah mengalaminya.<span id="more-1270"></span></p>
<p>Namun kemudian saya jadi berpikir betapa inilah salah satu peringatan yang Allah berikan kepada saya, betapa hal-hal sepele seperti angin dalam ban motor itu harus kita syukuri. Bayangkan, tentu kita kesal setengah mati saat tiba-tiba ban kendaraan kita bocor. Kita harus menuntunnya ke penambal ban, ya kalo ada, kalo udah malem dan semua tutup? Ya udah deh, pegel sampe rumah. Menambal ban itu memang sepele. Kita tinggal bawa ke tukang tambal ban seperti pak Doel itu, kita duduk manis, bayar lima ribu rupiah, selesai.Tapi, dari insiden seperti ban bocor itulah kita diajari ari bersyukur dan bersabar sekaligus. Bersyukur saat angin masih menghuni ban motor kita, dan bersabar saat menuntunnnya ke penambnal ban. Luar biasa, kan? *sedikit lebay*</p>
<p>Selain mensyukuri eksistensi angin dalam ban, nampaknya kita juga bersyukur tidak harus repot-repot nambal ban sendiri. Ada orang yang dengan murah bisa kita bayar. Mulai dari melepas ban dalam dari ban luarnya, memeriksa apa ada yang bocor, menambal dengan dibakar atau otomatis tadi, dan menyiapkan kendaraan kita hingga siap pakai. Dan orang-orang seperti pak Doel itulah yang mengajari kita bersyukur pada apa yang kita dapatkan. Pekerjaan yang kita lakukan dibayar mahal, ringan dilakukan, tanpa perlu ber<em>cemong-cemong</em> ria dengan hitamnya ban motor. Dan uang yang kita bayarkan memang kita anggap kecil, tapi bagi mereka itu mampu menghidupi dirinya dan keluarganya.</p>
<p>Dengan apa yang sudah pak Doel dan rekan sejawatnya sesama penambal ban itulah kita seharusnya berpikir ulang betapa kita lebih sering mengeluh. Luput mensyukuri yang kita dapatkan. Hmm. Padalah kalo kata Rosuullah dalam sebuah hadist, <em>&#8220;pandanglah orang yang ada di bawahmu dalam masalah harta dunia dan jangan kau pandang orang yang berada di atas</em>mu&#8221;. Hadist shahih riwayat imam Muslim. Artinya apa, kita harusnya bersyukur pada hal-hal yang kecil yang kita peroleh. Kata Rosul juga, &#8220;<em>barangsiapa tidak mampu mensyukuri hal-hal yang kecil, maka ia pun tidak akan mampu mensyukuri hal-hal yang besar&#8221;</em>. Hadist shahih yang saya lupa periwayatnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ungkapan syukur itu simple saja. Kalo apa yang kita miliki itu mampu mengantarkan kita untuk lebih taat kepada Allah, artinya kita sudah mampu menjadi hambaNya yang bersyukur. Seperti misalnya, jika saya hendak mensyukuri nikmat Allah berupa angin dalam ban motor saya, maka saya harus menggunakan motor saya untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik. Bukan malah mengantarkan saya kepada tempat-tempat yang di dalamnya saya akan berbuat dosa. Dengan itu Allah akan menambah kenikmatan yang lain karena sikap syukur tersebut. Amin. Insya Allah. Okey. Lantas, hal kecil apa yang telah Anda syukuri hari ini?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/1270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/1270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadhlyoke.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadhlyoke.wordpress.com/1270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadhlyoke.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadhlyoke.wordpress.com/1270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/1270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/1270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/1270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1270&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/08/07/edisi-ramadhan-luput-mensyukuri-angin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/08/photo0159.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Doel Nambal Nan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Materi Ujian Semester Fisika Material</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/06/10/materi-ujian-semester-fisika-material/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/06/10/materi-ujian-semester-fisika-material/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 18:16:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Nikmatul Mu'minin Fadly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=1258</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah&#8230; Berikut ini adalah file-file yang akan menjadi bahan ujian semester genap 2011 Fisika Material Pak Kuwat Triyana. Silakan diunduh dan disebarluaskan&#8230;. Semoga Allah memudahkan ujian semester kita dan semoga bermanfaat.. 5_Solid Imperfections 6_Solid State Diffusion 18_Electronic Materials 20-Photonic Materials Optical Properties ch19-Magnetic Materials<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1258&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah&#8230;</p>
