<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad Nikmatul Mu'minin Fadhly</title>
	<atom:link href="http://fadhlyoke.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fadhlyoke.wordpress.com</link>
	<description>Istiqomah Di Atas Aqidah dan Manhaj Salaf</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Oct 2009 17:33:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fadhlyoke.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e6289968612017206f6b87046048491a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Muhammad Nikmatul Mu'minin Fadhly</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kini, Kakakku Seorang Salafi !</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/10/22/kini-kakakku-seorang-salafi/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/10/22/kini-kakakku-seorang-salafi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 17:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nickafdhal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Pribadi Fadhly]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nizar]]></category>
		<category><![CDATA[ngaji]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[i'tisham]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[zulmi]]></category>
		<category><![CDATA[da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[brebes]]></category>
		<category><![CDATA[kakak]]></category>
		<category><![CDATA[adik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=867</guid>
		<description><![CDATA[Aku terlahir dari seorang ibu yang memiliki lima orang anak. Dua lelaki dan tiga perempuan. Kakak laki-lakiku bernama Muhammad Nizar Zulmi. Aku biasa memanggilnya Mas Nizar. Dia masih tergolong muda dan usianya terpaut 3 tahun lebih tua dariku. Semenjak ayah meninggal dunia sebelas tahun silam, kakakku menjadi lelaki tertua di keluarga dan kami adalah dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=867&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-868" title="watergreenglass" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/10/watergreenglass.jpg?w=236&#038;h=200" alt="watergreenglass" width="236" height="200" />Aku terlahir dari seorang ibu yang memiliki lima orang anak. Dua lelaki dan tiga perempuan. Kakak laki-lakiku bernama Muhammad Nizar Zulmi. Aku biasa memanggilnya Mas Nizar. Dia masih tergolong muda dan usianya terpaut 3 tahun lebih tua dariku. Semenjak ayah meninggal dunia sebelas tahun silam, kakakku menjadi lelaki tertua di keluarga dan kami adalah dua orang laki-laki di antara empat perempuan di keluarga. Banyak orang mengatakan bahwa wajah kami amat mirip, sehingga terkadang orang akan langsung mengetahui tahu bahwa kami berdua adalah kakak beradik hanya dari sekilas pandangan mata. Kami berdua sangat akrab sejak kecil. Dia menjagaku semenjak kami berdua sama-sama duduk di bangku sekolah dasar hingga sekarang. Nampaknya, amatlah pantas jika kakakku ini adalah salah satu sosok yang amat berjasa dan berpengaruh sepanjang hidupku kini.</p>
<p>Kakakku melewati masa mudanya seperti pemuda lain pada umumnya, akan tetapi pergaulannya masih dalam batas kewajaran. Jika banyak teman-temannya yang gemar merokok, maka kakakku justru antipati dengan barang terlaknat tersebut. Mungkin memang sejak kecil kami diajarkan bahwa hal-hal yang berbau hura-hura ala pergaulan pemuda adalah sesuatu yang buruk, maka kami berdua tumbuh sebagai pemuda yang baik-baik yang senantiasa dituntut menjaga nama baik keluarga. Karena kami tahu bahwa ibunda kami telah sendirian membesarkan kelima anaknya dengan peluh dan air mata kasih sayang.<span id="more-867"></span></p>
<p>Kebahagiaan memiliki seorang kakak lelaki yang mampu menjadi sahabat bertukar pikiran, yang memberi nasehat di kala gundah melanda, menjadi tempat berkeluh kesah, dan menafkahi kebutuhan hidupku saat ini menjadi bertambah sangat istimewa dengan apa yang aku lihat berupa perubahan yang terjadi pada diri kakakku. Jika dahulu rasa hormatku hanya sebatas karena dia adalah kakakku yang memang sudah sepantasnya rasa hormat  aku berikan padanya, maka rasa hormatku bertambah karena kini dia telah menjadi sosok pemuda yang selalu bersemangat dalam menjalankan kehidupan sebagai seorang yang faqih dalam agama, sebagai seorang Sunni Salafi.<br />
Kira-kira lima tahun yang lalu, tatkala aku menemukan nikmatnya menjalani hidup dengan bimbingan agama, kakakku termasuk salah seorang yang tajam pandangannya terhadap da’wah ahlussunnah. Dahulu dia melihat perubahan penampilan yang terjadi padaku seperti ukuran celanaku yang tak melebihi mata kaki, gerakan sunnah-sunnah dalam shalat yang sudah terasing di mata manusia, dan perubahan lainnya, yang menyebabkan kami sempat terlibat pertentangan dalam waktu yang panjang. Namun, seiring berjalannya waktu dan ditambah watak kakakku yang mudah untuk menerima sesuatu yang sudah sepatutnya diikuti secara rasional dan keimanan yang penuh, dirinya kini menerima kebenaran bahwa dalam menjalankan kehidupan sebagai seorang Muslim adalah dengan mengikuti tuntunan dari Rasulullaah, para shahabat dan pendahulu-pendahulu kita yang shalih.</p>
<p>Semenjak kami berdua menginjak masa dewasa, kami lebih sering bertukar pikiran, berdiskusi tentang banyak hal, dan saling menasihati satu sama lain, tak terkecuali masalah agama.  Dan memang sudah menjadi kewajibanku di awal-awal diriku mengenal da’wah Ahlussunnah, untuk mengajak orang-orang terdekatku agar beragama dengan baik di hidupnya terutama kakakku sendiri. Segalanya butuh proses untuk mencapai perubahan yang lebih baik. Mungkin dapat diketahui bahwa semanjak aku mengenal da’wah Ahlussunnah Salafi, maka kakakku mendapat gambaran secara jelas bagaimana kehidupan seseorang terbimbing dengan benar dengan tuntunan agama (walau Aku pun masih jauh jika disebut sebagai seorang sunni salafi yang baik). Dirinya belajar bahwa  memang da’wah salafiyyah adalah da’wahnya para pendahulu-pendahulu agama yang shalih, yang tidak ada padanya melainkan kebaikan, yang tidak mengajarkan pada fanatisme golongan atau tokoh, namun mengajarkan pada kebaikan yang terkandung dalam Al Qur’an dan As Sunnah.</p>
<p>Kira-kira setahun yang lalu, saat aku melihat beberapa perubahan dalam diri kakakku yang mulai bersemangat dalam beribadah, dan lebih luas dari itu adalah berkehidupan dengan tuntunan agama Islam. Kakakku yang memang hobby membaca buku, mulai gemar membaca buku-buku agama yang Aku punya, mendengarkan rekaman-rekaman kajian di komputer, dan kami senang sekali membicarakan tentang kehidupan seseorang yang menisbahkan dirinya pada salafi di sekitar kami.</p>
<p>Aku ingat betul manakala kakakku amat bersemangat mendengarkan rekaman kajian Ustadz Muhammad Umar As Sewed hafidhahullah. Menurutnya, apa yang disampaikan sangat tegas dan gamblang untuk menampakkan kebenaran di atas ilmu. Ditambah beberapa rekaman kajian asatidzah lainnya seperti rekaman kajian Ustadz Afifuddin dan Luqman Ba’abduh, semenjak saat itu kakakku mulai bersimpati terhadap da’wah salafiyyah. Tertanam dalam benaknya bahwa inilah da’wah Islam yang sebenar-benarnya di tengah badai fitnah kelompok-kelompok lain atau gerakan-gerakan yang tidak di atas tuntunan agama yang benar.</p>
<p>Perkenalannya dengan da’wah salafiyyah diawali dengan mendatangi satu atau dua majelis ta’lim. Aku pun menyambut niat baik kakakku dengan berusaha memberikan masukan yang sekiranya Aku mampu agar dirinya mendapatkan kebaikan. Dan Alhamdulillaah, kini kakakku telah rutin mengikuti kajian demi kajian yang ada di ibukota, tampatnya bekerja. Setiap akhir pekan, kakakku tak pernah absen untuk menghadiri kajian di masjid Al I’tisham di kawasan Sudirman, Jakarta. Dia pernah bertutur, bahwa andai sepekan saja  dirinya melawatkan waktu untuk mendatangi kajian, seakan terdapat sesuatu yang kurang dalam hidupnya, Masya ALLAH. Mendatangi majelis ilmu adalah obat hati, karena di dalamnya dipenuhi ilmu agama dan upaya untuk mengingat ALLAH.</p>
<p>Memang benar, ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala akan memperbaiki kehidupan seseorang di dunia dan di akhirat dikarenakan kebaikannya dalam beragama. Hal itulah yang aku amati ada pada sosok kakakku. Setelah lebih mengenal agama, dirinya terlihat lebih bijaksana, dimudahkan  penghidupannya, dan kebaikan-kebaikan lain yang diperolehnya. Sungguh sebuah kebahagiaan yang tiada terkira bagi seorang adik, manakala melihat kakaknya yang dia cintai dan hormati mengalami perubahan menjadi seorang yang shalih.</p>
<p>Jika dahulu pakaian yang digemarinya adalah kemeja dan celana panjang, kini aku lihat dia memotong celana-celananya hingga di atas mata kaki dan dengan bangga mengenakan gamis panjang ala Saudi di depan umum (yang aku sendiri belum “mampu” memakainya). Jika dahulu yang didengarkanya adalah iringan lagu-lagu pop karya grup band Padi, kini aku melihatnya begitu senang menikmati lantunan suara Mushari Rashid dengan surah An Naba. Dan jika dahulu dia menjalin hubungan pacaran dengan seorang wanita, maka kini aku melihatnya meninggalkan semua itu demi sebuah kemuliaan hidup menjadi seorang pemuda yang shalih.</p>
<p>Pandangan-pandangan miring terhadap perubahan yang terjadi pada kakakku sirna dengan apa yang dia tampakkan selama ini berupa kebaikan-kebaikan dan hikmah da’wah salafiyyah. Kini, di rumah kami ada dua orang yang mengenakan gamis jika pergi menunaikan shalat. Kami pergi ke masjid berdua, pulang dari masjid pun berdua. Dan kini aku melihatnya tengah besemangat untuk berusaha menghafal Al Qur’an. Sungguh Aku sendiri terkadang iri melihat perubahan yang ada pada kakakku berupa kebaikan-kebaikan yang ada padanya. Dirinya begitu bersemangat pergi ke masjid tatkala adzan berkumandang, sedangkan aku masih terlelap tidur. Peci rajut cokelat dengan nyamannya selalu dia kenakan, dan dengan penuh kebanggaan menunjukkan jati dirinya sebagai seorang salafi. Lebih dari itu semua, kini ibu kami memiliki dua orang putra yang akan selalu berusaha menjadi anak-anaknya yang shalih yang berbakti padanya di dunia demi kebaikan di akhirat. Ibunda kami yang membesarkan kami berdua dalam buaian kasih sayang. Semoga putra-putranya menjadi bukti bahwa apa yang telah beliau berikan adalah kebaikan yang tak terkira.</p>
<p>Akhirnya, aku hanya mampu berusaha dan berdoa sekuat tenaga agar kakakku senantiasa istiqomah menjalani kehidupan beragamanya dengan benar, menjadi lelaki yang faqih di atas ilmu agama, sabar meniti liku kehidupan sebagai seorang ikhwan sunni salafi yang berpegang teguh di atas Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman para salafusshalih, dan diberikan baginya kebaikan kehidupan dunia dan akhirat.</p>
<p><em>Wahai abang yang kucinta<br />
Teriring dariku sebait doa<br />
Agar kiranya kita mati bersama<br />
Dalam indahnya tatapan surga</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/867/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=867&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/10/22/kini-kakakku-seorang-salafi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/10/watergreenglass.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">watergreenglass</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikmah Ilahi di Balik Gempa Bumi</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/10/04/hikmah-ilahi-di-balik-gempa-bumi/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/10/04/hikmah-ilahi-di-balik-gempa-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 13:39:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nickafdhal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[30 september]]></category>
		<category><![CDATA[7.6 SR]]></category>
		<category><![CDATA[ambacang]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[west sumatera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=860</guid>
		<description><![CDATA[Saudara-saudaraku seiman -semoga Allah merahmatimu-, selama hayat masih di kandung badan, selama jantung masih berdetak dan darah masih mengalir, demikian pula selama nafas masih berhembus, adalah sebuah kemestian jika cobaan, rintangan, musibah demi musibah, silih berganti mendatangi kita
Di sebuah tempat di negeri ini, seorang ibu berkerudung tengah duduk ditemani tiga anaknya. Di depannya tampak sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=860&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-861" title="intensitypadang30sept2009" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/10/intensitypadang30sept2009.jpg?w=248&#038;h=232" alt="intensitypadang30sept2009" width="248" height="232" />Saudara-saudaraku seiman -semoga Allah merahmatimu-, selama hayat masih di kandung badan, selama jantung masih berdetak dan darah masih mengalir, demikian pula selama nafas masih berhembus, adalah sebuah kemestian jika cobaan, rintangan, musibah demi musibah, silih berganti mendatangi kita</p>
