Ketentuan Jama’ Shalat Ketika Hujan

Pertanyaan:

عند نزول المطر نرى اختلاف الناس في الجمع بين المغرب والعشاء في المساجد. فماهو ضابط الجمع بين الصلاتين عند نزول المطر ؟

“Ketika turun hujan, kami melihat terjadi perbedaan di antara manusia dalam hal menjama’ shalat Maghrib dan ‘Isya’ di masjid-masjid. Bagaimana ketentuan yang benar dalam menjamak dua shalat ketika turun hujan?”

Syaikh Sa’ad Al Khatslan -hafizhahullah- menjawab:

لايشرع الجمع بين الظهر والعصر وبين المغرب والعشاء عند نزول المطر إلا عند وجود الحرج والمشقة بترك الجمع ، ولما استسقى النبي صلى الله عليه وسلم في خطبة الجمعة مطر الناس أسبوعاكاملا ولم ينقل أنه صلى الله عليه وسلم كان يجمع طيلة أيام الأسبوع ، ومن علامة وجود المشقة أن يكون لنزول هذا المطر أثر في دنيا الناس فتقل حركة الناس والسيارات في الشوارع مثلا، وتغلق بعض المحلات التجارية بسب المطر ونحو ذلك

Baca lebih lanjut

Kisah Mujahidin yang Murtad Akibat Tergoda Wanita

Ibnu Katsir -rahimahullah- berkata dalam Al Bidayah wa An Nihayah:

 

في سنة ثمان وأربعين ومائتين توفى عبده بن عبد الرحيم قبحه الله وكان هذا الشقي من المجاهدين كثيراً في بلاد الروم!

 

فلما كان في بعض الغزوات والمسلمون محاصرو البلدة من بلاد الروم,إذ نظر إلى امرأة من نساء الروم في ذلك الحصن

 

Di tahun 247 H, telah wafat seseorang yang bernama Abduh bin Abdurrahim -semoga Allah membinasakannya-. Dia adalah mantan pasukan yang berjihad di negeri Romawi.

 

Suatu ketika di salah satu penyerbuan pasukan umat Islam di suatu daerah yang termasuk bagian negeri Romawi, Abduh bin Abdurrahim melihat seorang gadis Romawi dari atas bentengnya.

 

فهويها فراسلها ما السبيل إلى الوصول إليك ؟ فقالت:إن تتنصر وتصعد إلى!

فأجابها إلى ذلك!

Kemudian ia berkata kepada gadis itu:

 

“Bagaimanakah caranya agar aku bisa memilikimu?”

 

Gadis itu menjawab:

“Jika engkau masuk agama Nasrani, barulah engkau bisa memilikiku.”

 

Kemudian Abduh bin Abdurrahim menerima syarat tersebut dengan menjadi Nasrani -na’udzubillahi min dzalik-

 

فما راع المسلمون إلا وهو عندها؟ فاغتم المسلمون بسبب ذلك غماً شديداً,وشق عليهم مشقة عظيمة فلما كان بعد مدة مروا عليه وهو مع تلك المرأة في ذلك الحصن فقالوا :

 

يافلان ما فعل قرآنك؟مافعل عملك؟ما فعل صيامك؟ ما فعل جهادك؟

 

Tidaklah pasukan umat Islam melakukan penyerbuan, kecuali mereka mendapati Abduh bin Abdurrahman sedang bersama gadis tersebut. Melihat Abduh bin Abdurrahim terlena dengan gadis pujaannya, pasukan umat Islam menjadi sedih dengan kesedihan yang mendalam. Suatu saat dalam sebuah peperangan yang dahsyat, pasukan umat Islam melewati tempat Abduh bin Abdurrahim dan mereka mendapati ia sedang bersama gadisnya di dalam bentengnya. Pasukan umat Islam berkata:

 

“Wahai Fulan, apa yang telah engkau perbuat dengan bacaan Al Qur’anmu? Apa yang telah engkau perbuat dengan amal-amalmu? Apa yang telah engkau perbuat dengan puasamu? Apa yang telah engkau perbuat dengan jihadmu?”

 

 

قال : اعلموا أنى نسيت القران إلا قوله

 

” ربما يود الذين كفروا لو كانوا مسلمين ذرهم يأكلوا ويتمتعوا ويلههم الأمل فسوف يعلمون”

 

وقد صار لي فيهم مال وولد؟!”