<p>Berikut ini adalah file-file yang akan menjadi bahan ujian semester genap 2011 Fisika Material Pak Kuwat Triyana. Silakan diunduh dan disebarluaskan&#8230;. Semoga Allah memudahkan ujian semester kita dan semoga bermanfaat..</p>
<p><a href="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/06/5_solid-imperfections.ppt">5_Solid Imperfections </a></p>
<p><a href="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/06/6_solid-state-diffusion.ppt">6_Solid State Diffusion</a></p>
<p><a href="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/06/18_electronic-materials.ppt">18_Electronic Materials</a></p>
<p><a href="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/06/20-photonic-materials.ppt">20-Photonic Materials</a></p>
<p><a href="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/06/optical-properties.ppt">Optical Properties</a></p>
<p><a href="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/06/ch19-magnetic-materials.ppt">ch19-Magnetic Materials</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadhlyoke.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadhlyoke.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadhlyoke.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadhlyoke.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/1258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1258&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/06/10/materi-ujian-semester-fisika-material/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Biarpun Kecil yang Penting Rutin</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/03/20/biarpun-kecil-yang-penting-rutin/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/03/20/biarpun-kecil-yang-penting-rutin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 16:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Nikmatul Mu'minin Fadly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pribadi Fadhly]]></category>
		<category><![CDATA[amalan]]></category>
		<category><![CDATA[fadly]]></category>
		<category><![CDATA[kontinu]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga]]></category>
		<category><![CDATA[riyadhus shalihin]]></category>
		<category><![CDATA[rutin]]></category>
		<category><![CDATA[shalih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=1252</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, ya hari ini, saya muter-muter daerah sekitar kampus nyari kontrakan sama si Robi. Yup, saya yang hampir tiga tahun belakangan ini tinggal 4 km jauhnya dari kampus akhirnya menyerah juga. Saya pengen nyari kos/kontrakan yang deket kampus aja. Singkatnya, kami gak dapet apa-apa. Malah nemu rumah yang dikontrakin lima puluh juta setahunnya. Hahaha. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1252&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/03/32227_135874759762389_118924971457368_388354_4950247_n.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1254" title="32227_135874759762389_118924971457368_388354_4950247_n" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/03/32227_135874759762389_118924971457368_388354_4950247_n.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Hari ini, ya hari ini, saya muter-muter daerah sekitar kampus nyari kontrakan sama si Robi. Yup, saya yang hampir tiga tahun belakangan ini tinggal 4 km jauhnya dari kampus akhirnya menyerah juga. Saya pengen nyari kos/kontrakan yang deket kampus aja. Singkatnya, kami gak dapet apa-apa. Malah nemu rumah yang dikontrakin lima puluh juta setahunnya. Hahaha. Karena shock sekaligus ketawa-ketawa sendiri nemu kontrakan yang <em>doesn&#8217;t make a sense</em> sama sekali itu, kami puter arah ke masjid Al Hasanah deket kampus saya.</p>