<p>Di sebuah tempat di negeri ini, seorang ibu berkerudung tengah duduk ditemani tiga anaknya. Di depannya tampak sebuah rumah yang hampir rata dengan tanah. Itulah harta berharganya yang telah terenggut oleh gempa. Hampir tak ada lagi yang tersisa setelah itu.</p>
<p>Namun sedikitpun, tidak tampak gurat kesedihan pada dirinya. Padahal kini dengan sisa harta yang tidak seberapa, dia harus berjuang untuk hidup. Ia pun mesti mengubur dalam-dalam bayang kenyamanan tinggal di sebuah rumah. Karena rumahnya kini, hanya beralaskan bumi dan beratapkan langit.</p>
<p>Apapun yang terjadi, dia tetap memiliki sebuah keyakinan bahwa di balik itu semua ada hikmah dari Rabb subhanahu wa ta&#8217;ala.</p>
<p>Allah subhanahu wa ta&#8217;ala telah menyatakan di dalam Al-Qur’an:</p>
<p><strong>الم (١)أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ (٢)وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (٣)<span id="more-860"></span></strong></p>
<p>&#8220;Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang- orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.&#8221; (Al -Ankabuut: 1-3)</p>
<p>Saudara-saudaraku seiman -semoga Allah merahmatimu-, selama hayat masih di kandung badan, selama jantung masih berdetak dan darah masih mengalir, demikian pula selama nafas masih berhembus, adalah sebuah kemestian jika cobaan, rintangan, musibah demi musibah, silih berganti mendatangi kita, sebagaimana yang telah Allah subhanahu wa ta&#8217;ala tetapkan dalam ayat di atas.</p>
<p>Perlu kita ketahui pula bahwa segala sesuatu yang menimpa kita, kebaikan maupun kejelekan, kesenangan ataupun kesedihan, dan yang lainnya, merupakan sesuatu yang telah ditakdirkan dan ditetapkan Allah subhanahu wa ta&#8217;ala. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta&#8217;ala nyatakan dalam firman-Nya:</p>
<p><strong>مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (٢٢)</strong></p>
<p>&#8220;Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.&#8221; (Al-Hadid: 22)</p>
<p>Takdir ini telah Allah subhanahu wa ta&#8217;ala tentukan 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam:</p>
<p>&#8220;Allah telah menulis takdir-takdir seluruh makhluq (pada kitab lauh mahfudz) 50.000 (lima puluh ribu) tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.&#8221; (HR. Al-Imam Muslim dari shahabat Abdullah ibn Amr ibn Al-Ash radhiyallahu &#8216;anhu)</p>
<p>Dengan demikian kita sadar bahwa gempa yang merobohkan rumah-rumah kita, mengubur harta kita, dan melukai saudara-saudara kita, bahkan menyebabkan terambilnya sebagian nyawa mereka, semuanya telah Allah subhanahu wa ta&#8217;ala takdirkan. Tiada seorangpun yang mampu untuk mengelakkannya, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam:</p>
<p>&#8220;Apa yang harus menimpamu tidak akan luput darimu, dan apa-apa yang luput darimu tidaklah akan menimpamu.&#8221; (HR. Al-Imam At- Tirmidzi dari shahabat Ibnu Abbas)</p>
<p>Apa rahasia di balik itu semua? Apakah Allah subhanahu wa ta&#8217;ala hendak berbuat dzalim kepada hamba-Nya atau menyakitinya? Ketahuilah wahai hamba-hamba Allah subhanahu wa ta&#8217;ala bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, niscaya Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia dan jika Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya niscaya Allah akan mengakhirkan hukuman atas dosa-dosanya sehingga Allah akan menyempurnakan hukuman baginya di akhirat kelak.&#8221; (HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas ibn Malik radhiyallahu &#8216;anhu).</p>
<p>Hadits tersebut menjelaskan bahwa apabila Allah subhanahu wa ta&#8217;ala menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya, niscaya Allah subhanahu wa ta&#8217;ala akan menyegerakan hukuman baginya di dunia. Maka bergembiralah, wahai saudara-saudaraku kaum muslimin! Karena musibah ini kita harapkan sebagai bukti bahwa Allah menghendaki kebaikan untuk diri-diri kita, baik di dunia maupun di akhirat, sebagaimana yang Rasulullah sabdakan:</p>
<p>&#8220;Barangsiapa dikehendaki oleh Allah suatu kebaikan bagi dirinya, niscaya Allah akan menimpakan baginya musibah.&#8221; (HR. Al-Imam Al-Bukhari dan shahabat Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu)</p>
<p>Janganlah patah semangat, wahai saudaraku kaum muslimin, atas musibah apapun yang menimpamu, karena itu akan menjadikan besar pula pahalamu, sebagaimana sabda Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung dengan besarnya ujian/musibah yang menimpamu.&#8221; (HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas radhiyallahu &#8216;anhu)</p>
<p>Bangkitlah wahai saudaraku! Karena ini merupakan bukti bahwa Allah mencintaimu, sebagaimana sabda Rasulmu shallallahu &#8216;alaihi wasallam:</p>
<p>&#8220;Apabila Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha maka ia akan mendapatkan keridhaan Allah, dan barangsiapa yang murka maka ia akan mendapatkan kemurkaan dari Allah.&#8221;</p>
<p>Besarkanlah hatimu wahai kaum muslimin! Karena ini merupakan tanda bahwa Allah subhanahu wa ta&#8217;ala akan mengampuni dosa-dosamu, sehingga meringankanmu di hari perhitungan nanti. Sebagaimana ini dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Tirmidzi dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu:</p>
<p>&#8220;Cobaan akan terus senantiasa menimpa seorang mukmin, laki-laki dan wanita, baik pada jiwanya, anaknya, demikian pula hartanya sehingga ia berjumpa dengan Allah (meninggal) dan tidak ada padanya satu dosapun (tidak menanggung satu dosapun).&#8221;</p>
<p>Sabar dan tetaplah bersabar wahai saudara-saudaraku kaum muslimin, dengan tetap memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta&#8217;ala dan banyak memanjatkan doa kepada-Nya. Sebagaimana bimbingan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam kepada Ummu Salamah dketika beliau tertimpa musibah:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada Allah kita akan kembali. Ya Allah, berilah pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik dengannya.&#8221; (HR. Al-Imam Muslim dari shahabat Ummu Salamah radhiyallahu &#8216;anha)</p>
<p>Sepantasnya kaum muslimin senantiasa memanjatkan rasa syukurnya kepada Allah subhanahu wa ta&#8217;ala, karena Allah subhanahu wa ta&#8217;ala telah memilihnya untuk dihapuskan dosa-dosanya, bertambah banyak pahalanya, dan akan Allah angkat derajatnya.</p>
<p>Sekalipun rumah hancur atau harta musnah, namun kenikmatan yang agung tetap ada pada kita. Yaitu kenikmatan iman dan kenikmatan Islam, sebagaimana yang Allah firmankan:</p>
<p><strong>الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا</strong></p>
<p>&#8220;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.&#8221; (Al-Maidah:3)</p>
<p><em>Diambil dari Buletin Asy-Syariah edisi perdana (I/1). Diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul bekerja sama Yayasan Asy-Syariah. Alamat Redaksi: Posko Tim Peduli Musibah Asy- Syariah. RT 06/RW 46 Dagaran Jurug Bangunharjo Sewon Bantul Telp 0274-7406120</em></p>
<p><em><strong>Dari <a href="http://www.facebook.com/notifications.php#/note.php?note_id=150293431699&amp;ref=nf">Catatan Bang Wira Di Facebook</a></strong></em><em><br />
</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/860/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/860/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/860/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/860/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/860/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/860/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/860/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/860/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/860/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/860/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=860&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/10/04/hikmah-ilahi-di-balik-gempa-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/10/intensitypadang30sept2009.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">intensitypadang30sept2009</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepenggal Hikmah dari Koh I Lei (Muallaf Tiong Hoa) Bagian 2</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/09/15/sepenggal-hikmah-dari-koh-i-lei-muallaf-tiong-hoa-bagian-2/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/09/15/sepenggal-hikmah-dari-koh-i-lei-muallaf-tiong-hoa-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 16:05:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nickafdhal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Pribadi Fadhly]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[Proses Awal Menjadi Seorang Muslim
Di awal-awal waktu  masuk Islamnya Koh I Lei, beliau pun menyempatkan diri untuk umrah ke Tanah Suci bersama keluarga sahabatnya. Karena belum begitu banyak mengerti tentang tata cara ibadah dan juga beliau terkendala kemampuannya untuk membaca tulisan-tulisan dalam huruf arab, maka Koh I Lei pun melaksanakan rangkaian ibadah umrah dengan hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=855&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-858" title="guidance" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/09/guidance.jpg?w=200&#038;h=139" alt="guidance" width="200" height="139" />Proses Awal Menjadi Seorang Muslim</strong></p>
<p>Di awal-awal waktu  masuk Islamnya Koh I Lei, beliau pun menyempatkan diri untuk umrah ke Tanah Suci bersama keluarga sahabatnya. Karena belum begitu banyak mengerti tentang tata cara ibadah dan juga beliau terkendala kemampuannya untuk membaca tulisan-tulisan dalam huruf arab, maka Koh I Lei pun melaksanakan rangkaian ibadah umrah dengan hanya membaca do’a sapu jagad dan Istighfar saat thawaf mengelilingi ka’bah.</p>
<p>Ada kejadian yang bisa dikatakan ajaib dan semata-mata keutamaan yang diberikan oleh ALLAH, yakni pada saat Koh I Lei berpisah dengan sahabatnya yang sedang sakit di Masjidil Haram, padahal sesungguhnya keduanya duduk di satu tempat dekat tiang masjid, namun Wallaahu A’lam, keduanya tak bertemu pandang satu sama lain dalam waktu yang lama dan saling mencari, hingga akhirnya Koh I Lei pergi menuju sumur zam-zam dan membasuhkan airnya ke kedua matanya, dan Koh I Lei kembali ke tempatnya di dekat masjid dan seketika itu juga Koh I Lei mendapati sahabatnya yang duduk dari sejak lama di dekat masjid dan keduanya saling keheranan karena kebingungan setalah lama saling mencari. Bagi Koh I Lei ini adlah sebuah mukjizt air zam-zam yang dibasuh ke kedua matanya.<span id="more-855"></span></p>
<p>Pada waktu-waktu awal keislaman beliau, Koh I Lei masih sembunyi-sembunyi dalam mengerjakan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang muslim seperti shalat. Koh I Lei shalat di rumah untuk beberapa waktu lama hingga akhirnya beliau memberanikan diri pergi ke masjid untuk menunaikan shalat. Kebetulan saat pertama Koh I Lei masuk masjid adalah saat bulan ramadhan, dan kaum Muslimin hendak menunaikan shalat tarawih. Jama’ah pun terkaget dan bertanya-tanya melihat sosok Koh I Lei berada di dalam masjid melakukan shalat bersama mereka, namun kemudian Koh I Lei pun menjawab pertanyaan mereka dengan sebuah pengakuan bahwa dirinya adalah seorang Muslim.</p>
<p>Rupanya kebiasaan Koh I Lei mengunjungi kuburan-kuburan yang dianggap keramat di saat masih belajar mengenal Islam dengan tujuan untuk sekadar mendatangkan ketenangan hati masih sukar belau tinggalkan dan menurut pengakuan Koh I Lei bahwa beliau menyadari amalan tersebut dapat terjatu dalam kesyirikan, namun selama Koh I Lei mengerjakannya, amalan-amalannya sama sekali tidak dibumbui permohonan do’a dan barakah kepada kubur karena beliau telah meyakini bahwa hanya kepada ALLAH sajalah kita beribadah dan hanya kepada ALLAH sajalah kita meminta pertolongan. Sekali lagi, semuanya dilakukan hanya untuk mendapatkan ketenangan hati dan menguatkan dirinya karena darinyalah Koh I Lei mulai mempelajari Islam. Tentunya semuanya membutuhkan proses yang panjang hingga perlahan beliau mampu lepas darei kebiasaan mendatangi kuburan. Hingga saat ini, Koh I Lei terus enerus berupaya untuk mendalami Islam secara benar dan menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim dan meninggalkan segala perkara yang dilarang dalam syariat agama ini.</p>
<p><strong>Pergolakan Batin dengan Keluarga</strong></p>
<p>Tentu saja, setalah melalui proses mencari kebenaran ajaran agama Islam, Koh I Lei harus menerima kenyataan bahwa keluarganya masih memeluk ajaran agama Kristen. Dan Koh I Lei harus melalui sebuah pergolakan batin menghadapi keluarganya dengan menunjukkan eksistensinya sebagai seorang Muslim.</p>
