Awas! Ada Traffic Light di Jogja!

Sekitar satu tahun belakangan ini saya menyempatkan diri pulang pergi Brebes-Yogyakarta untuk mengisi waktu sembari mempersiapkan diri menjelang test masuk Universitas Gadjah Mada (dan sekarang Alhamdulillaah saya telah resmi menjadi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada-Biidznillaahi Ta’ala).

Sisi lain yang saya amati dari kota Yogyakarta selain suasanya kota yang nyaman, aman, dan warganya yang bersahabat dan ramah adalah kondisi lalu lintas perkotaan di kota Yogyakarta. Lalu lintasnya begitu padat (walaupun tidak sepadat di kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung atau Surabaya) dan didominasi oleh kendaraan roda dua (sepeda motor).

Bayangkan, ruas jalan yang tidak terlalu lebar (kira-kira empat sampai lima meter saja) setiap hari harus dijejali dengan ribuan atau bahkan jutaan sepeda motor. Selain padatnya sepeda motor, sudah pasti suhu di jalanan akan sangat membakar kulit.

Tapi, itu belum seberapa. Hal yang tidak kalah membuat kondisi lalu lintas menjadi tidak keruan adalah karena banyak sekali Traffic Light di seantero Jogja. Mungkin hal ini disebabkan karena jalan raya di Jogja yang relatif pendek dan sempit sehingga menimbulkan banyak sekali persimpangan jalan. Sudah barang tentu, Traffic Light-lah solusinya. Kalu mau dihitung secara merata, kira-kira mungkin sekitar 100 meter, ada Traffic Light.

Tapi, beda Traffic Light di Jogja dengan Traffic Light yang ada di kota-kota yang pernah saya singgahi adalah lamanya (durasi) Traffic Light itu menyala merah pertanda berhenti dan Traffic Light menyala hijau pertanda jalan terus.

Traffic Light di Jogja (terutama di ruas jalan protokol) menyala merah bisa sampai 3 menit dan menyala hijau hanya sekitar 25 detik saja. Bayangkan, kalau ada 10 Traffic Light dalam satu kali perjalanan, maka waktu kita akan terbuang 30 menit untuk menunggu di depan garis Zebra Cross.

Bagi Anda yang ingin ke Jogja dengan menggunakan mobil atau sepeda motor untuk kemudian berniat berkeliling di jalanan Jogja, perlu Anda ketahui beberapa titik Traffic Light yang durasinya terhitung sangat lama, yaitu:

1. Perempatan Wirobrajan, Persimpangan antara Jalan R.E Martadinata dan Jalan Pierre Tendean
2. Perempatan Kantor Pos Besar, Persimpangan antara Jalan Ahmad Dahlan dan Jalan Senopati
3. Perempatan Senopati, Persimpangan antara Jalan Senopati dengan BrigJend Katamso
4. Perempatan Taman Parkir Malioboro (Persimpangan antara Jalan Mataram dan Jalan Pasar Kembang)
5. Perempatan Mirota Kampus (Persimpangan antara Jalan C. Simanjuntak dan Jalan Kaliurang UGM)
6. Perempatan Tugu Muda, persimpangan antara Jalan Pangeran Mangkubumi dan Jalan Jend. Sudirman.
7. Pertigaan UIN Yogyakarta.

Tujuh titik Traffic Light tersebut menyala merah rata-rata berdurasi sekitar 100 detik atau lebih dan menyala hijau rata-rata berdurasi sekitar 30 detik saja. Itu sebatas apa yang saya ketahui dan yang pernah saya lalui di jalanan kota Yogyakarta. Apabila terdapat kekurangan itu dikarenakan ketidak tahuan saya.

Intinya, perlu kesabaran yang ekstra bagi para pengemudi mobil dan sepeda motor untuk menyusuri jalanan kota Yogyakarta. Apabila Anda adalah tipikal orang yang tidak sabar, maka solusi terbaik adalahdengan menggunakan sepeda mengingat dengan sepeda anda bisa melaju bebas hambatan di jalanan atau jalan kaki saja dengan risiko bercucuran keringat, lelah, dan haus yang amat sangat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s