<p>Ya, setiap minggu ba&#8217;da maghrib ada kajiannya Ustadz Zaid Susanto sampe adzan Isya&#8217;. Udah dua minggu gak kajian sama Ustadz Zaid. Minggu lalu kajiannya libur karena beliau masih di Banjarnegara. Kali ini masuk ke bab baru, bab &#8220;Menjaga Amalan-amalan Shalih&#8221; dari kitab Bahjatun Nadzirin Syarh Riyadhus Shalihin-nya Syaikh Salim al Hilali.  Masih nyambung sama kajian dua minggu sebelumnya sih tentang sederhana dalam mengamalkan amalan shalih. Inti kajian kali ini ya tentang Allah yang suka sama seseorang yang berbuat baik walaupun kecil tapi dilakukan secara kontinu alih-alih amalan yang besar tapi cuma sekali dilakuin.  Ini ada di hadist Nabi shalallaahu &#8216;alayhi wasallam kalau saya gak salah. <span id="more-1252"></span></p>
<p>Ya, seringkali kita, saya juga, pengennya kalo mau beramal itu ya sekalian yang pahalanya gede. Semangat banget buat ngelakuinnya. Contohnya shalat malem terus, baca quran 10 halaman tiap hari, infak puluhan ribu, pokoknya perbuatan-perbuatan yang jarang dilakuin sama orang deh, biar pahalanya semakin gede. Tapi ya namanya manusia, seringnya males. Jadi ngelakuin yang gede-gede tadi sekali doang seumur hidupnya, abis itu udahan. Itu yang gak baek.</p>
<p>Ya, , kalo mau  ibadah ya yang rajin sekalian. Kita sering lupa kalo sebenernya masih banyak amalan-amalan yang kecil tapi  dengan mudah bisa sering kita lakuin. Ingat ungkapan sedikit sedikit lama-lama jadi bukit kan? Maksudnya lebih baik yang kecil-kecil dan rutin akhrinya pahalanya menumpuk terus daripada amalan yang kaliatannya gede tapi cuma sekli itu doang. Jadi ceritanya shahabat rasulullah yang namanya Alqomah pernah bertanya sama ’Aisyah tentang amalannya Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em>, ”<em>Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?”</em> ’ Aisyah menjawab, &#8220;b<em>eliau tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk beramal. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu&#8221;. </em>Gitu<em>. </em>Riwayat ini ada di shahih Bukhari lhoh.</p>
<p>Contoh aja nih. Kita pernah shalat malem kan? Ya, banyak dari kita kalo lagi semangat ya bisa tiap malem bangun. Tapi udah sekali itu aja. Abis itu gak pernah lagi. Nah itu yang gawat. Ya, gawat karena kita kan jarang-jarang semangat buat ibadah #curhat. Setelah semangat, semua amalan baik terasa berat. Kalo kata ustadz Zaid tadi, sebenernya banyak peluang-peluang amalan-amalan kecil yang bisa rutin kita kerjain setiap hari. Simpel aja, setelah shalat fardhu itu kan kita biasa dzikir. Subhanallah, Alhamdulillah, Allaahu Akbar, Laa Ilaaha Illallaah-nya sampe 33 kali. Kalo itu aja kita lakuin setiap saat, itu lebih dicintai oleh Allah daripada kita susah-susah bangun malam pasang alarm jam 2 buat shalat, tapi sekali  doang semru hidup.</p>
<p>Sebenernya di sinilah pentingnya menjaga semangat. Semangat agar kita bisa selalu giat beribadah, mengerjakan amalan-amalan shalih. Ya, karena kesibukan kuliah misalnya, tugas yang tiap hari kaya badai, memaksa kita gak bisa optimal dalam beragama. Saya sih ngerasa gitu. Kalau Anda pasti lebih baik kan ya? Ya kalaupun gak bisa tiap malem bangun shalat, kalaupun gak bisa tiap senin kamis puasa, kalaupun gak bisa tiap hari infak puluhan ribu, kalaupun gak bisa baca quran berlembar-lembar tiap hari, kalaupun&#8230;kalaupun..kalaupun yang lainnya, yang penting kita jangan putus asa. Kudu semangat. Kudu yakin kalo surganya Allah itu luas dan dapat ditempuh dengan amalan-amalan yang ringan sekalipun.</p>
<p>Jadi jangan suka ngeluh lagi gak bisa ngamalin ini ngamalin itu karena berat dilakuin. Karena perkara-perkara baik yang ringan masih banyak. Kalau ada niat dan kesempatan ya pasti bisa. Ini penting lagi buat kita untuk selalu doa sama Allah diberi semangat untuk beribadah, semangat walaupun yang kecil-kecil.</p>
<p>Kalo kata Allah di Al Qur&#8217;an itu gini, <em>“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman itu untuk secara khusyu mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang diwahyukan kepada mereka? , dan janganlah mereka berlaku seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak diantara mereka menjadi orang-orang fasik”</em>.(QS.Al-Hadid:16).</p>