<p>Dikisahkan oleh beliau bahwa suatu ketika saat proses pembuatan formulir C1 (kartu keluarga), beliau mengisi kolom agama dengan isian Islam. Kontan keluarga Koh I Lei pun tersentak, terutama ayah beliau. ,melihat keadaan putranya yang telah berganti agama. Maka Koh I Lei pun menjawabnya dengan santai, <em>“ya sudah, toh teman-teman saya banyak yang Islam, tulis saja Islam”</em>. Maka semenjak itu pula keluarga Koh I Lei menyadari bahwa salah satu anggota keluarganya telah berganti agama menjadi Islam.</p>
<p>Berdasarkan penuturan beliau juga, nampaknya eksistensi Koh I Lei di keluaganya mendapat penghormatan sendiri dan disegani. Hal itulah yang membuat tak banyak pertentangan besar-besaran dari pihak keluarga beliau. Walhamdulillaah. Perlahan namun pasti, keluarga Koh I Lei pun menerima kenyataan bahwa Koh I Lei telah menjadi seorang Muslim. Mereka hidup rukun saling menghormati.</p>
<p>Namun, ujian tetap saja ada. Beberapa kali Koh I Lei mendapat pertentangan dari beberapa anggota keluarga yang lain berupa perdebatan, caci maki dan yang menguji kesabaran lainnya. Namun, walhamdulillaah hingga saat ini Koh I Lei hidup harmonis dengan keluarganya yang masih belum berislam. Di sinilah diperlukannya rasa pengertian, sabar, dan yakin akan pertolongan ALLAH bagi hambaNya yang meninggalkan sesuatu karenaNya.</p>
<p><strong>Koh I Lei dan Daging Babi </strong></p>
<p>Seperti halnya etnis Tiong Hoa yang beragama kristen, sudah menajdi sebuah kebiasaan sehari-hari untuk menyantap daging babi yang haram. Menurut kisah dari Koh I Lei, dirinya hampir setiap hari menyantap daging babi yang disajikan di rumahnya semenjak kecil hingga dewasa. Menu yang satu ini seakan menjadi menu wajib yang harus ada di meja makan setiap hari. Kenyataan bahwa kebanyakan orang yang menyantap daging babi akan menjadikannya ketagihan menurutnya lebih dikarenakan cita rasanya yang berbeda, lebih harum dan lebih halus serat-seratnya.</p>
<p>Namun, wal iyadzubillah, di balik itu terkandung berbagai mudharat yang akan mencelakakan tubuh manusia, perlahan tetapi pasti. Dan satu hal yang terpenting, kita diharamkan memakan babi lebih karena ALLAH telah jelas melarangnya dalam Ayat-ayat Al Qur’an, adapaun hikmah yang dikandung di balik pelarangan tersebut adalah sebagai penguat saja. Dan ALLAH adalah Maha Hikmah dan Maha Mengetahui.</p>
<p>Kebiassaan mengonsumsi daging babi berlangsung terus menerus hingga akhirnya di saat-saat pencariannya akan agama ini mewarnai lembaran kehidupan Koh I Lei, ALLAH taqdirkan bagi beliau perasaan benci kepada daging babi.  ALLAH jadikan Koh I Lei menderita sakit setiap kali mengonsumsi daging babi. Sehingga mau tidak mau, daging babi harus disingkirkan dari meja makan Koh I Lei.</p>
<p>Inilah yang sulit, di saat teman-temannya masih dengan lezatnya mengonsumsi daging babi, Koh I Lei tetap teguh bahwa daging babi tidak akan menambah apapun kecuali hanya akan membuatnya menderita sakit. Setiap kali ada perjamuan makan yang di dalamnya disajikan menu babi, Koh I Lei merasa enggan untuk menghadirinya. Kalaupun datang, maka beliau pasti akan memilihmenu-menu yang lainnya.</p>
<p>Diceritakan bahwa suatu saat, Koh I Lei dan teman-temannya yang Islam di KONI menghadiri jamuan makan yang disajikan daging babi. Teman-teman Koh I Lei telah terlebih dahulu menyantap menu daging yang tersedia di meja tanpa mereka ketahui bahwa yang dimakan adalah daging babi. Namun, karena sudah terbiasa menyantap daging babi semenjak kecil dan hafal dengan aromanya saja, Koh I Lei urung untuk menyantap hidangannya, dan hanya mengambil udang goreng. Teman-teman beliau heran karena Koh I Lei tidak menyantap daging yang sunguh enak disantapmenurut mereka tanpa tahu yang sebenarnya. Koh I Lei pun terdiam saja tanpa memberi tahu yang sebenarnya demi menjaga suasana dengan teman-temannya dan juga dengan tuan rumah.</p>
<p>Dan walhamdulillaah, berawal dengan ketidaksukaan Koh I Lei terhadap daging babi inilah yang membuat beliau mudah untuk menerima syariat Islam yang telah sempurna dan sebaik-baik petunjuk bagi manusia.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Sungguh, kisah hidup Koh I Lei dalam menemukan kebenaran agama yang sesungguhnya menggugah nurani kita untuk senantiasa bersyukur kepada ALLAH bahwasanya kita telah dikaruniai nikmat yang sangat besar, yang menyelamatkan hidup kita di dunia, terlebih di akhirat, dengan kenikmatan berislam dengan keteguhan.</p>
<p>Betapa kita terkadang dilanda rasa bosan an malsa untuk bersegera mengharap ampunan dan hidayah dari ALLAH. Koh I Lei telah membuktikannya bahwa perjalanan panjang hidupnya dalam menari pedman hidup yang benar dalam berislam telah membuahkan sebuah hasil yang manis berupa cahaya keimanan yang merasuk dalam dadanya.</p>
<p>Semoga kita senantiasa terbimbing dengan hidayah ALLAH saat ini, saat mendatang hingga pada akhirnya nanti kita menghadap ALLAH dalam keadaan kita beriman, berislam, dan menajdi hama-hambayang bertaqwa kepadaNya</p>
<p>Kata terakhir yang saya ingat dari beliau adalah : “<em>saya merasa bahwa bukan saya yang masuk ke dalam Islam namun justru Islamlah yang masuk ke dalam diri saya”</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/855/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=855&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/09/15/sepenggal-hikmah-dari-koh-i-lei-muallaf-tiong-hoa-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/09/guidance.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">guidance</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepenggal Hikmah dari Koh I Lei ( Muallaf Tiong Hoa )</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/09/15/sepenggal-hikmah-dari-koh-i-lei-muallaf-tiong-hoa/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/09/15/sepenggal-hikmah-dari-koh-i-lei-muallaf-tiong-hoa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 09:32:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nickafdhal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Pribadi Fadhly]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan
Sudah lama kiranya saya tidak menulis sebuah catatan untuk dimuat di blog kesayangan saya ini. Kaku rasanya jari ini untuk menari di atas tuts komputer. Dan akhirnya pada kesempatan kali inilah saya diberi kelonggaran oleh ALLAH untuk sedikit berbagi kisah dan faidah yang kiranya dapat bermanfaat bagi diri saya pribadi dan para pembaca semuanya.
Pada kesempatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=845&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-847" title="journey-image-1" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/09/journey-image-1.jpg?w=220&#038;h=165" alt="journey-image-1" width="220" height="165" />Pendahuluan</strong><br />
Sudah lama kiranya saya tidak menulis sebuah catatan untuk dimuat di blog kesayangan saya ini. Kaku rasanya jari ini untuk menari di atas tuts komputer. Dan akhirnya pada kesempatan kali inilah saya diberi kelonggaran oleh ALLAH untuk sedikit berbagi kisah dan faidah yang kiranya dapat bermanfaat bagi diri saya pribadi dan para pembaca semuanya.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi kisah tentang perjalanan hidup seorang insan dalam mencari petunjuk jalan hidupnya menuju kedamaian hati, ketenangan jiwa dan jalan keselamatan, berupa jalan Islam. Kisah ini saya dapat saat saya mengikuti pengajian rutin yang diadakan oleh Persatuan Islam Tiong Hoa Indonesia (PITI) pada dua hari yang lalu (13 September 2009) di Masjid Kampus UGM,. Awalnya saya sama sekali tidak bermaksud mengikuti pengajian tersebut, karena saya hanya berniat untuk shalat Ashar di maskam (akronim dari masjid Kampus).</p>
<p>Selepas saya melaksanakan shalat, seorang laki-laki yang nampaknya bertidak sebagai pembawa acara pengajian segera duduk di meja yang sudah tertata di depan posisi Imam. Laki-laki tersebut mengumumkan bahwa sebentar lagi akan diadakan pengajian rutin dari PITI, yang akan disampaikan oleh Bapak Koh Ilei (Kosasih Setiadi), seorang warga keturunan Tiong Hoa yang telah memeluk Islam yang akan mengisahkan perjalanan hidup beliau dalam menemukan hidayah keislaman. Saya pun akhirnya tertarik dan penasaran dengan apa yang akan menjadi topik bahasan pengajian tersebut.<span id="more-845"></span><br />
Bapak Koh I Lei adalah seorang laki-laki keturunan Tiong Hoa, berusia sekitar 45 tahun dan bermukim di Yogyakarta. Beliau mengisahkan awal perjalanan hidup beliau dalam mencari pedoman hidup yang sebenar-benarnya sesuai ajaran ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.  Beliau kini aktif dalam sebuah komunitas PITI (Persatuan Islam Tiong Hoa Indonesia). Beliau pun aktif dalam mengisi forum-forum kajian yang di dalamnya belau bagikan kisah-kisahnya dalam menemukan kedamaian dan kebenaran ajaran agama Islam yang beliau lalui selama bertahun-tahun lamanya. Berikut kisahnya.</p>
<p><strong>Latar Belakang Keluarga dan Masa Muda Koh I Lei sebagai Ummat Kristiani</strong><br />
Beliau terlahir dalam sebuah keluaga keturunan Tiong Hoa yang memeluk agama Kristen. Seperti halnya seorang anak pada umumnya, maka Koh I Lei pun secara otomatis memeluk agama yang diwariskan oleh kedua orang tuanya. Koh I Lei hidup dalam bimbingan keluarga yang memeluk agama Kristen seara taat dan orang tua beliau memasukkannya ke Sekolah Minggu di Gereja saat masih berusia kanak-kanak, dan aktif dalam Pemuda Gereja saat menginjak usia remaja.</p>
<p>Layaknya anak-anak dan pemuda pada umumnya yang masih malas-malasan untuk beribadah, Koh I Ilei pun demikian. Pergi ke Gereja untuk beribadah  seperti ummat Kristiani kebanyakan merupakan rutinitas yang membuatnya bosan dan tidak menarik sama sekali.</p>
<p>Ada suatu kisah yang dituturkan beliau bahwa Koh I Lei mau datang ke Gereja hanya karena di Gereja terdapat kebiasaan untuk mengisi  kantong yang berisi uang (layaknya kotak infaq), dan Koh I Lei muda seringkali dititipi sejumlah uang oleh orang tua beliau untuk dimasukkan ke dalam kantong tersebut, namun Koh I Lei hanya memasukkan tangannya ke dalam kantong, dengan tetap menggenggam uang yang ada pada tangannya, tanpa memasukkannya ke dalam kantong dan beliau gunakan uang tersebut untuk uang saku pribadinya. Itulah salah satu alasan mengapa Koh I Lei muda masih tetap pergi ke Gereja.</p>
<p>Beliau kisahkan pula bahwa salah satu alasan lain untuk berangkat ke Gereja adalah karena ajakan teman-temannya sesama ummat Kristiani untuk sekadar melihat gadis-gadis cantik yang datang ke Gereja. Namun, gadis-gadis cantik Gereja tak mampu menaklukkan Koh I Lei sehingga jadilah beliau sebagai serang pemeluk agama Kristen yang kurang taat beribadah.</p>
<p>Nampaknya, hal inilah (keadaan beliau di waktu muda terhadap gereja) yang ALLAH atur jalan hidup beliau sehingga Koh I Lei mudah untuk mencari jati dirinya yang sebenarnya, mencari kebenaran petunjuk hidup. Namun, hidayah semata-mata datangnya dari ALLAH, dan Dia berkehendak atas segala sesuatu.</p>
<p><strong>Perkenalan dengan Aliran Kejawen</strong><br />
Hingga menginjak dewasa, layaknya orang-orang keturunan Tiong Hoa lainnya yang mudah untuk bergaul Koh I Lei pun pandai bergaul dengan semua orang, termasuk orang-orang Islam yang beliau kenal di bangku kuliah saat menempuh penddikan di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY. Dari pergaulannya dengan beberapa orang Islam, Koh I Lei sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang sejatinya bertentangan dengan ajaran Islam yakni ritual-ritual Kejawen (Islam jawa) seperti Ilmu Kanuragan (bela diri dengan ilmu hitam), Tirakatan, semedi, dan amalan-amalan lain yang sejatinya mengandung kesyirikan, namun dikarenakan hanya mengikut kebiasaan teman sepergaulan beliau saja, Koh I Lei pun nampaknya rajin melakukan ritual dalam aliran Kejawen tersebut seperti tirakat di makam Imogiri (makam para raja Yogya).</p>
<p>Yang beliau ingin dapatkan hanya ketenangan dan ketentraman hati yang kiranya mampu menghilangkan penatnya kehidupan. Dan akhirnya, dalam keadaan beliau masih berstatus sebagai seorang Kristiani, Koh I Lei pun ikut-ikutan saja. Dan seperti diketahui, bahwa ritual-ritual tersebut tentunya menggunakan amalan-amalan Islam, namun digunakan tidak pada tempatnya seperti membaca Surah Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas di atas kuburan orang yang dianggap memilik karamah (keutamaan).</p>
<p>Dikisahkan pula bahwa suatu saat Koh I Lei mengunjungi makam ajudan Sultan Agung yang sering menuntun kuda dan membawakan air wudhu bagi sang Sultan. Di sana penjaga makam membacakan Surah Al Fatihah, An Naas, dan Al Falaq dan Al Ikhlas. Koh I Lei pun hanya mengikutinya tanpa tahu menahu makna bacaannya dan hanya membaca dari tulisan latin pada buku do’a.<br />
