Fisika Dasar, Maafkan Aku!

Saya telah melewati satu bulan masa-kuliah di Fisika UGM. Dan tentunya bagi seorang mahasiswa fisika, apalagi UGM, dituntut menguasai mata kuliah Fisika Dasar yang diampu sang dosen. Tapi, bagaimana jika seorang mahasiswa fisika tapi tidak memiliki basic yang kuat dalam pengusaan materi fisika? Saya lah contoh terbaiknya.

Ya, sudah beberapa kali saya mengikuti kelas kuliah Fisika Dasar I yang diampu oleh Yang Mulia, Bpk. Mitrayana, M.Si. PhD, dan sudah beberapa kali pula saya kesulitan mencerna apa yang Dosen saya jelaskan. Sungguh ironis. Entah karena otak saya yang memang sudah disetting sulit menerima mata kuliah Fisika Dasar, ataukah Pak Dosen saya itu lah yang agaknya perlu belajar memahami karakter para mahasiswanya. Entahlah, tapi saya cenderung pada anggapan pertama.

Dalam kelasnya, Pak Mitrayana memakai handbook “ Seri Fisika Dasar : Mekanika : Kinematika dan Dinamika Zarah” karya Prof. Muslim (Rahimahullaah). Buku setebal kira-kira seribu halaman itu dijadikan buku wajib bagi mahasiswanya. Tapi entah kenapa,saya tidak memiliki ketertarikan sama sekali terhadap buku tersebut. Bukan hanya saya, bahkan Pak Mitrayana pun mengakui bahwa buku terebut agak susah untuk dipahami. Kalau sang dosen pun sudah berujar begitu, lantas bagaimana kiranya dengan mahasiswa seperti saya? Wallaahu A’lam

Harus diakui, buku pegangan Fisika Dasar karya Prof. Muslim sungguh sangat menjemukan dan bagi saya, sulit rasanya mempelajari buku yang membuat saya jemu. Sehingga, sampai sekarang setelah kuliah telah berlalu satu bulan pun saya belum memiliki buku tersebut. Daripada saya punya, tapi tidak bisa saya manfaatkan.

Akibatnya, saya kurang dapat megikuti apa yang Pak Dosen saya itu jelaskan di depan kelas. Diwali dengan basic fisika yang nol besar, jenuh dengan penyampaian dosen dan materi di handbook, dan sedikit rasa malas, maka jadilah sekarang ini mungkin hanya 50 % dari materi Fisika Dasar I yang dapat saya serap dan pahami dengan seksama.

Tapi, saya masih bertekad agar di akhir semester ini, saya mendapatkannilai A atau minimal B untuk mata kuliah Fisika Dasar karena saya harus memenuhi target saya di semester ini untuk mendapatkan IPK 3,60. Wow!

Alih-alih belajar Fisika dasar, saya justru lebih sering menulis tulisan-tulisan untuk diposting diblog ini. Pikir saya, dengan menulis diblog ini dapat mengurangi beban pikiran yang ada di benak saya setelah sibuk memeras otak di bangku kuliah. Dan yang lebih aneh lagi adalah saya lebih menyenangi mata kuliah Kimia Dasar I yang diajar oleh Ibu Wega Tri Sunaryanti. Saya berpikir, saya adalah mahasiswa Fisika, tapi kenapa saya lebih senang blogging dan lebih menyenangi mata kuliah Kimia Dasar?

Terkadang saya merasa sangat bersalah kepada diri saya sendiri karena sering kali kehilangan motivasi dan inspirasi untuk belajar. Terlalu banyak masalah mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Walaupunmasalah-masalah saya hanya masalahkecil, tapi tentunya masalah-masalah kecil akan semakinmenumpuk jika tidak dapat segera diselesaikan.

Saya pun seakan bersalah kepada dosen Fisika Dasar I saya, pak Mitrayana, M.Si Ph.D yang telah berjuang dengan sangat keras mengajarkan ilmunya kepada para mahasiswanya walaupun agaknya niat baik pak Mitrayana tersebut belum menemui hasil. Ya, dari 80an mahasiswa yang biasa hadir di kelas pak Mitrayana, saya yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa hanya seperempatnya saja lah yang mampu menerima dengan baik materi fisika dasar I dan sisanya hanya terbengong-bengong sambilpura-pura mencatat di buku mereka masing-masing atau mengcopy file power point pak Dosen.

Terlepas dari itu semua, saya berdoa kepada ALLAH agar memudahkan segala urusan saya di dunia (seperti kuliah ini) dan urusan saya di akhirat . Dan semoga ALLAH senantasa memberikan kekuatan bagi hambaNya yang memiliki keinginan kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

2 thoughts on “Fisika Dasar, Maafkan Aku!

  1. sante aj pa ustad…

    nanti jg bkln dong sendiri kug…

    maklum smuanya buth proses…

    aq jg dl gto…

    ga dong baca fisologi kedokterannya Guyton n Hall

    yg tebalnya mengalhkn ketbalan bantalq…

    wuahahahaha…

    sempt pusg jg,,kt dosenQ dokter tu hrs menguasai yg normal2nya dulu baru bisa tw mana yang abnormal…
    aq yg basicnya org matematika,,lmyn kewalahan jg wat memahami terjemahan bku yg atu ne..yg aslinya in english…

    apa lagi,pas praktikum anatomi pertama kali,,,nama2 latin yang sangat2 begitu asing di telinga para alumnus jurusan IPA wkt SMA pun ga pernh dgr…

    tp lama kelamaan anatomi jd praktikum favoritQ hehe…

    ga jarang q mengjujkn diri wat jad asistenya asdos (nah lo??)
    lmyn bwt nabah nile plus melatih keberanian juga,,itung2 latihan jadi asdos lah wkwkwkwk…

    so let it flow…
    tp bwtQ qt sendri yg menentukn flow itu mw kmna…
    oke pa ustad???wkwkwkwk….

    Insya ALLAH, tan!…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s