<p>Maksudnya, kalau mau beramal ya jangan ditunda-tunda, jangan alesan amalan itu berat. Kalo kebanyakan alesan, entar hatinya jadi mengeras. Gak mempan lagi diperingatin sama apa aja. Yuk ahh tunggu apa lagi? Yang  #cemmunguddh #eaaa qaqa.  :D</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadhlyoke.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadhlyoke.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadhlyoke.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadhlyoke.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/1252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1252&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/03/20/biarpun-kecil-yang-penting-rutin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/03/32227_135874759762389_118924971457368_388354_4950247_n.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">32227_135874759762389_118924971457368_388354_4950247_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Wibawa Melekat di Jiwa</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/02/28/agar-wibawa-melekat-di-jiwa/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/02/28/agar-wibawa-melekat-di-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 09:39:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Nikmatul Mu'minin Fadly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ahnaf bin qais]]></category>
		<category><![CDATA[fadly]]></category>
		<category><![CDATA[tegas]]></category>
		<category><![CDATA[umar]]></category>
		<category><![CDATA[wibawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=1246</guid>
		<description><![CDATA[Semalam, saya kembali lanjut membaca buku &#8220;Mereka adalah Tabi&#8217;in&#8221;. Saya tiba pada bagian tabi&#8217;in yang utama, Ahnaf bin Qais. Nama asli beliau memang bukan yang itu, tapi Adh Dhahhak. Ahnaf adalah julukan karena dalam bahasa Arab, Ahnaf berarti kaki yang bengkok. Dan pemberian julukan yang seperti ini untuk mendeskripsikan fisik seseorang kepada orang lain yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1246&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/02/punishersword.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1247" title="punishersword" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/02/punishersword.jpg?w=210&#038;h=158" alt="" width="210" height="158" /></a>Semalam, saya kembali lanjut membaca buku <strong>&#8220;Mereka adalah Tabi&#8217;in&#8221;</strong>. Saya tiba pada bagian tabi&#8217;in yang utama, Ahnaf bin Qais. Nama asli beliau memang bukan yang itu, tapi Adh Dhahhak. Ahnaf adalah julukan karena dalam bahasa Arab, Ahnaf berarti kaki yang bengkok. Dan pemberian julukan yang seperti ini untuk mendeskripsikan fisik seseorang kepada orang lain yang belum mengenal memang dikenal dan bukan sebuah kejelekan loh.</p>
<p>Jadi ceritanya, walaupun Ahnaf bin Qais memiliki banyak kekurangan dalam hal fisik, beliau memimpin seratus ribu orang dari kaumnya yakni Bani Tamim. Mengapa beliau begitu disegani? Mengapa Umar Ibnul Khattab radiyallahu &#8216;anhu menyebutnnya sebagai pemimpin dari kota Bashrah? Wow! Ternyata eh ternyata, sungguh melekat dalam jiwa seorang Ahnaf bin Qais Rahimahullah kewibawaan, ketegasan, dan kepemimpinan dalam berhadapan dengan orang lain.  Berkali-kali orang menanyakan kepadanya tentang rahasianya, di antara mereka bertanya, “Bagaimana kaum Anda menganggapmu sebagai pemimpin wahai Abu Bahr?” beliau menjawab, “Barangsiapa memiliki empat hal, maka dia akan bisa memimpin kaumnya dan tak akan terhalang mendapatkan kedudukan itu.” Orang itu betanya, “Apakah empat hal itu?” beliau menjawab, “Agama sebagai perisainya, kemuliaan yang menjaganya, akal yang menuntunnya dan rasa malu yang mengendalikannya.”<span id="more-1246"></span></p>
<p>Dan juga berliau selalu ingat kata-kata shahabat yang mulia, Abu Hafshah Umar Ibnul Khattab tentang kiat agar kemuliaan dan kewibawaan senantiasa ada dalam jiwa seseorang. Beliau berkata:</p>
<p><em>Barangsiapa yang banyak bergurau akan hilang wibawanya</em><br />
<em>Barangsiapa berlebih-lebih dalam suatu hal, dia akan dikenal dengan kebiasaannya.</em><br />