Hingga suatu kali, salah seorang teman Koh I Lei menegurnya bahwa ritual-ritual tersebut tidak ada manfatnya karena yang berada di dalam makam adalah seorang Muslim, dan dirinya adalah non Muslim sehingga amalan-amalannya tidak akan memberikan manfaat jika berbeda agama, apalagi dirinya tidak paha sama sekali dengan apa yang dilakukannya. Dikarenakan Koh I Lei merasa telah mendapatkan ketenangan hati dengan melakukan ritual tirakatan, maka Koh I Lei mulai sedikit demi sedikit belajar tentang arti bacaan-bacaan yang diucapkannya saat mengunjungi kuburan.</p>
<p>Dari sini dapat dimaklumi bahwa Koh I Lei belum mengerti tentang hakikat ritual-ritual yang dilakukannya dalam pandangan Islam yang benar, karena beliau belum memeluk Islam dan melakukannya pun hanya ikut-ikutan ditambah dengan sedikit ketenangan yang didapatkannya setelah mengamalkannya. Semuanya hanya tinggal proses hingga beliau menemukan jalan yang benar.<br />
Namun juga, Koh I Lei mengisahkan bahwa selama melakukan amalan dari kuburan yang satu hingga kuburan yang lainnya, beliau tidak pernah sekali pun bermaksud meminta sesuatu kepada penghuni kubur, dan seperti yang telah dijelaskan, Koh I Lei hanya menginginkan sedikit ketenangan hati saat mengerjakannya. Maka, Koh I Lei pun meneruskan upayanya untuk memahami Islam secara benar melalui berbagai macam cara.</p>
<p><strong>Liku-Liku Mendapatkan  Hidayah Islam</strong><br />
Terdapat kisah yag menarik untuk diungkap bahwa suatu kali dalam masa-masa Koh I I Lei belajar tata cara ibadah ummat Islam, beliau sedang mengalami kesulitan untuk menghafal dan mengerti makna Surah Al Fatihah dalam waktu yang lama, hingga pada suatu hari Koh I Lei bermimpi dikejar-kejar seseorang yang hendak mencelakai beliau, dan entah bagaimana Koh Iei seketika itu juga mampu membaca Surah Al Fatihah secara lengkap. Kejadian mimpi ini berlagsung sebanyak tiga kali berturut-turut hingga beliau pun kini menghafalnya dengan baik.</p>
<p>Begitu pula dengan kisah beliau dalam upayanya menghafal dan mengerti surah-surah lainnya seperti An Naas, Al Falaq, Al Ikhlas, dan Ayat Kursi. Koh I Lei mampu menghafal keempat surah tersebut dengan terlebih dahulu memimpikannya. Hafalan Surah Koh I I Lei  tersebut bertahan selama kurang lebih lima tahun dan selanjutnya beliau sedikit demi sedikit mempelajari tata cara praktik ibadah shalat dengan kemampuan yang ada padanya, semampunya.<br />
Buku-buku Islami mulai beliau baca, tuntunan-tuntunan ibadah ummat Islam mulai beliau pelajari, syiar-syiar keislaman berupa ceramah-ceramah dari salah seorang da’i kondang asal kota Bandung yang terkenal dengan manajemen Qalbunya mulai beliau ikuti, dan kebiasaan-kebiasaan Islami lainnya yang pada akhirnya membawa Koh I Lei kepada ajaran Islam.</p>
<p>Dikisahkan pula bahwa saat dirinya masih berstatus mahasiswa dan mendapatkan tugas KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Kecamatan Gatak, beliau tinggal di sebuah lingkungan yang didominasi santri-santri pondok pesantren. Koh I Lei  pun mulai mengajarkan materi-materi keolahragaan kepada masyarakat santri yang ada di sana. Dan tak mustahil pula bahwa Koh I Lei  hidup dalam lingkungan yang ditampakkan padanya suasana kehidupan Islami, tanpa ada hiburan, yang ada hanyalah pengajian dan suara adzan. Inilah yang kiranya menggugah hati beliau.</p>
<p>Masih ada lagi, yakni tentang pergaulannya dengan kawan-kawannya yang Muslim di KONI cabang Yogyakarta yang menurut penuturan Koh I Lei  sangat mengedepankan rasa toleransi dan menghormati kepada orang lain yang berbeda agama. Sikap yang baik kepada orang lain yang ditunjukkan oleh kawan-kawannya yang beragama Islam inilah yang membuat Koh I Lei simpati kepada ummat Islam.</p>
<p>Berbeda halnya dengan yang didapatkannya saat datang ke Gereja dahulu saat sang pendeta berkata dengan perkataan yang kurang pantas tentang adzan yang dikumandangkan di masjid yang terletak dekat gereja, menurut Koh I Lei ini merupakan sikap yang kurang pantas karena kita tinggal di Indonesia yang beragam suku dan agama di dalamnya yang menurut Koh I Lei seharusnya mengedepankan sikap toleransi dan saling menghormati. Liku-liku perjalanan hidup beliau itu djalani dalam kurun waktu sekitar dua belas tahun lamanya hingga Koh I Lei pun memeluk agama Islam pada tahun 2003 silam.</p>
<p><em>Bersambung</em>&#8230;&#8230;</p>
<p>Posted on http://fadhlyoke.wordpress.com</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-weight:bold;font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Pendahuluan</span><span style="font-weight:bold;font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Sudah lama kiranya saya tidak menulis sebuah catatan untuk dimuat di blog kesayangan saya ini. </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Kaku rasanya jari ini untuk menari di atas tuts komputer. </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Dan akhirnya pada kesempatan kali inilah saya diberi kelonggaran oleh ALLAH untuk sedikit berbagi kisah dan faidah yang kiranya dapat bermanfaat bagi diri saya pribadi dan para pembaca semuanya.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi kisah tentang perjalanan hidup seorang insan dalam mencari petunjuk jalan hidupnya menuju kedamaian hati, ketenangan jiwa dan jalan keselamatan, berupa jalan Islam. Kisah ini saya dapat saat saya mengikuti pengajian rutin yang diadakan oleh Persatuan Islam Tiong Hoa Indonesia (PITI) pada </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">dua hari yang lalu</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> (13 September 2009) di Masjid Kampus UGM,. Awalnya saya sama sekali tidak bermaksud mengikuti pengajian tersebut, karena saya hanya berniat untuk shalat Ashar di maskam (akronim dari masjid Kampus). Selepas saya melaksanakan shalat, seorang laki-laki yang nampaknya bertidak sebagai pembawa acara pengajian segera duduk di meja yang sudah tertata di depan posisi Imam. Laki-laki tersebut mengumumkan bahwa sebentar lagi akan diadakan pengajian rutin dari PITI, yang akan disampaikan oleh Bapak Koh Ilei (Kosasih Setiadi), seorang warga keturunan Tiong Hoa yang telah memeluk Islam yang akan mengisahkan perjalanan hidup beliau dalam menemukan hidayah keislaman. Saya pun akhirnya tertarik dan penasaran dengan apa yang akan menjadi topik bahasan pengajian tersebut.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Bapak Koh I Lei adalah seorang laki-laki keturunan Tiong Hoa, berusia sekitar 45 tahun dan bermukim di Yogyakarta. Beliau mengisahkan awal perjalanan hidup beliau dalam mencari pedoman hidup yang sebenar-benarnya sesuai ajaran ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.  Beliau kini aktif dalam sebuah komunitas PITI (Persatuan Islam Tiong Hoa Indonesia). Beliau pun aktif dalam mengisi forum-forum kajian yang di dalamnya belau bagikan kisah-kisahnya dalam menemukan kedamaian dan kebenaran ajaran agama Islam yang beliau lalui selama bertahun-tahun lamanya. Berikut kisahnya.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-weight:bold;font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Latar Belakang Keluarga dan Masa Muda Koh I Lei sebagai Ummat Kristiani</span><span style="font-weight:bold;font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Beliau terlahir dalam sebuah keluaga keturunan Tiong Hoa yang memeluk agama Kristen. Seperti halnya seorang anak pada umumnya, maka Koh I Lei pun secara otomatis memeluk agama yang diwariskan oleh kedua orang tuanya. Koh I Lei hidup dalam bimbingan keluarga yang memeluk agama Kristen seara taat dan orang tua beliau memasukkannya ke Sekolah Minggu di Gereja saat masih berusia kanak-kanak, dan aktif dalam Pemuda Gereja saat menginjak usia remaja.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Layaknya anak-anak dan pemuda pada umumnya yang masih malas-malasan untuk beribadah, Koh I Ilei pun demikian. Pergi ke Gereja untuk beribadah  seperti ummat Kristiani kebanyakan merupakan rutinitas yang membuatnya bosan dan tidak menarik sama sekali. Ada suatu kisah yang dituturkan beliau bahwa Koh I Lei mau datang ke Gereja hanya karena di Gereja terdapat kebiasaan untuk mengisi  kantong yang berisi uang (layaknya kotak infaq), dan Koh I Lei muda seringkali dititipi sejumlah uang oleh orang tua beliau untuk dimasukkan ke dalam kantong tersebut, namun Koh I Lei hanya memasukkan tangannya ke dalam kantong, dengan tetap menggenggam uang yang ada pada tangannya, tanpa memasukkannya ke dalam kantong dan beliau gunakan uang tersebut untuk uang saku pribadinya. </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Itulah salah satu alasan mengapa Koh I Lei muda masih tetap pergi ke Gereja.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Beliau kisahkan pula bahwa salah satu alasan lain untuk berangkat ke Gereja adalah karena ajakan teman-temannya sesama ummat Kristiani untuk sekadar melihat gadis-gadis cantik yang datang ke Gereja. Namun, gadis-gadis cantik Gereja tak mampu menaklukkan Koh I Lei sehingga jadilah beliau sebagai serang pemeluk agama Kristen yang kurang taat beribadah.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Nampaknya, hal inilah (keadaan beliau di waktu muda terhadap gereja) yang ALLAH atur jalan hidup beliau sehingga Koh I Lei mudah untuk mencari jati dirinya yang sebenarnya, mencari kebenaran petunjuk hidup. Namun, hidayah semata-mata datangnya dari ALLAH, dan Dia berkehendak atas segala sesuatu.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-weight:bold;font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Perkenalan dengan Aliran Kejawen</span><span style="font-weight:bold;font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Hingga menginjak dewasa, layaknya orang-orang keturunan Tiong Hoa lainnya yang mudah untuk bergaul Koh I Lei pun pandai bergaul dengan semua orang, termasuk orang-orang Islam yang beliau kenal di bangku kuliah saat menempuh penddikan di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY. Dari pergaulannya dengan beberapa orang Islam, Koh I Lei sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang sejatinya bertentangan dengan ajaran Islam yakni ritual-ritual Kejawen (Islam jawa) seperti Ilmu Kanuragan (bela diri dengan ilmu hitam), Tirakatan, semedi, dan amalan-amalan lain yang sejatinya mengandung kesyirikan, namun dikarenakan hanya mengikut kebiasaan teman sepergaulan beliau saja, Koh I Lei pun nampaknya rajin melakukan ritual dalam aliran Kejawen tersebut seperti tirakat di makam Imogiri (makam para raja Yogya).</span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Yang beliau ingin dapatkan hanya ketenangan dan ketentraman hati yang kiranya mampu menghilangkan penatnya kehidupan. Dan akhirnya, dalam keadaan beliau masih berstatus sebagai seorang Kristiani, Koh I Lei pun ikut-ikutan saja. Dan seperti diketahui, bahwa ritual-ritual tersebut tentunya menggunakan amalan-amalan Islam, namun digunakan tidak pada tempatnya seperti membaca Surah Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas di atas kuburan orang yang dianggap memilik karamah (keutamaan)</span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Dikisahkan pula bahwa suatu saat Koh I Lei mengunjungi makam ajudan Sultan Agung yang sering menuntun kuda dan membawakan air wudhu bagi sang Sultan. Di sana penjaga makam membacakan Surah Al Fatihah, An Naas, dan Al Falaq dan Al Ikhlas. Koh I Lei pun hanya mengikutinya tanpa tahu menahu makna bacaannya dan hanya membaca dari tulisan latin pada buku do’a. </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Hingga suatu kali, salah seorang teman Koh I Lei menegurnya bahwa ritual-ritual tersebut tidak ada manfatnya karena yang berada di dalam makam adalah seorang Muslim, dan dirinya adalah non Muslim sehingga amalan-amalannya tidak akan memberikan manfaat jika berbeda agama, apalagi dirinya tidak paha sama sekali dengan apa yang dilakukannya. Dikarenakan Koh I Lei merasa telah mendapatkan ketenangan hati dengan melakukan ritual tirakatan, maka Koh I Lei mulai sedikit demi sedikit belajar tentang arti bacaan-bacaan yang diucapkannya saat mengunjungi kuburan.</span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Dari sini dapat dimaklumi bahwa Koh I Lei belum mengerti tentang hakikat ritual-ritual yang dilakukannya dalam pandangan Islam yang benar, karena beliau belum memeluk Islam dan melakukannya pun hanya ikut-ikutan ditambah dengan sedikit ketenangan yang didapatkannya setelah mengamalkannya. Semuanya hanya tinggal proses hingga beliau menemukan jalan yang benar.</span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Namun juga, Koh I Lei mengisahkan bahwa selama melakukan amalan dari kuburan yang satu hingga kuburan yang lainnya, beliau tidak pernah sekali pun bermaksud meminta sesuatu kepada penghuni kubur, dan seperti yang telah dijelaskan, Koh I Lei hanya menginginkan sedikit ketenangan hati saat mengerjakannya. Maka, Koh I Lei pun meneruskan upayanya untuk memahami Islam secara benar melalui berbagai macam cara.