 

البداية والنهاية لابن كثير 11/68

 

Abduh bin Abdurrahim berkata:

“Ketahuilah! Sungguh aku telah lupa bacaan Al Qur’an kecuali firmanNya:

 

“Orang-orang yang kafir itu nanti di akhirat menginginkan, kiranya mereka dahulu di dunia menjadi orang-orang muslim. Biarkanlah mereka di dunia ini makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan kosong, kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan mereka.” ~Al Hijr 2-3

 

“Dan aku telah mendapatkan harta serta anak keturunan dari mereka orang-orang Nasrani.”

 

~Al Bidayah wa Nihayah 11/68, diterjemahkan oleh @mnmfadly

 

Kita berlindung kepada Allah dari kemurtadan dan kita memohon agar istiqomah sebagai muslim sampai akhir hayat.

Sudah Lama ‘Ngaji’ Tapi Kok Pesta Pernikahannya Tidak Syar’i?

Tadi malam sehabis bubaran kelas fiqih PSDI, seperti biasanya saya ngobrol dengan ustadz kami. Ustadz bercerita bahwa ada salah satu murid pengajiannya yang besok akan menikah, namun ustadz tidak berkenan menghadiri pestanya, lantaran akan diselenggarakan secara tidak syar’i.

Lalu ustadz pun mengeluhkan fenomena yang banyak terjadi di kalangan orang yang sudah lama ‘ngaji’ tentang lemahnya mereka dalam mempertahankan idealisme agamanya di hadapan calon mertua ketika merencanakan pesta pernikahan. Baca lebih lanjut

Tips Buang Air Kecil di Urinoir

Saya paling sebel jika harus buang air kecil di urinoir/urinal (tempat buang air kecil berdiri bagi laki-laki) karena susah untuk cébok.

Beberapa tahun lalu, masih banyak urinoir ‘tradisional’ yang menyediakan kran/tombol di atasnya sehingga setelah selesai buang air kecil, kita tinggal putar kran atau pencet tombol itu lalu keluarlah air untuk cebok sepuasnya.

Sekarang, hampir semua urinoir di tempat-tempat umum menggunakan sensor inframerah yang tidak mengeluarkan air untuk cebok. Jadi, urinoir ini mengeluarkan air sesaat sebelum kita buang air kecil dan mengeluarkan air lagi saat kita sudah pergi dari hadapan urinoir. Terus gimana ceboknya? Gak cebok.

Setelah googling sana sini, ada beberapa tips agar tetap bisa cebok saat berada di urinoir bersensor:

Baca lebih lanjut

Salah Kaprah Maw’idzhatul Hasanah

Dalam berbagai kesempatan, jika seseorang diminta menyampaikan ceramah, dia menyebutnya sebagai َالْمَوْعِظَةِ الْحَسَن yang diartikan pengajaran yang baik seperti dalam surah An Nahl:125.

Ia tidak peduli pada isi ceramah yang disampaikannya. Entah sekadar berbagi kisah, cerita politik, atau hanya cerita ngalor-ngidul yang dikait-kaitkan dengan urusan agama.

Padahal, menurut Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam menafsirkan makna َالْمَوْعِظَةِ الْحَسَن adalah:

Baca lebih lanjut

Berubah Kafir dalam Sehari

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah melakukan amalan shalih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap.

Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir.

Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” ~HR. Muslim

Pelajaran dari hadits tersebut setidaknya ada dua:
Baca lebih lanjut

Aib-aib Digital

Jika Anda punya banyak aib-aib di masa lalu dan sekarang sudah berubah namun semua itu masih tercantum di internet, segaralah lakukan ‘track back’ dan hapus satu persatu. Jangan biarkan facebook, twitter, wordpress, blogspot, atau yang lain tetap menyimpan memori kelam Anda dengan rapi, bahkan sepeninggal Anda mati.

Contohnya para wanita muslimah yang sekarang sudah berjilbab, segera hapus foto-foto seronok Anda di masa lalu yang pernah dipajang di manapun di internet ini. Atau foto-foto bersama mantan pacar, posting-posting alay, dan jejak-jejak buruk yang lainnya.

Baca lebih lanjut