<em>Barangsiapa banyak bicara, banyak pula kesalahannya.</em><br />
<em>Barangsiapa banyak salahnya, berkuranglah rasa malunya.</em><br />
<em>Barangsiapa berkurang rasa malunya berkurang pula sifat wara’nya.</em><br />
<em>Dan barangsiapa sedikit sifat wara’nya maka matilah hatinya.</em></p>
<p>Nah, itulah. Sekarang saya jadi paham. Banyak orang kemudian menjadi remeh di mata orang lain tak lain karena dirinya tidak pernah terlihat serius, tidak tegas, banyak becanda, banyak bicara, dan tidak tahu malu. Semoga saya bisa mengoreksi diri. Pantas saja yah? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/1246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/1246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadhlyoke.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadhlyoke.wordpress.com/1246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadhlyoke.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadhlyoke.wordpress.com/1246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/1246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/1246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/1246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1246&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/02/28/agar-wibawa-melekat-di-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/02/punishersword.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">punishersword</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelak Tidurmu Akan Lebih Panjang #cemmunguddhh #eaaa</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/02/25/kelak-tidurmu-akan-lebih-panjang-cemmunguddhh-eaaa/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/02/25/kelak-tidurmu-akan-lebih-panjang-cemmunguddhh-eaaa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 15:27:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Nikmatul Mu'minin Fadly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pribadi Fadhly]]></category>
		<category><![CDATA[fadly]]></category>
		<category><![CDATA[ngantuk]]></category>
		<category><![CDATA[pahala]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=1234</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya kembali membaca buku &#8220;Mereka Adalah Para Tabi&#8217;in&#8221;. Dan memang saya suka sekali dengan cerita-cerita sejarah. Membawa saya berfantasi dalam tamasya religi para murid shahabat Rasulullah. Membaca kisah-kisah mereka yang sungguh menakjubkan. Saya sampai pada bab tabi&#8217;in Shilah bin Asyyam. Dikisahkan di dalamnya bahwa beliau memiliki seorang sepupu yang juga seorang Tabi&#8217;iyah (murid [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1234&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/02/jempol.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1235" title="jempol" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/02/jempol.jpg?w=266&#038;h=266" alt="" width="266" height="266" /></a>Hari ini saya kembali membaca buku <strong>&#8220;Mereka Adalah Para Tabi&#8217;in&#8221;. </strong>Dan memang saya suka sekali dengan cerita-cerita sejarah. Membawa saya berfantasi dalam tamasya religi para murid shahabat Rasulullah. Membaca kisah-kisah mereka yang sungguh menakjubkan. Saya sampai pada bab tabi&#8217;in Shilah bin Asyyam. Dikisahkan di dalamnya bahwa beliau memiliki seorang sepupu yang juga seorang Tabi&#8217;iyah (murid shahabat Rasulullah dari golongan wanita). Beliau bernama Mu&#8217;azhah Al &#8216;Adawiyyah.  Murid Ummul Mukminin &#8216;Aisyah Radhiyallaahu &#8216;anha.</p>
<p>Mu&#8217;azhah adalah seorang wanita yang taat beribadah dan zuhud (bersahaja) terhadap dunia. Sudah menjadi kebiasaan  jika malam telah tiba, beliau berkata: &#8220;Barangkali malam ini adaah malam terakhir bagiku&#8221;, maka beliau pun terjaga untuk beribadah sampai fajar. Dan jika siang hari telah tiba, beliau pun berkata: &#8220;Barangkali ini adalah hari terakhir bagiku&#8221;, maka beliau pun memanfaatkannya untuk beribadah dan beramal shalih lainnya.<span id="more-1234"></span></p>
<p>Jika rasa kantuk menghampiri, maka beliau pun mulai bersyair:</p>
<p><em>Di depanmu, wahai jiwa</em></p>
<p><em>Ada masa tidurmu yang lebih panjang</em></p>