</span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-weight:bold;font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Liku-Liku Mendapatkan  Hidayah Islam</span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Terdapat kisah yag menarik untuk diungkap bahwa suatu kali dalam masa-masa Koh I I Lei belajar tata cara ibadah ummat Islam, beliau sedang mengalami kesulitan untuk menghafal dan mengerti makna Surah Al Fatihah dalam waktu yang lama, hingga pada suatu hari Koh I Lei bermimpi dikejar-kejar seseorang yang hendak mencelakai beliau, dan entah bagaimana Koh Iei seketika itu juga mampu membaca Surah Al Fatihah secara lengkap. Kejadian mimpi ini berlagsung sebanyak tiga kali berturut-turut hingga beliau pun kini menghafalnya dengan baik.</span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Begitu pula dengan kisah beliau dalam upayanya menghafal dan mengerti surah-surah lainnya seperti An Naas, Al Falaq, Al Ikhlas, dan Ayat Kursi. Koh I Lei mampu menghafal keempat surah tersebut dengan terlebih dahulu memimpikannya. Hafalan Surah Koh I I Lei  tersebut bertahan selama kurang lebih lima tahun dan selanjutnya beliau sedikit demi sedikit mempelajari tata cara praktik ibadah shalat dengan kemampuan yang ada padanya, semampunya.</span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Buku-buku Islami mulai beliau baca, tuntunan-tuntunan ibadah ummat Islam mulai beliau pelajari, syiar-syiar keislaman berupa ceramah-ceramah dari salah seorang da’i kondang asal kota Bandung yang terkenal dengan manajemen Qalbunya mulai beliau ikuti, dan kebiasaan-kebiasaan Islami lainnya yang pada akhirnya membawa Koh I Lei kepada ajaran Islam. </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Dikisahkan pula bahwa saat dirinya masih berstatus mahasiswa dan mendapatkan tugas KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Kecamatan Gatak, beliau tinggal di sebuah lingkungan yang didominasi santri-santri pondok pesantren. </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Koh I Lei  pun mulai mengajarkan materi-materi keolahragaan kepada masyarakat santri yang ada di sana. Dan tak mustahil pula bahwa Koh I Lei  hidup dalam lingkungan yang ditampakkan padanya suasana kehidupan Islami, tanpa ada hiburan, yang ada hanyalah pengajian dan suara adzan. Inilah yang kiranya menggugah hati beliau.</span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Masih ada lagi, yakni tentang pergaulannya dengan kawan-kawannya yang Muslim di KONI cabang Yogyakarta yang menurut penuturan Koh I Lei  sangat mengedepankan rasa toleransi dan menghormati kepada orang lain yang berbeda agama. Sikap yang baik kepada orang lain yang ditunjukkan oleh kawan-kawannya yang beragama Islam inilah yang membuat Koh I Lei simpati kepada ummat Islam. </span></p>
<p class="0" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="0"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Berbeda halnya dengan yang didapatkannya saat datang ke Gereja dahulu saat sang pendeta berkata dengan perkataan yang kurang pantas tentang adzan yang dikumandangkan di masjid yang terletak dekat gereja, menurut Koh I Lei ini merupakan sikap yang kurang pantas karena kita tinggal di Indonesia yang beragam suku dan agama di dalamnya yang menurut Koh I Lei seharusnya mengedepankan sikap toleransi dan saling menghormati. Liku-liku perjalanan hidup beliau itu djalani dalam kurun waktu sekitar dua belas tahun lamanya hingga Koh I Lei pun memeluk agama Islam pada tahun</span></p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/845/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=845&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/09/15/sepenggal-hikmah-dari-koh-i-lei-muallaf-tiong-hoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/09/journey-image-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">journey-image-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Link] Download Ebook Kuliah Jurusan Fisika</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/09/07/link-download-ebook-kuliah-jurusan-fisika/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/09/07/link-download-ebook-kuliah-jurusan-fisika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 02:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nickafdhal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Download Center]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[ebook]]></category>
		<category><![CDATA[fisika]]></category>
		<category><![CDATA[fisika dasar]]></category>
		<category><![CDATA[fmipa]]></category>
		<category><![CDATA[halliday]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[kalkulus]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[physics]]></category>
		<category><![CDATA[resnick]]></category>
		<category><![CDATA[scientist]]></category>
		<category><![CDATA[serway]]></category>
		<category><![CDATA[ugm]]></category>
		<category><![CDATA[universitas]]></category>
		<category><![CDATA[university]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=839</guid>
		<description><![CDATA[Tahun akademik yang baru bagi mahasiswa Jurusan Fisika telah dimulai. Oleh karena itu,  saya sajikan beberapa link e-book materi-materi kuliah yang dibutuhkan oleh mahasiswa di Jurusan Fisika yang akan menunjang proses belajar bagi mahasiswa baru dan mahasiswa tingkat pertama dalam meningkatkan pemahaman materi kuliah.
Ebook-ebook yang saya sajikan link-nya merupakan e-book yang banyak tersedia di wesbite-website [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=839&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-840" title="pdf-logo" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/09/pdf-logo.jpg?w=152&#038;h=152" alt="pdf-logo" width="152" height="152" />Tahun akademik yang baru bagi mahasiswa Jurusan Fisika telah dimulai. Oleh karena itu,  saya sajikan beberapa link e-book materi-materi kuliah yang dibutuhkan oleh mahasiswa di Jurusan Fisika yang akan menunjang proses belajar bagi mahasiswa baru dan mahasiswa tingkat pertama dalam meningkatkan pemahaman materi kuliah.</p>
<p>Ebook-ebook yang saya sajikan link-nya merupakan e-book yang banyak tersedia di wesbite-website file sharing dan hanay saya kumpulkan menjadi satu agar memudahkan dalam pencarian.</p>
<p>Diharapkan pula bagi mahasiswa tahun pertama di Jurusan Fisika untuk berkonsultasi dengan dosen dalam mempelajari ebook-ebook tersebut dikarenakan silabus yang diajarkan terdpat beberapa perbedaan dengan silabus kuliah Jurusan Fisika di Indonesia.</p>
<p>File yang tersedia terbagi menajdi dua, yakni berekstensi .pdf dan .DJvu . untuk file berekstensi .djvu, anda dapat mendownload djvu readernya di<br />
<a href="http://rapidshare.com/files/11050628/DJVU_reader.rar">DJvu Reader</a></p>
<p>Masih terdapat banyak ebook-ebook lain yang tersedia, namun saya mencukupkan untuk menantumkan link-linknya di sini. Selebihnya dapat Anda cari di</p>
<p><a href="http://esnips.com">Esnips</a><br />
<a href="http://rapidlibrary.com">Rapidlibrary</a><br />
<a href="http://4shared.com"></a><br />
<a href="http://scribd.com">Scribd</a><br />
<a href="http://www.arab-eng.org/vb/forumdisplay.php?f=79">Forum Insinyur Arab</a></p>
<p>atau yang lainnya</p>
<p>Berikut adalah daftar link ebook yang tersedia :</p>
<p><span id="more-839"></span></p>
<p><a href="http://www.esnips.com/nsdoc/cc373742-a4a9-4af6-97e9-8cf54461e034/?action=forceDL">J. Halliday- Resnick : Fundamental of Physics </a></p>
<p><a href="http://www.esnips.com/nsdoc/1eba72a9-0f6e-40a1-8e21-c420f69c4600/?action=forceDL">Principle of Modern Physics</a></p>
<p><a href="http://www.esnips.com/nsdoc/06f53d6e-bbb4-48e4-aa1e-872f1be0f68e/?action=forceDL">Serway &#8212; Physics for Scientist and Engineers</a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/80871758/1233ca2a/25_Mathematical_Tool_for_Physics.html?s=1">Mathematical Tools for Physics</a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/38725286/9ebfa348/Boas-Mathematical_Methods_In_The_Physical_Sciences.html?s=1">Boas &#8212; Mathematical Methods fos Scientist and Engineers&#8221;</a></p>
<p><a href="http://rapidshare.com/files/97987767/Apostol.-.Calculus._Vol.1_.pdf">Tom Apostol, Calculus Volume 1</a></p>
<p><a href="http://rapidshare.com/files/97990129/Apostol.-.Calculus._Vol.2_.pdf">Rom Apostol, Calculus Volume 2</a></p>
<p><a href="http://rapidshare.com/files/60942728/classical_mechanics_goldstein.rar">Goldstein &#8212; Classical Mechanics </a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/46932861/53889c8e/Lide_DR__ed__Handbook_Of_Chemistry_And_Physics_87Ed_CRC2007__2388s_.html?s=1">Handbook of Chemistry and Physics</a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/58742580/a66bd466/Encyclopedia_Of_Chemical_Physics_And_Physical_Chemistry.html?s=1">Encyclopedia_Of_Chemical_Physics_And_Physical_Chemistry</a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/64368709/d329ae21/Fundamental_University_Physics_-_Alonso__Finn.html?s=1">Alonso &amp; Finn &#8212; Fundamental University Physics</a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/11781556/3c3106d8/Feynman_Lectures_on_Physics_Volume_1.html?s=1">Feynman &#8212; Lectures on Physics Vol.1</a></p>
<p><a href="http://www.esnips.com/nsdoc/1f904150-5e89-45d4-89c8-e46b4dc45121/?action=forceDL">Arfken &amp; Weber &#8212; Mathematical Methods for Physicist</a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/46964456/2507326/Mathematical_Physics_Eugene_Butkov.html?s=1">Eugene Butkov&#8211; Mathematical Physics</a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/90510725/640ba1d5/Thermodynamics_and_Statistical_Mechanics_-_W_Greiner__L_Niese__H_Stocker.html?s=1">Kitab Suci Ilmu Termodinamika / Thermodynamics and Statistical Mechanics</a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/93549626/78c0403f/reitz_foundations_of_electromagnetic_theory.html?s=1">Foundation of Electromagnetic Theory</a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/110935999/ff8a5785/jacob_millman_christos_c_halkias_-_microelectronics.html?s=1">Jacob Millman &#8212; Microelectronics</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/839/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=839&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/09/07/link-download-ebook-kuliah-jurusan-fisika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/09/pdf-logo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pdf-logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhir Petualangan Pasien Terakhir</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/30/akhir-petualangan-pasien-terakhir/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/30/akhir-petualangan-pasien-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 16:27:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nickafdhal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[jalal]]></category>
		<category><![CDATA[jalaludin rakhmat]]></category>
		<category><![CDATA[mut'ah]]></category>
		<category><![CDATA[syiah indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=834</guid>
		<description><![CDATA[Pasien Terakhir
Untuk kedua kalinya wanita itu pergi ke dokter Hanung, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin di kota Bandung. Sore itu ia datang sambil membawa hasil laboraturium seperti yang diperintahkan dokter dua hari sebelumnya. Sudah beberapa Minggu dia mengeluh merasa sakit pada waktu buang air kecil (drysuria) serta mengeluarkan cairan yang berlebihan dari vagina (vagina [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=834&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><strong><img class="alignleft size-full wp-image-835" title="say_no_to_syiah" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/08/say_no_to_syiah.gif?w=143&#038;h=120" alt="say_no_to_syiah" width="143" height="120" />Pasien Terakhir</strong></em><br />
Untuk kedua kalinya wanita itu pergi ke dokter Hanung, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin di kota Bandung. Sore itu ia datang sambil membawa hasil laboraturium seperti yang diperintahkan dokter dua hari sebelumnya. Sudah beberapa Minggu dia mengeluh merasa sakit pada waktu buang air kecil (drysuria) serta mengeluarkan cairan yang berlebihan dari vagina (vagina discharge).</p>
<p>Sore itu suasana di rumah dokter penuh dengan pasien. Seorang anak tampak menangis kesakitan karena luka dikakinya, kayaknya dia menderita Pioderma. Disebelahnya duduk seorang ibu yang sesekali menggaruk badannya karena gatal. Di ujung kursi tampak seorang remaja putri melamun, merenungkan akne vulgaris (jerawat) yang ia alami.</p>
