Ramadhan yang Kurindukan

Ramadhan yang Kurindukan

Ramadhan yang Kurindukan

Disalin dari : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah

Disunting Oleh : Muhammad Nikmatul Mu’minin Fadhly As Salafy ( nick_afdhal@yahoo.com )

Romadhon sudah diambang pintu. Semua lapisan masyarakat muslim menyambut datangnya bulan penuh berkah ini dengan segala kegembiraan, dan sukacita. Wajah-wajah mereka ceria karena kerinduan yang mendalam ingin bertemu dengan “Bulan Romadhon” . Mereka ingin mengisi hari-hari berkah ini dengan amal sholeh, baik itu berupa sholat tarawih, membaca Al-Qur’an,bershodaqoh, berdzikir, membantu kaum muslimin, memberi makan para
fakir-miskin, menyiapkan buka puasa, dan sebagainya.

Agar Romadhon semakin indah dan bernilai di sanubari kita, alangkah baiknya jika kita mengetahui dan mengkaji bersama diantara fadhilah dan keutamaan bulan suci nan berkah ‘Romadhon’. Keutamaan dan fadhilah Romadhon telah dibeberkan oleh Allah
dan Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dalam Al-Qur’an dan Sunnah
sebagai berikut:

Bulan Al-Qur’an

Satu perkara yang sulit dilupakan oleh kaum muslimin bahwa Al-Qur’an
turun di bulan Romadhon, tepatnya malam Lailatul Qodar. Allah menurunkan
Al-Qur’an di bulan suci ini karena keutamaan yang tinggi baginya, dan hikmah.

Allah -Ta’ala- berfirman,

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Romadhon, bulan yang di
dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia,
dan penjelasan mengenai petunjuk itu, serta pembeda (antara yang haq
dengan yang batil)”. (QS. : Al-Baqoroh: 185 )

Al-Hafizh Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy-rahimahullah- berkata :

“Allah-Ta’ala- memuji Bulan Puasa (Romadhon) diantara bulan-bulan lainnya dengan memilih Romadhon diantara bulan-bulan itu untuk diturunkan Al-Qur’an yang agung (di dalamnya); sebagaimana halnya Dia mengkhususkan Romadhon dengan hal itu, maka sungguh ada sebuah hadits datang (menyebutkan) bahwa Romadhon adalah bulan yang diturunkan di dalamnya
Kitab-Kitab Allah kepada para nabi “. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (1/292)]

Sebagai penguat bagi ucapan Ibnu Katsir -rahimahullah- , Nabi-Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda
“Shuhuf Ibrahim diturunkan di malam pertama Romadhon; Taurat diturunkan
pada 7 Ramadhan; Injil diturunkan pada 14 Ramadhan; Zabur diturunkan
pada tanggal 19 Ramadhan; Al-Qur’an diturunkan pada 25 Ramadhan”. [HR.
Ahmad dalam Al-Musnad (4/107), Abdul Ghoniy Al-Maqdisiy dalam Fadho’il
Romadhon (53/1), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq (2/167/1).
Di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Shohih As-Siroh (hal.90)]

Faedah : Hadits ini merupakan bantahan -dari segi sejarah- atas orang
yang meyakini bahwa Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Romadhon !!! Adapun
bid’ahnya Nuzulul Qur’an, maka akan datang pembahasannya, Insya Allah!

Bulan Pengampunan Dosa

Setiap mukmin amat mengharapkan ampunan dosa dari Allah, karena ia tahu
bahwa hisab di hari akhir amat dahsyat. Dengan kehadiran Romadhon,
kesempatan besar untuk bertaubat, dan mendapatkan ampunan sangat lebar.
Amat celakalah seorang yang memasuki Romadhon, tapi ia enggan bertaubat
dan beramal sholeh yang akan menjadi sebab dosanya diampuni.

Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu- berkata:

“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- naik ke atas mimbar seraya
bersabda, “Amiin…amiin…amiin”. Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, engkau
tidak pernah melakukan seperti ini”. Belaiu menjawab, “Jibril -alaihis
salam- berkata kepadaku, “Semoga kecelakaan bagi seorang hamba yang
didatangi oleh bulan Romadhon, namun tidak diberi ampunan”, maka saya
pun berkata, “Amiin”.[HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shohih-nya (3/192),
Ahmad dalam Al-Musnad (2/246 & 254), dan Al-Baihaqiy dalam As-Sunan
(4/204). Di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Adab Al-Mufrod
(646)]

Jadi, seorang yang mau diampuni dosanya, harus menutupi dosanya dengan
amal sholeh di bulan suci ini, seperti membaca Al-Qur’an, mendengarkan
ceramah, puasa, dan sholat tarawih; bukan berhura-hura, dan menghabiskan
waktu dalam perkara sia-sia, apalagi haram, seperti bermain kartu di
bulan Romadhon, ludo, ular tangga, berdusta, berbicara tabu, berzina,
dan lainnya.

Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Romadhon karena beriman dan
mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang lalu” .

[HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (1802), dan Muslim dalam Shohih-nya (175)

Bulan Pengabulan Do’a & Pembebasan dari Siksa Neraka

Seseorang terkadang susah menemukan kondisi yang mustajab sehingga doanya dikabulkan oleh Allah. Namun Allah sebagai Pemberi Nikmat bagipara hamba-Nya yang beriman telah menyiapkan waktu mustajab untuk berdo’a.

Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

“Sesungguhnya Allah pada setiap hari dan malam di bulan Romadhon
memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka; sesungguhnya setiap
muslim memiliki do’a yang ia berdo’a dengannya,lantaran itu do’anya
dikabulkan”. [HR. Al-Bazzar dalam Al-Musnad (3142), dan Ahmad dalam
Al-Musnad (2/254). Syaikh Ali bin Hasan Al-Atsariy men-shohih-kan hadits
ini dalam Shifah Ash-Shoum (hal.24)]

Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

“Jika malam pertama Romadhon datang, maka setan-setan, dan jin-jin
durhaka dibelenggu; pintu-pintu neraka ditutup. Maka tak ada satu
pintu(nya) pun yang terbuka; pintu-pintu surga dibuka. Maka tak ada
suatu pintu pun yang ditutup; Seorang pemanggil memanggil,”Wahai pencari
kebaikan, menghadaplah; wahai pencari kejelekan, berhentilah”. Allah
memiliki hamba-hamba yang dimerdekakan dari neraka. Demikian itu pada
setiap malam”.

HR. At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (682), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (1642). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (1960) ]

Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr Al-Andalusiy-rahimahullah- berkata dalam
At-Tamhid (7/310), “Makna hadits ini menurut saya –Cuma Allah yang lebih
tahu-: Allah melindungi di dalamnya kaum muslimin, atau dominannya dari
maksiat-maksiat. Jadi, setan tidak akan bebas datang kepada mereka
sebagaimana mereka bebas datang di sepanjang tahun”.

Ingat !! Namun kalian jangan menyangka bahwa setan ketika itu tak akan
menggoda dirimu. Ketahuilah, ia akan tetap menggodamu, walaupun tidak
segencar di bulan lain. Isilah hari-harimu dengan ketaatan, jangan
mendekati jalan-jalan kemaksiatan sehingga engkau akan selamat darinya.
Didiklah dirimu di bulan ini menjadi hamba yang taat, bukan hamba yang
durhaka. Jika tidak, maka engkau akan menjadi bahan bakar Jahannam.
Na’udzu billah minannar.

Di dalam Romadhon Terdapat Lailatul Qodar
Diantara keistimewaan umat Islam dibandingkan umat-umat terdahulu,
“sedikit amal, banyak pahala”. Dahulu mereka melaksanakan sholat dan
puasa dengan aturan yang berat, tapi pahala sedikit. Adapun umat Islam,
diberikan fasilitas waktu, dan tempat untuk melipatgandakan amalan
ringan, seperti dalam surat ini:

Allah -Ta’ala- berfirman,

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan
(Lailatul Qodar). Dan tahukan kamu apa malam kemuliaan itu? Malam
kemuliaan itu lebih baik dibandingkan seribu bulan. Pada malam itu, para
malaikat, dan Jibril turun dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala
urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS.
Al-Qodr: 1-5)

Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

“Allah memiliki di bulan Romadhon suatu malam yang lebih baik
dibandingkan 1000 bulan. Barang siapa yang dihalangi (dari kebaikannya),
maka ia akan dihalangi (dari kebaikan)”. [HR. An-Nasa’iy dalam
Al-Mujtaba (2106), dan Ahmad dalam Al-Musnad (7148). Hadits ini
di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib (999)]

Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Barang siapa yang bangun (sholat malam) karena beriman danmengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang lalu” .[HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (1802), dan Muslim dalam Shohih-nya(175)]

Umrah Romadhon Menyamai Haji bersama Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam

Keutamaan umrah seperti ini banyak dilalaikan dan tidak diketahui oleh
mayoritas kaum muslimin. Padahal Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-
bersabda:
“Sesungguhnya umroh di bulan Romadhon menyamai haji bersamaku”

[HR.Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (1764), Muslim dalam Shohih-nya (1256) Abu
Dawud dalam As-Sunan (1988) At-Tirmidziy dalam As-Sunan (939), Ibnu
Majah dalam As-Sunan (2991). Lihat Shohih Al-Jami’ (7547) karya Al-Albaniy]

Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 32 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP: 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s