<p><em>Kelak akan lama berbaring di tanah kuburan</em></p>
<p><em>Mungkin dalam kesengsaraan atau dalam keberuntungan</em></p>
<p><em>Maka pilihlah hari ini, wahai Mu&#8217;azhah</em></p>
<p><em>Apa yang engkau pilih untuk hari esok</em></p>
<p>Hmm. Bukan tanpa alasan saya mengutipkan tulisan ini. Saya masih kesulitan menjaga waktu tidur. Terlalu berlebihan. Badan saya sering lemas dan beranjak untuk merebahkannya barang sebentar. Sedikit-sedikit tertidur, mudah ngantuk. Semoga bukan karena digigit lalat tse-tse yang di Afrika sana ya. Saya juga tak mau beralasan dengan padatnya kesibukan saya setiap hari yang kuliah dengan sks penuh karena semua orang pun melakukannya. Sudah lewat masa-masa bersanti-santai. Semoga dengan kutipan dari buku ini saya lebih bisa mengatasi masalah tidur saya dan memanfaatkannya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, dan  berpahala juga. Kebanyakan tidur bikin lesu. Lesu bikin malas. Malas bikin sengsara.</p>
<p>Oh ya, saya juga teringat dengan pepatah Arab, <em>Laa yuflikhul Kasuul</em>. Tidak akan berhasil seseorang yang malas. Baiklah, saatnya bersemangat pada hal-hal yang bermanfaat. Seperti hadist nabi, &#8220;<em>Ikhriis &#8216;alaa ma yanfa&#8217;uuka, fasta&#8217;in billlaah&#8221;</em>. Bersemangatlah pada apa-apa yang bermanfaat bagimu, dan minta tolonglah kepada Allah. Yeah! Tak berlebihan &#8216;kan jika tulisan saya kali ini saya beri hashtag #cemmunguddhh #eaaa?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadhlyoke.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadhlyoke.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadhlyoke.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadhlyoke.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/1234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1234&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/02/25/kelak-tidurmu-akan-lebih-panjang-cemmunguddhh-eaaa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2011/02/jempol.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jempol</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya Blogger, Bukan Reporter!</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/02/14/saya-blogger-bukan-reporter/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/02/14/saya-blogger-bukan-reporter/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 17:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Nikmatul Mu'minin Fadly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pribadi Fadhly]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[blogwalking]]></category>
		<category><![CDATA[fadhly]]></category>
		<category><![CDATA[fadhlyoke]]></category>
		<category><![CDATA[nulis]]></category>
		<category><![CDATA[reporter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=1228</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah. Wah. Sudah lama sekali saya gak nulis sesuatu di blog ini (kemana aja, fad?). Rasanya gak semangat (atau otak yang bebal?). Mungkin inilah yang bikin banyak orang bertumbangan di kancah per-blogging-an (emang ada gitu istilah bertumbangan kaya po&#8217;on?). Nulisnya ya moody aja. Ngikutin mood.  Masalahnya, lebih banyak gak moodnya daripada mood buat nulis. Hahaha. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1228&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah.</p>
<p><img class="alignright" src="http://lh6.ggpht.com/_qqtERSM-F8c/TTXf78bhcQI/AAAAAAAAAIA/PEi6LBFx6fI/blogclass.jpg" alt="" width="304" height="229" />Wah. Sudah lama sekali saya gak nulis sesuatu di blog ini (<em>kemana aja, fad?). </em>Rasanya gak semangat (<em>atau otak yang bebal?</em>). Mungkin inilah yang bikin banyak orang bertumbangan di kancah per-<em>blogging</em>-an (<em>emang ada gitu istilah bertumbangan kaya po&#8217;on</em>?). Nulisnya ya moody aja. Ngikutin mood.  Masalahnya, lebih banyak gak moodnya daripada mood buat nulis. Hahaha. Maklum, kegalauan karena problem dan romansa kehidupan nyata membuat seseorang pada akhirnya menjadikan blogging sebagai hobi semata, bukan rutinitas. Kalo lagi senggang dan mood, ya baru nge-blog lagi. Kalo lagi gak ada yang diceritain, ya udah deh. Yuk dadah babay.</p>