<p>Ketika wanita itu datang ia mendapat nomor terakhir. Ditunggunya satu per satu pasien yang berobat sampai tiba gilirannya. Ketika gilirannya tiba, dengan mengucap salam dia memasuki kamar periksa dokter Hanung. Kamar periksa itu cukup luas dan rapi. Sebuah tempat tidur pasien dengan penutup warna putih. Sebuah meja dokter yang bersih. Dipojok ruang sebuah wastafel untuk mencuci tangan setelah memeriksa pasien serta kotak yang berisi obat-obatan.<span id="more-834"></span></p>
<p>Sejenak dokter Hanung menapat pasiennya. Tidakseperti biasa, pasiennya ini adalah seorang wanita berjilbab rapat. Tidak ada yang kelihatan kecuali sepasang mata yang menyinarkan wajah duka. Setelah wawancara sebentar (anamnese) dokter Hanung membuka amplop hasil laboratorium yang dibawa pasiennya. Dokter Hanung terkejut melihat hasil laboratorium. Rasanya ada hal yang mustahil. Ada rasa tidak percaya terhadap hal itu. Bagaimana mungkin orang berjilbab yang tentu saja menjaga kehormatannya terkena penyakit itu, penyakit yang hanya mengenai orang yang sering berganti-ganti pasangan sexual.</p>
<p>Dengan wajah tenang dokter Hanung melakukan anamsese lagi secara cermat.</p>
<p>“Saudari masih kuliah?”<br />
“Masih Dok”<br />
“Semester berapa?”<br />
“Semester tujuh Dok”<br />
“Fakultasnya?”<br />
“Sospol”<br />
“Jurusan komunikasi massa ya?”<br />
Kali ini ganti pasien terkahir itu yang kaget. Dia mengangkat muka dan menatap dokter Hanung dari balik cadarnya.</p>
<p>“Kok dokter tahu?”<br />
“Aah,…….. tidak, hanya barang kali saja!”</p>
<p>Pembicaraan antara dokter Hanung dengan pasien terakhirnya itu akhirnya seakan-akan beralih dari masalah penyakit dan melebar kepada persoalan lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah penyakit itu.</p>
<p>“Saudari memang penduduk Bandung ini atau dari luar kota?”</p>
<p>Pasien terkahirnya itu tampaknya mulai merasa tidak enak dengan pertanyaan dokter yang mulai menyimpang dari masalah-masalah medis itu. Dengan jengkel dia menjawab.</p>
<p>“Ada apa sih Dok …. Kok tanya macam-macam?”<br />
“Aah enggak,… barangkali saja ada hubungannya dengan penyakit yang saudari derita!”</p>
<p>Pasien terkahir itu tampaknya semakin jengkel dengan pertanyaan dokter yang kesana-kemari itu. Dengan agak kesal ia menjawab:</p>
<p>“Saya dari Pekalongan”<br />
“Kost-nya?”<br />
“Wisma Fathimah, jalan Alex Kawilarang 63”<br />
“Di kampus sering mengikuti kajian islam yaa”<br />
“Ya, … kadang-kadang Dok!”<br />
“Sering mengikuti kajian Bang Jalal?”</p>
<p>Sekali lagi pasien itu menatap dokter Hanung.</p>
<p>“Bang Jalal siapa?”<br />
Tanyanya dengan nada agak tinggi.</p>
<p>“Tentu saja Jalaluddin Rahmat! Di Bandung siapa lagi Bang Jalal selain dia… kalau di Yogya ada Bang Jalal Muksin”<br />
“Ya,…. kadang-kadang saja saya ikut”<br />
“Di Pekalongan,… (sambil seperti mengingat-ingat) kenal juga dengan Ahmad Baraqba?”</p>
<p>Pasien terakhir itu tampak terkejut dengan pertanyaan yang terkahir itu, tetapi dia segera menjawab</p>
<p>“Tidak! Siapa yang dokter maksudkan dengan nama itu dan apa hubungannya dengan penyakit saya?”</p>
<p>Pasien terakhir itu tampak semakin jengkel dengan pertanyaan-tanyaan dokter yang semakin tidak mengarah itu. Tetapi justru dokter Hanung manggut-manggut dengan keterkejutan pasien terakhirnya. Dia menduga bahwa penelitian penyakit pasiennya itu hampir selesai.</p>
<p>Akhirnya dengan suara yang penuh dengan tekanan dokter Hanung berkata,</p>
<p>“Begini saudari, saya minta maaf atas pertanyaan-pertanyaan saya yang ngelantur tadi, sekarang tolong jawab pertanyaan saya dengan jujur demi untuk therapi penyakit yang saudari derita,…”</p>
<p>Sekarang ganti pasien terakhir itu yang mengangkat muka mendengar perkataan dokter Hanung. Dia seakan terbengong dengan pertanyaan apa yang akan di lontarkan oleh dokter yang memeriksanya kali ini.</p>
<p>“Sebenarnya saya amat terkejut dengan penyakit yang saudari derita, rasanya tidak mungkin seorang ukhti mengidap penyakit seperti ini”<br />
“Sakit apa Dok?”.</p>
<p>Pasien terakhir itu memotong kalimat dokter Hanung yang belum selesai dengan amat penasaran.</p>
<p>“Melihat keluhan yang anda rasakan serta hasil laboratorium semuanya menyokong diagnosis gonore, penyakit yang disebabkan hubungan sexual”.</p>
<p>Seperti disambar geledek perempuan berjilbab biru dan berhijab itu, pasien terakhir dokter Hanung sore itu berteriak,</p>
<p>“Tidak mungkin!!!”</p>
<p>Dia lantas terduduk di kursi lemah seakan tak berdaya, mendengar keterangan dokter Hanung. Pandang matanya kosong seakan kehilangan harapan dan bahkan seperti tidak punya semangat hidup lagi.</p>
<p>Sementara itu pembantu dokter Hanung yang biasa mendaftar pasien yang akan berobat tampak mondar-mandir seperti ingin tahu apa yang terjadi. Tidak seperti biasanya dokter Hanung memeriksa pasien begitu lama seperti sore ini. Barangkali karena dia pasien terakhir sehingga merasa tidak terlalu tergesa-gesa maka pemeriksaannya berjalan agak lama. Tetapi kemudian dia terkejut mendengar jerit pasien terakhir itu sehingga ia merasa ingin tahu apa yang terjadi.</p>
<p>Dokter Hanung dengan pengalamannya selama praktek tidak terlalu kaget dengan reaksi pasien terakhirnya sore itu. Hanya yang dia tidak habis pikir itu kenapa perempuan berjilbab rapat itu mengidap penyakit yang biasa menjangkiti perempuan-perempuan rusak. Sudah dua pasien dia temukan akhir-akhir ini yang mengidap penyakit yang sama dan uniknya sama-sama mengenakan busana muslimah. Hanya saja yang pertama dahulu tidak mengenakan hijab penutup muka seperti pasien yang terakhirnya sore hari itu. Dulu pasien yang pernah mengidap penyakit yang seperti itu juga menggunakan pakaian muslimah, ketika didesak akhirnya dia mengatakan bahwa dirinya biasa kawin mut’ah. Pasiennya yang dahulu itu telah terlibat jauh dengan pola pikir dan gerakan Syi’ah yang ada di Bandung ini. Dari pengalaman itu timbul pikirannya menanyakan macam-macam hal mengenai tokoh-tokoh Syi’ah yang pernah dia kenal di kota Kembang ini dan juga kebetulan mempunyai seorang teman dari Pekalongan yang menceritakan perkembangan gerakan Syi’ah di Pekalongan. Beliau bermaksud untuk menyingkap tabir yang menyelimuti rahasia perempuan yang ada didepannya sore itu.</p>
<p>“Bagaimana saudari,… penyakit yang anda derita ini tidak mengenali kecuali orang-orang yang biasa berganti-ganti pasangan seks. Rasanya itu tidak mungkin terjadi pada seorang muslimah seperti diri anda. Kalau itu masa lalu saudari baiklah saya memahami dan semoga dapat sembuh, bertaubatlah kepada Allah, … atau mungkin ada kemungkinan lain,…?”</p>
<p>Pertanyaan dokter Hanung itu telah membuat pasien terakhirnya mengangkat muka sejenak, lalu menunduk lagi seperti tidak memiliki cukup kekuatan lagi untuk berkata-kata. Dokter Hanung dengan sabar menanti jawaban pasien terakhirnya sore itu. Beliau beranjak dari kursi memanggil pembantunya agar mengemasi peralatan untuk segera tutup setelah selesai menangani pasien terakhirnya itu.</p>
<p>“Saya tidak percaya dengan perkataan dokter tentang penyakit saya!” katanya terbata-bata.<br />
“Terserah saudari,… tetapi toh anda tidak dapat memungkiri kenyataan yang anda sandang-kan?”<br />
“Tetapi bagaimana mungkin mengidap penyakit laknat tersebut sedangkan saya selalu berada di dalam suasana hidup yang thaat kepada hukum Allah?”<br />
“Sayapun berprasangka baik demikian terhadap diri anda,… tetapi kenyataan yang anda hadapi itu tidak dapat dipungkiri?”</p>
<p>Sejenak dokter dan pasien itu terdiam. Ruang periksa itu sepi. Kemudian terdengar suara dari pintu yang dibuka pembantu dokter yang mengemasi barang-barang peralatan administrasi pendaftaran pasien. Pembantu dokter itu lantas keluar lagi dengan wajah penuh dengan tanda tanya mengetahui dokter Hanung yang menunggui pasien terakhirnya itu.</p>
<p>“Cobalah introspeksi diri lagi, barangkali ada yang salah,… sebab secara medis tidak mungkin seseorang mengidap penyakit ini kecuali dari sebab tersebut”.<br />
“Tidak dokter,… selama ini saya benar-benar hidup secara baik menurut tuntunan syari’at islam,… saya tetap tidak percaya dengan analisa dokter!”.</p>
<p>Dokter Hanung mengerutkan keningnya men-dengar jawaban pasien terakhirnya itu. Dia tidak merasa sakit hati dengan perkataan pasiennya yang berulang kali mengatakan tidak percaya dengan analisanya. Untuk apa marah kepada orang sakit. Paling juga hanya menambah parah penyakitnya saja, dan lagi analisanya toh tidak menjadi salah hanya karena disalahkan oleh paiennya. Dengan penuh kearifan dokter itu bertanya lagi….</p>
<p>“Barangkali anda biasa kawin mut’ah?”</p>
<p>Pasien terakhir itu mengangkat muka.</p>
<p>“Iya dokter!”<br />
“Apa maksud dokter?”<br />
“Itukan berarti anda sering kali ganti pasangan seks secara bebas!”<br />
“Lho,… tapi itukan benar menurut syari’at Islam Dok!”</p>
<p>Pasien terakhir itu membela diri</p>
<p>“Ooo,… jadi begitu,… kalau dari tadi anda mengatakan begitu saya tidak bersusah payah mengungkapkan penyakit anda. Tegasnya anda ini pengikut Syi’ah yang bebas berganti-ganti pasangan mut’ah semau anda. Ya itulah petualangan seks yang anda lakukan. Hentikan itu kalau anda ingin selamat”.</p>
<p>“Bagaimana dokter ini, saya kan hidup secara benar menurut syari’at Islam sesuai dengan keyakinan saya, dokter malah melarang saya dengan dalih-dalih medis”.</p>
<p>Sampai disini dokter Hanung terdiam. Sepasang giginya terkatup rapat dan dari wajahnya terpancar kemarahan yang sangat terhadap perkataan pasien terakhirnya yang tidak punya aturan itu. Kemudian keluarlah perkataan yang berat penuh tekanan.</p>
<p>“Terserah apa kata saudari membela diri,…. Anda lanjutkan petualangan seks anda. Dengan resiko anda akan berkubang dengan penyakit kelamin yang sangat mengerikan itu, dan sangat boleh jadi pada suatu tingkat nanti anda akan mengidap penyakit AIDS yang sangat mengerikan itu,…..atau anda hentikan dan bertaubat kepada Allah dari mengikuti ajaran bejat itu kalau anda menghendaki kesembuhan”.<br />
“Ma…maaf Dok, saya telah membuat dokter tersinggung!”</p>
<p>Dokter Hanung hanya mengangguk menjawab perkataan pasien terakhirnya yang terbata-bata itu.</p>
<p>“Begini saudari,…tidak ada gunanya resep saya berikan kepada anda kalau toh tidak berhenti dari praktek kehidupan yang selama ini anda jalani. Dan semua dokter yang anda datangi pasti akan bersikap sama,…sebab itu terserah kepada saudari. Saya tidak bersedia memberikan resep kalau toh anda tidak mau berhenti”.<br />
“Ba…BBaik Dok,…Insya Allah akan saya hentikan!”</p>
<p>Dokter Hanung segera menuliskan resep untuk pasien yang terakhirnya itu, kemudian menyodorkan kepadanya.</p>
<p>“Berapa Dok?”<br />
“Tak usahlah,…saya sudah amat bersyukur kalau anda mau menghentikan cara hidup binatang itu dan kembali kepada cara hidup yang benar menurut tuntunan yang benar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Saya relakan itu untuk membeli resep saja”.</p>
<p>Pasien terakhir dokter Hanung itu tersipu-sipu mendengar jawaban dokter Hanung.</p>
<p>“Terimah kasih Dok,…permisi!”</p>
<p>Perempuan itu kembali melangkah satu-satu di peralatan rumah Dokter Hanung. Ia berjalan keluar teras dekat bougenvil biru yang sekana menyatu dengan warna jilbabnya. Sampai digerbang dia menoleh sekali lagi ke teras, kemudian hilang di telan keramaian kota Bandung yang telah mulai temaran di sore itu.</p>
<p>Ibnu</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Disalin dari <a href="http://haulasyiah.wordpress.com/2009/08/28/akhir-petualangan-si-pasien-terakhir/">Blog Haulasyiah</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/834/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=834&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/30/akhir-petualangan-pasien-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/08/say_no_to_syiah.gif" medium="image">
			<media:title type="html">say_no_to_syiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Full] Download Audio &#8211; Pembahasan Risalah Ramadhan</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/25/full-download-audio-pembahasan-risalah-ramadhan/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/25/full-download-audio-pembahasan-risalah-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 08:54:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nickafdhal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Download Center]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[
Bismillah,
Berikut khazanah download mp3 yang berkaitan dengan bulan Ramadhan yang bisa anda download untuk didengarkan bersama keluarga tercinta. Pembahasan ini merupakan seri kajian lengkap mengenai hukum-hukum seputar badah puasa ramadhan yang saat ini kita semua jalani.
