Ya Sudah, Mas. Dua Ribu Saja!

Dua Lembar Uang Seribu Rupiah

Dua Lembar Uang Seribu Rupiah

Bismilaahirrahmaanirrahiim.
Kejadian ini aku alami saat aku hendak pulang ke kostku di daerah Kauman (dekat Alun-alun Utara Yogya) dari kost Iqbal (temenku) di daerah UGM pada tanggal 10 Agustus 2008 sekitar jam 16.30. Setelah Iqbal mengantarku dengan sepeda motor milik temannya (Enggar) di dekat halte bus TransJogja yang ada di depan Kopma (Koperasi Mahasiswa) UGM, aku pun berjalan ke arah halte tersebut.

Tak beberapa lama, aku pun masuk ke halte dan disapa oleh petugas tiket halte.
“Ya, Mas. Mau kemana?” tanya petugas.
“Ke Ahmad Dahlan, naik bis apa?” jawabku dan balik bertanya.
“Naik 3A (kode bus)”jawab sang petugas.
Maka aku pun mengeluarkan dompet dari sakuku yang isinya (cuma) Rp 52.000 yang berupa satu lembar uang lima puluh ribuan dan dua lembar uang dua ribuan.

“Uang pas, Mas!” perintah petugas halte itu.
Tapi aku mengeluarkan uang lima puluh ribuanku untuk membayar tiket bus yang harganya Rp 3000.
” Gak ada uang pas, Mas. Nih liat sendiri, yang ada cuma 2000. Gimana?” Jawabku.
“Mungkin ditukar dulu di Kopma” kata si petugas halte tersebut yang tampaknya baru saja mengalami kecelakaan karena wajah, tangan, dan kakinya penuh bekas luka yang belum kering.

Aku pun segera keluar menuju kopma UGM yang ada 15 meter di belakang halte TransJogja untuk menukar uang lima puluh ribuanku dengan uang receh. Aku pun meminta kepada kasir Kopma agar menukar uangku itu dengan lima lembar uang sepuluh ribu. Singkat cerita, maka aku pun selesai menukarnya dan kembali ke halte.

“Nih mas!” Ucapku pada petugas halte sambil menyodorkan uang sepuluh ribu
“Waduh, masih tetep gak ada kembaliannya”Jawabnya.

Seketika aku pun bingung. Masa’ aku harus kembali menukar uang sepuluh ribuku ke Kopma padahal bus sudah 200 meter di sebelah utara halte. Maka aku pun mendengar ucapan yang sangat membuat aku kaget.

“Ya sudah, Mas. Dua Ribu Saja!” ucap petugas dengan penuh kasihan karena sebelumnya dia melihat isi dompetku hanya lima puluh dua ribu rupiah saja.

“Ah, yang bener?” tanyaku
“Ya, gak apa-apa”jawabnya
“Nah, terus nanti gimana?”tanyaku
“Gak apa-apa” jawabnya

Dan kebetulan bus sudah bertengger menungguku di depan halte. Aku pun masuk ke dalam bus hanya dengan uang dua ribu rupiah saja (padahal harga tiket bus adalah Rp 3000). Dan ternyata di dalam bus pun tidak ada kursi yang tersisa sehingga aku terpaksa berdiri di dalamnya.

Tapi, tak apa lah. Paling tidak aku masih diberi kemudahan oleh ALLAH Subhanahu wa Ta’ala lewat petugas halte itu karena aku bisa menaiki bus TransJogja hanya dengan uang dua ribu rupiah saja. Aku ucapkan trima kasih dan senoga ALLAh membalas jasa petugas halte itu dengan kebaikan. Aku ucapkan terima kasih juga kepada pemerintah Kota Yoyakarta yang telah sangat baik mempekerjakan seorang petugas halte bus TransJogja yang baik hati menolong seorang pemuda dengan uang pas-pasan sepertiku.

Wallaahu Ta’ala A’lam

Iklan

Satu pemikiran pada “Ya Sudah, Mas. Dua Ribu Saja!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s