<p>Ini yang bikin banyak blog akhirnya mati, ditinggal pengunjungnya. <em>Traffic </em>udah stabil di angka 100 atau 200 orang per hari, karena jarang <em>update</em> jadi orang-orang juga males mau dateng. Saya udah 2 tahun lebih punya blog ini. Ya pasang surut selalu terjadi, bahkan setiap saat. Ritme saya kalo lagi males biasanya sebulan sekali baru nulis di blog ini. Kalo lagi rajin, 3 hari sekali mungkin bisa. Hahaha.<span id="more-1228"></span></p>
<p>Sekarang saya sadar betapa susahnya menjaga ritme menulis di blog. Itu karena kita menganggap hal-hal yang menurut orang lain penting saja yang kita tulis. Emang bener sih, tapi namanya juga blog pribadi, mungkin harus berimbang antara menuruti keinginan pembaca dengan menyalurkan hasrat yang ada di dada. Ceileee. Saya wise banget ya? (<em>kalo ada yanggak tau artinya, wise itu sama dengan bijak.</em> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ). Artinya, seringkali yang kita tulis itu kan curhatan apa yang kita alami sehari-hari. Nah kalo yang kita alami itu gak ada yang menarik, mau gimana dong? Berhenti nulisnya? Jadi, mungkin perlu re-orientasi tujuan kita buat ngeblog. Sedaapp. Reorientasi boo. Sangat filosofis dan ideologis. Hahahaha.</p>
<p>Jangan salah kira, ngeblog juga perlu landasan filosofis dan ideologis. Yang bikin sebuah blog tetap hidup dan berjalan pada <em>track</em>nya. Nah, kalau sejak dulu saya mengarahkan blog ini sebagai alat untuk menceritakan hal dan kejadian-kejadian yang menurut saya menarik untuk diceritakan, mungkin saya akan sedikit berimprovisasi. Ya, ini tak lain karena seringkali hari-hari saya dari waktu ke watu datar-datar saja. Kadang membuat saya jenuh sendiri. Itu yang ingin saya hapus. Mindset &#8216;reporter&#8217; sebagai seorang blogger, yang mewartakan apa yang dialaminya sudah terlalu kaku.</p>
<p>Apalagi sekarang udah ada <em>facebook</em> sama <em>twitter</em>. Yang disebut terakhir ini kayaknya udah menggerus semangat buat nulis di blog. Apa yang kita alami udah kita <em>tweet</em> di <em>twitter. </em>Kita jadi berpikiran gak perlu lagi nulis di blog. Padahal, ngeblog punya sense tersendiri. Menulis dalam baris-baris paragraf itu seperti sedang berkomunikasi intrapersonal. Refleksi. Dan seperti para sastrawan bilang, menulis itu akan mengabadi.</p>
<p>Jadi, konkretnya, mulai sekarang, saya tak hanya mengarahkan tulisan-tulisan saya tentang apa yang saya alami sehari-hari, tetapi juga tentang pandangan-pandangan saya, pendapat-pendapat tentang isu-isu keseharian. berita kan setiap hari ganti-ganti topiknya. dan mungkin ada orang yang kurang kerjaan yang mau baca opini-opini saya. Idealisme saya. Wuiihhh&#8230;.</p>
<p>Saya memang bukan orang penting. Sama sekali bukan. Tapi, di zaman semua orang bebas berbicara (asal sopan), nampaknya sah-sah saja. Toh paling ujung-ujungnya yang paling ekstrem, saya nulis sendiri, saya edit sendiri, saya baca sendiri, pun saya senyum-senyum sendiri. Intinya, mindset reporter blogger yang kerjaannya mewartakan peristiwa sehari-hari harus saya improvisasi.Toh dari dulu juga, saya ini blogger, bukan reporter.</p>
<p>Blogger bebas menuliskan apa saja yang ingin dia sampaikan selama benar dan tidak mengganggu hak-hak orang lain. Bukan hanya menjadi reporter. tapi juga menyampaikan pendapat-pendapatnya secara proporsional dan komprehensif. <em>(Entah apa yang ada di pikiran saya ketika mengetik dua kata ini. hahaha)</em> . Agar saya bisa terus menulis di blog ini. Agar saya tetap bisa hidup abadi dengan blog ini. ! Yeahh!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadhlyoke.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadhlyoke.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadhlyoke.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadhlyoke.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/1228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&amp;blog=4097309&amp;post=1228&amp;subd=fadhlyoke&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2011/02/14/saya-blogger-bukan-reporter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh6.ggpht.com/_qqtERSM-F8c/TTXf78bhcQI/AAAAAAAAAIA/PEi6LBFx6fI/blogclass.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