Diharapkan dengan seri kajian ini, kaum muslimin menjadi lebih mengerti dan dapat mengamalkan ilmu yang didapat dari kajian ini dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=832&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Bismillah,</span></span></p>
<p>Berikut khazanah download mp3 yang berkaitan dengan bulan Ramadhan yang bisa anda download untuk didengarkan bersama keluarga tercinta. Pembahasan ini merupakan seri kajian lengkap mengenai hukum-hukum seputar badah puasa ramadhan yang saat ini kita semua jalani.</p>
<p>Diharapkan dengan seri kajian ini, kaum muslimin menjadi lebih mengerti dan dapat mengamalkan ilmu yang didapat dari kajian ini dan menjadikan amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini menjadi lebih terbimbing dengan ilmu, Bi Idznillaaahi Ta&#8217;ala.<span id="more-832"></span></p>
<p><a href="http://www.esnips.com/doc/5733e98a-506f-426a-8686-b28a300734f7/Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-1" target="_blank"> Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-1</a></p>
<p><a href="http://www.esnips.com/doc/361d76d6-244a-4381-bd43-829fcab384eb/Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-2/" target="_blank"> Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-2</a></p>
<p><a href="http://www.esnips.com/doc/20cf6904-69e2-411f-bfea-bf0942d683e6/Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-3/" target="_blank"> Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-3</a> <a href="http://www.esnips.com/doc/e6c6c720-3191-41db-94a3-f6abc949b725/Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-4/" target="_blank"> </a></p>
<p><a href="http://www.esnips.com/doc/e6c6c720-3191-41db-94a3-f6abc949b725/Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-4/" target="_blank">Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-4</a> <a href="http://www.esnips.com/doc/6c3a1562-afc2-4cbf-a553-d4f7cf76a5d1/Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-5/" target="_blank"> </a></p>
<p><a href="http://www.esnips.com/doc/6c3a1562-afc2-4cbf-a553-d4f7cf76a5d1/Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-5/" target="_blank">Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-5</a><a href="http://www.esnips.com/doc/5a740527-57fd-423e-b3a7-10fcf5d18ab6/Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-6/" target="_blank"> </a></p>
<p><a href="http://www.esnips.com/doc/5a740527-57fd-423e-b3a7-10fcf5d18ab6/Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-6/" target="_blank">Pembahasan-Tuntas-Risalah-Ramadhan-6</a></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Semoga bermanfaat. Semoga Allah Ta’ala memberkahi <a href="http://ashthy.wordpress.com/" target="_blank">Ahmad Abu Bakrah Al Makassari</a> yang telah membagi file ini, barokallahu fiih. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dari </span></span><a href="http://sunniy.wordpress.com/">Abu Harun Bekasi</a></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/832/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=832&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/25/full-download-audio-pembahasan-risalah-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa-Fatwa Seputar Hisab dan Ru&#8217;yah</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/20/fatwa-fatwa-seputar-hisab-dan-ruyah/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/20/fatwa-fatwa-seputar-hisab-dan-ruyah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 08:06:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nickafdhal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=829</guid>
		<description><![CDATA[FATWA-FATWA AL-LAJNAH AD-DA’IMAH LIL BUHUTS AL-’ILMIYAH WAL IFTA’ 
(KOMITE TETAP UNTUK RISET ‘ILMIAH DAN FATWA)
Kerajaan Saudi ‘Arabia
TERKAIT MASALAH RU`YAH &#8211; HISAB UNTUK PENENTUAN RAMADHAN DAN ‘IDUL FITHRI
Fatwa no 2031(juz XII / halaman 115)
Soal : Bagaimana cara menentukan awal bulan pada setiap bulan qamariyyah ?
Jawab : Hadits-hadts yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menunjukkan bahwasanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=829&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-830" title="earth_moon" src="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/08/earth_moon.gif?w=255&#038;h=300" alt="earth_moon" width="255" height="300" />FATWA-FATWA AL-LAJNAH AD-DA’IMAH LIL BUHUTS AL-’ILMIYAH WAL IFTA’ </strong></p>
<p><strong>(KOMITE TETAP UNTUK RISET ‘ILMIAH DAN FATWA)</strong></p>
<p><strong>Kerajaan Saudi ‘Arabia</strong></p>
<p>TERKAIT MASALAH RU`YAH &#8211; HISAB UNTUK PENENTUAN RAMADHAN DAN ‘IDUL FITHRI</p>
<p>Fatwa no 2031(juz XII / halaman 115)</p>
<p>Soal : Bagaimana cara menentukan awal bulan pada setiap bulan qamariyyah ?</p>
<p>Jawab : Hadits-hadts yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menunjukkan bahwasanya apabila hilal telah berhasil dilihat/diru`yah oleh orang yang terpercaya setelah terbenamnya Matahari pada malam tiga puluh pada bulan Sya’ban, atau berhasil diru`yah oleh beberapa orang terpercaya pada malam tiga puluh dari bulan Ramadhan, maka ru’yah yang dia lakukan bisa diterima dan dengan itu bisa diketahui awal bulan (Ramadhan dan Syawwal). Tanpa perlu memperhatikan lama Bulan (hilal) berada diufuk setelah tenggelamnya Matahari, baik itu 20 menit, atau kurang darinya, ataupun lebih. Yang demikian itu karena tidak ada satupun hadits shahih yang menunjukan suatu batasan menit tertentu untuk berapa lama jarak waktu terbenamnya Bulan setelah terbenamnya Matahari. Dan Majelis Hai’ah Kibaril ‘Ulama di Kerajaan Saudi Arabia telah menyepakati apa yang telah kami sebutkan di atas.</p>
<p>وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.</p>
<p>Fatwa nomor 386 (Juz XII / Halaman 133-134)</p>
<p>Soal : Bolehkah seorang muslim memulai waktu berpuasa (Ramadhan) dan mengakhirinya (’Idul Fithri) berdasarkan Hisab Falaki, atau haruskah dengan cara ru`yatul hilal?<br />
<span id="more-829"></span><br />
Jawab : Syari’at Islam adalah syari’at yang mudah, hukum-hukumya bersifat universal, berlaku bagi seluruh umat manusia dan jin dengan berbagai status sosial mereka, baik dari kalangan orang-orang yang berilmu maupun dari kalangan yang tidak bisa baca tulis, baik mereka yang tinggal di perkotaan maupun di pelosok desa. Dengan keragaman itulah Allah telah memberi kemudahan bagi mereka dalam cara mengetahui waktu-waktu ibadah mereka. Allah telah menjadikan berbagai tanda yang bisa dikenali oleh siapapun terkait dengan masuk dan keluarnya waktu-waktu ibadah mereka. Misalnya, Allah menjadikan tenggelamnya matahari sebagai tanda masuknya waktu maghrib dan juga sebagai tanda telah keluarnya waktu ashar. Allah menjadikan hilangnya mega (cahaya merah setelah matahari tenggelam) sebagai tanda masuknya waktu isya. Allah juga telah menjadikan ru`yatul hilal &#8211; setelah hilangnya Bulan pada akhir bulan (yakni Bulan mati)- sebagai tanda awal bulan (qomariyah) dan berakhirnya bulan sebelumnya. Allah tidak membebani kita untuk mengetahui awal masuknya bulan qomariyah itu dengan suatu cara yang tidak diketahui kecuali oleh segelintir manusia, yakni dengan ilmu astronomi atau ilmu Hisab Falaki.</p>
<p>Karena itulah telah ada dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang mensyari’atkan ru`yatul hilal dan menyaksikannya sebagai tanda dimulainya waktu bershaum Ramadhan bagi kaum muslimin dan untuk mengakhiri shaumnya (’Idul Fithri) juga dengan cara melihat hilal (ru`yatul hilal) Syawwal. Demikian pula cara yang sama dalam menetapkan ‘Iedul Adha dan hari ‘Arafah.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>{ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ }</p>
<p>“Maka barangsiapa di antara kalian yang telah menyaksikan/melihatnya (hilal Ramadhan) maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” Al-Baqarah : 185</p>
<p>Allah Ta’ala juga berfirman:</p>
<p>{ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ }</p>
<p>“Mereka bertanya kepadamu tentang hilal-hilal itu. Katakanlah bahwa hilal-hilal itu untuk menentukan waktu-waktu bagi manusia dan juga menentukan waktu haji”. Al-Baqarah : 189</p>
<p>Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>« إذا رأيتموه فصوموا وإذا رأيتموه فأفطروا فإن غم عليكم فأكملوا العدة ثلاثين »</p>
<p>“Jika kalian telah berhasil melihat hilal (Ramadhan) maka laksanakanlah shaum Ramadhan, dan jika telah berhasil melihat hilal (Syawwal) maka ber’Idul Fithrilah. Jika kalian terhalangi melihatnya maka sempurnakanlah bilangan bulannya menjadi 30 hari”.</p>
<p>Maka beliau ‘alaihish shalatu was salam mensyariatkan dalam memulai waktu puasa berdasarkan kepastian ru`yatul hilal Ramadhan, dan ber’Idul FIthri berdasarkan kepastian ru`yatul hilal Syawwal. Beliau tidak mengaitkan penentuan hal tersebut dengan Hisab Astronomi dan peredaran bintang-bintang.</p>
<p>Di atas cara inilah penerapan yang berlangsung pada masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan masa para Khulafa`ur Rasyidin, demikian pula pada masa para imam yang empat, dan pada tiga generasi pertama dari kalangan umat ini yang telah dipersaksikan keutamaan dan kebaikannya oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka menetapkan bulan-bulan qamariyah dengan merujuk kepada ilmu astronomi dalam memulai ibadah dan juga ketika mengakhirinya, meninggalkan cara ru`yatul hilal, merupakan kebid’ahan yang tidak ada kebaikan padanya, dan tidak ada landasannya dari syari’at.</p>
<p>Kerajaan Arab Saudi berpegang dengan tuntunan yang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan generasi salafus shalih berada di atasnya, baik dalam penentuan waktu bershaum dan ‘Idul Fithri, dalam berhari raya, dalam penentuan waktu haji, dan dalam menentukan waktu untuk ibadah-ibadah lainnya, yaitu dengan cara ru`yatul hilal.</p>
<p>Hakikat kebaikan puncak segala bentuk kebaikan adalah dengan mengikuti jejak para salaf dalam urusan agama, dan hakikat kejelekan puncak segala bentuk kejelekan terdapat dalam bid’ah yang diada-adakan dalam agama ini.</p>
<p>Semoga Allah menjaga kami dan anda serta kaum muslimin semuanya dari berbagai fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi. Hanya kepada Allahlah kita memohon petunjuk. Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para shahabatnya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/829/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=829&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/20/fatwa-fatwa-seputar-hisab-dan-ruyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2009/08/earth_moon.gif?w=255" medium="image">
			<media:title type="html">earth_moon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Agar Anak Anda Tidak Menjadi Teroris</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/19/tips-agar-anak-anda-tidak-menjadi-teroris/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/19/tips-agar-anak-anda-tidak-menjadi-teroris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nickafdhal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=826</guid>
		<description><![CDATA[Betapa hancur hati kedua orang tua, tatkala dikabarkan kepada mereka ternyata anaknya &#8211; yang selama ini dikenal sebagai anak baik-baik dan pendiam &#8211; terciduk oleh aparat kepolisian karena terlibat jaringan terorisme. Orang tua yang lain pun shock begitu mendengar anaknya tewas dalam aksi peledakan. Sementara itu, teman-temannya serasa tidak percaya mendengar berita bahwa anak yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=826&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" title="5930_145937761109_594566109_3371696_5581655_n" src="../files/2009/08/5930_145937761109_594566109_3371696_5581655_n.jpg?w=300" alt="5930_145937761109_594566109_3371696_5581655_n" width="210" height="168" />Betapa hancur hati kedua orang tua, tatkala dikabarkan kepada mereka ternyata anaknya &#8211; yang selama ini dikenal sebagai anak baik-baik dan pendiam &#8211; terciduk oleh aparat kepolisian karena terlibat jaringan terorisme. Orang tua yang lain pun shock begitu mendengar anaknya tewas dalam aksi peledakan. Sementara itu, teman-temannya serasa tidak percaya mendengar berita bahwa anak yang selama ini mereka kenal sebagai anak baik, supel, dan ramah, ternyata terlibat aksi terorisme!!</p>
<p>Demikianlah, betapa menyedihkan, ternyata jaringan terorisme telah berhasil menyeret anak-anak baik dari putra-putra kaum muslimin dalam aksi biadab yang bertentangan dengan agama dan akal sehat tersebut.</p>
<p>Tentunya, kita bertanya-tanya bagaimana anak-anak muslimin bisa terseret jaringan terorisme? Melalui pintu apa terorisme bisa masuk ke alam pikiran mereka sehingga mereka tertarik dan mau mengikutinya?<br />
<span id="more-826"></span><br />
Pembaca, kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah …</p>
<p>Akar munculnya terorisme adalah dari paham sempalan khawarij. Suatu paham ekstrim dalam beragama, yang membuahkan sikap merasa benar sendiri, kemudian serampangan dalam memahami dan mengamalkan dalil-dalil syari’at lepas dari bimbingan para ‘ulama, yang berujung kepada pengkafiran semua pihak yang bertentangan dengan pendapatnya, termasuk mengkafirkan pemerintah kaum muslimin.</p>
<p>Gerakan terorisme yang pertama kali muncul dalam sejarah Islam adalah di akhir masa Khilafah ‘Utsman bin ‘Affan Radhiyallah ‘anhu, yang diprakarsai oleh seorang Yahudi, Abdullah bin Saba`, dengan menampilkan slogan keadilan dan benci kezhaliman. Sebagai korban pertama kali adalah sang khalifah Utsman bin ‘Affan sendiri! Kemudian semakin gencar pada masa Kekhalifahan ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallah ‘anhu, yang beliau sendiri pun menjadi korban aksi terorisme tersebut. Merekalah kelompok sempalan khawarij, yang tumbuh menggerogoti dan menghancurkan Islam. Di atas paham mengkafirkan orang-orang yang bertentangan dengan mereka, dan berlanjut menghalalkan darah mereka. Terutama pemerintah muslimin, yang telah mereka vonis sebagai pemerintah kafir. Itu semua mereka lakukan atas nama agama.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam jauh-jauh hari telah memberitakan kemunculan kelompok sesat ini, lengkap dengan ciri-ciri dan sifat-sifatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>سَيَخْرُجُ فيِ آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الأَسْنَانِ سُفَهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ مِنْ قَوْلِ خَيْرِ البَرِيَّةِ يَقْرَءُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ</p>
<p><em>&#8220;Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang muda-muda umurnya, pendek akalnya. Mereka mengatakan ucapan sebaik-baik manusia. Mereka membaca Al Qur’an, tapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah menembus binatang buruannya.&#8221;</em> <strong>[HR. Al Bukhari 3611, 5057, 6930; Muslim 1066]</strong></p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyifati mereka sebagai:</p>
<p>هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَ الْخَلِيْقَةِ</p>
<p><em>&#8220;Mereka adalah sejahat-jahat makhluk.&#8221;</em> [HR. Muslim 1067]</p>
<p>Maka apabila pada anak-anak kaum muslimin ada kecenderungan mengkritisi pemerintah muslimin, selalu menentang kebijakan pemerintah muslimin, bahkan berani memvonis kafir terhadap pemerintah muslimin tanpa bimbingan para ‘ulama, maka hati-hati dan waspadalah! Ini merupakan bibit paham takfir (mudah mengkafirkan kaum muslimin), yang merupakan benih awal untuk seseorang berani menghalalkan darah pemerintah muslimin dan siapapun yang mereka anggap membela dan mendukung pemerintah. Pada ujungnya, mengantarkan mereka untuk berani melakukan aksi kekerasan yang dilabeli sebelumnya sebagai jihad. Inilah awal mula seorang terseret dalam aksi terorisme.</p>
<p>Kaum muslimin rahimakumullah…</p>
<p>Kesalahfatalan berikutnya, yang pada ujungnya menghantarkan anak-anak kaum muslimin untuk tertarik dengan gerakan terorisme adalah semangat berjihad yang besar dan kebencian yang besar terhadap orang-orang kafir, namun tidak disertai dengan pemahaman yang benar tentang apa itu jihad, bagaimana aturan Islam tentang masalah jihad, serta orang kafir manakah yang boleh untuk diperangi?</p>
<p>Tidak diragukan lagi, bahwa jihad merupakan puncak Islam yang tertinggi. Orang-orang kafir adalah musuh-musuh Islam yang harus dibenci dan diperangi oleh kaum muslimin. Namun, dalam agama Islam ada aturan dan tuntunan yang harus dipahami dengan benar dan tidak boleh dilanggar. Hal inilah yang tidak dipahami dengan baik oleh mereka yang terlibat dalam aksi terorisme tersebut. Karena memang di antara sifat dan ciri-ciri mereka adalah pendek akalnya dan cupet (Bhs. Jawa: dangkal) cara pandangnya. Tak heran bila aksi terorisme (baca: kebodohan) yang mereka lakukan tersebut merusak citra Islam dan mencemarkan nama baik kaum muslimin, terkhusus lagi nama baik orang-orang yang istiqamah di atas agamanya.</p>
<p>Sebagai contoh, bahwa dalam syari’at Islam tidak semua orang kafir boleh dibunuh.</p>
<p>Kafir Dzimmi, Kafir Mu’ahad, Kafir Musta’min dalam Islam jiwanya terlindungi tidak boleh dibunuh. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الجَنَّةِ وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا</p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu’ahad, maka dia tidak akan mencium aroma wangi al Jannah (surga). (Padahal) sesungguhnya aroma wangi al jannah itu didapati (tercium) sejauh perjalanan 40 tahun.&#8221;</em> [HR. Al-Bukhari 3166, 6914; An-Nasa`i 4764; Ibnu Majah 2736; Ahmad V/36]</p>
<p>Adapun orang kafir yang boleh diperangi dan dibunuh adalah kafir harby, yaitu orang-orang kafir yang memerangi muslimin, tidak ada antara muslimin dengan mereka perjanjian, dzimmah, tidak pula jaminan keamanan.</p>
<p>Kita perlu waspada pula, apabila seorang mulai kagum dan mengidolakan tokoh-tokoh teroris semacam Usamah bin Laden, Aiman Azh-Zhawahiri, seraya menganggapnya sebagai tokoh ‘ulama besar yang diikuti ucapan dan fatwa-fatwanya. Sebagai contoh, pelaku peledakan bom Bali yang bernama Imam Samudra. Dia menganggap tokoh-tokoh teroris panutannya diatas sebagai ‘ulama dan menyejajarkannya dengan para ‘ulama besar Ahlus Sunnah. Padahal sifat dasar para khawarij pelaku aksi teror tersebut adalah sama sekali lepas dari bimbingan para ‘ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil syari’at.</p>
<p>Lebih rumit lagi, orang-orang yang terlibat dalam jaringan terorisme, ternyata bukanlah orang-orang yang jauh dari agama. Sebaliknya mereka adalah orang yang zhahirnya sangat dekat kepada agama, menampakkan syi’ar-syi’ar Islam dalam penampilan dan pakaian mereka, dan sangat rajin beribadah. Bahkan aksi teror yang mereka lakukan tersebut diyakini dalam rangka memperjuangkan Islam dan merupakan bagian dari ajaran Islam!!</p>
<p>Kaum muslimin rahimakumullah…</p>
<p>Sikap komitmen terhadap ajaran agama, berpegang teguh kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah merupakan sikap yang harus kita jalankan. Tidak boleh bagi kaum muslimin untuk menjauh atau apriori terhadap Islam dan bimbingan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Namun sikap berpegang teguh terhadap agama tersebut harus berdasarkan manhaj (metode pemahaman) yang benar, dengan bimbingan para ‘ulama sejati dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Alhamdulillah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah meninggalkan umatnya di atas petunjuk yang sangat jelas. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menegaskan:</p>
<p>وَايْمُ اللهِ قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا وَنَهَارُهَا سَوَاءٌ</p>
<p><em>&#8220;Demi Allah, aku tinggalkan kalian di atas (agama) yang terang benderang. Kondisi malam dan siangnya sama.&#8221;</em> <strong>(HR. Ibnu Majah no.5. Ash-Shahihah no.688)</strong></p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga telah menggariskan manhaj yang benar dalam memahami dan mengaplikasikan agama ini, yaitu dengan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:</p>
<p>فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتَلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian (sepeninggalku), dia akan mendapati perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang dengan sunnah (bimbingan)ku dan sunnah para khulafa’ rasyidin sepeninggalku. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian.&#8221;</em> <strong>(Abu Dawud 4607, At-Tirmidzi 2676. Ash-Shahihah no. 937)</strong></p>
<p>Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda tentang jalan yang benar dalam memahami Islam:</p>
<p>مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي</p>
<p><em>Jalan/Prinsip yang Aku (Rasulullah) berada di atasnya dan juga para shahabatku.</em> <strong>(At-Tirmidzi 2641, Ath-Thabarani I/256. Ash-Shahihah 203, 204)</strong></p>
<p>Jika kita tidak memperhatikan prinsip di atas, akan menyebabkan salah dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil agama yang membuahkan sikap ekstrim dan menyimpang dalam beragama.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mencela sikap ekstrim tersebut dalam sabda beliau:</p>
<p>هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ، هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ، هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ</p>
<p><em>&#8220;Binasalah orang-orang yang ekstrim, binasalah orang-orang yang ekstrim, binasalah orang-orang yang ekstrim.&#8221;</em> <strong>(Muslim 2670)</strong></p>
<p>Dikirim oleh webmaster www.salafy.or.id, Sabtu 15 Agustus 2009, kategori Aqidah<br />
Penulis: Redaksi Assalafy.org</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/826/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=826&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/19/tips-agar-anak-anda-tidak-menjadi-teroris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/08/5930_145937761109_594566109_3371696_5581655_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">5930_145937761109_594566109_3371696_5581655_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download E-Book Kuliah FMIPA</title>
		<link>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/08/download-e-book-kuliah-fmipa/</link>
		<comments>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/08/download-e-book-kuliah-fmipa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 15:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nickafdhal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Download Center]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhlyoke.wordpress.com/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrahmaanirrahiim&#8230;
Diberitahukan bagi para pengunjung blog saya ini yang menghendaki adanya download materi-materi kuliah berupa E-book Fisika Dasar, Kimia Dasar, Kalkulus 1 &#38; 2 , dan Mata Kuliah-mata kuliah di FMIPA lainnya, maka Insya ALLAH akan saya unggahkan di blog ini dalam waktu dekat.
Saya tidak dapat menguploadnya sekarang karena keterbatasan akses internet saat ini,dan juga karena banyaknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=823&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bismillaahirrahmaanirrahiim&#8230;</p>
<p>Diberitahukan bagi para pengunjung blog saya ini yang menghendaki adanya download materi-materi kuliah berupa E-book Fisika Dasar, Kimia Dasar, Kalkulus 1 &amp; 2 , dan Mata Kuliah-mata kuliah di FMIPA lainnya, maka Insya ALLAH akan saya unggahkan di blog ini dalam waktu dekat.</p>
<p>Saya tidak dapat menguploadnya sekarang karena keterbatasan akses internet saat ini,dan juga karena banyaknya e-book yang harus saya upload.</p>
<p>Insya ALLAH yang akan saya upload adalah e-book-ebook kuliah di semester pertama, kedua, dan ketiga kuliah saya di Jurusan Fisika Universiats Gadjah Mada.</p>
<p>Sekitar satu tahun yang lalu saya juga pernah mengupload e-book-ebook kuliah, namun file-file terseut telah terhapus dari direktori uplaoder yang saya gunakan sehingga saya berniat mengupload kembali.</p>
<p>Mohon pengertian dan maklum adanya.</p>
<p>Terima Kasih.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadhlyoke.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadhlyoke.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadhlyoke.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadhlyoke.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadhlyoke.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadhlyoke.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadhlyoke.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadhlyoke.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadhlyoke.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadhlyoke.wordpress.com/823/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadhlyoke.wordpress.com&blog=4097309&post=823&subd=fadhlyoke&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhlyoke.wordpress.com/2009/08/08/download-e-book-kuliah-fmipa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nickafdhal</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>