Catatan Pulang Kampung

Hari ini (Rabu, 8 Oktober 2008) adalah hari pertamaku memulai kembali lembaran-lembaran kehidupanku di kota rantau tercinta, Yogyakarta, setelah sekitar 12 hari aku pulang kampung ke Brebes dalam rangka libur ‘Iedul Fitri 1429 Hijriah. Perasaanku campur baur antara bahagia dan sedih. Bahagia karena dapat kembali memulai aktivitas seperti kuliah, bertemu teman-teman kuliah, bertemu kembali dengan tetangga-tetangga di kostku, dan beberapa hal lagi yang rasanya membuat diri ini kembali bersemangat.

Sedih, karena harus mengakhiri masa liburan ‘Iedul Fitri yang aku lalui bersama keluargaku di Brebes. Sedih karena masa-masa kebersamaan bersama keluargaku di rumah, teman-temanku di sana, sedih karena harus meninggalkan tanah air Brebes tercinta. Tapi, itulah kehidupan, ada saat untuk memulai dan ada saat mengakhiri.

Banyak yang aku lalui selama aku liburan di Brebes. Dua belas hari itu seakan berlalu tanpa terasa. Rasanya aku menginginkan ada beberapa hari tambahan liburan. Itulah manusia, selalu tidak puas dengan apa yang ia peroleh. Aku bersyukur waktu dua belas hari itu tidak aku sia-siakan. Seperti orang lain pada umumnya, libur Idul Fitri adalah moment yang sangat tepat untuk menjalin lagi tali silaturrahim dengan keluarga, teman-teman lama, dan orang-orang dekat di tanah kelahiran.

Aku pulang ke Brebes tanggal 26 September 2008 tepatnya sekitar pukul 08.00 WIBdan sampai di rumahku sekitar pukul empat sore. Di rumah, ibu dan adik perempuanku telah menuggu. Keesokan harinya, dua orang kakakkudatang dari Jakarta. Kakaku yang laki-laki mengendarai sepedamotor, dan kakakku yang perempuan lebih memilih menggunakan bus dari Jakarta.

Puncaknya saat hari raya, setelah shalat ‘idul Fitri di lapangan sepakbola Larangan, kami sekeluarga pu berkumpul bersama. Aku mengenakan gamis Pakistan berwarna putih yang dua hari sebelumnya dibelikan kakakku di Tegal. Tanpa komando dan aba-aba, masing-masing dari kami langsung menikmati lontong sayur plus opor ayam buatan ibuku. Begitu nikmatnya hidangan lontong sayur plus opor ayam yang hanya tersedia satu tahun sekali di rumahku. Sesaat kemudian, banyak orang yang berkunjung ke rumah. Mulai dari keluarga dekat, tetangga, hingga teman-teman. Aku dan adikku saja lah yang mendapatkan salam tempel karena hanya kami berdua yang masih bersekolah dan belum bekerja. Dua orang kakakku telah bekerja di Jakarta. Tamu-tamu masih berdatangan hingga hari kedua ‘Idul Fitri.

Satu hal yang perlu dicatat saat moment bermaaf-maafan di hari raya, sungguh suatu ujian yang sangat sulit ketika aku harus berhadapan dengan kaum perempuan yang bukan mahram baik yang masih muda atau pun yang sudah ibu-ibu. Yaitu ketika mereka menjulurkan tangannya pertanda meminta bersalaman denganku dan aku membalasnya dengan menguncupkan kedua tanganku di dada tanpa menyentuh tangan mereka.

Itu adalah ujian bagai keistiqomahanku dalam memegang sunnah Rasulullah. Apapun yang terjadi, siapapun yang dihadapi, aturan agama ini tidak boleh luntur hanya karena perasaan tidak enak kepada manusia. Telah jelas bagiku hadist dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya) : “ Seseorang laki-laki yang ditusukkan jarum besi pada kepalanya adalah lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” [Hadits Shahih, Lihat takhrijnya secara panjang lebar dalam “Juz’u Ittiba’ is Sunnah oleh Adl-Dliya Al-Maqdisi Diriwayatkan ar Rauyaani dalam musnadnya dari Ma’qil bin Yasaar dan sanadnya jayyid lihat Silsilah Ahadits ash Shohihah karya Al Albani no 226]

Hari pertama Idul Fitri dilalui dengan suka cita dan perut yang terisi penuh. Hari kedua Lebaran, aku dan kakaku pergi ke keluarga ayahku (semoga ALLAH merahmatinya) yang ada di desa DukuhLo kecamatan Lebaksiu kabupaten Tegal. Di sana ada banyak keluargaku yan telah berkumpul.

Hari ketiga setelah Idul Fitri lebih banyak aku habiskan untuk bersantai-santai di rumah. Namanya juga liburan, maka sudah sepantasnya untuk dihabiskan untuk bersantai ria melupakan sejenak segala kesibukan.

Kesokan harinya, aku pergi ke Tegal yang jaraknya 40 km dari rumahku, untuk menghadiri reuni teman-teman SMA. Di SMA, telah banyak berkumpul teman-teman SMAku dahulu. Kami saling melepas rindu satu sama lain. Tak dapat dipungkiri bahwa masa-masa SMA adalah masa-masa terindah dalam hidupku hingga saat ini. Acara berlangsung hingga sore hari dan aku kembali ke rumah saat malam hari. Hari itu adalah hari yang melelahkan sekaligus membahagiakan karena aku masih bisa bertemu dengan teman-temanku sewaktu SMA dulu.

Tiga hari berikutnya berlalu seperti biasa tanpa kegiatan. KAu hanya bersantai-santai ria di rumah bersama keluargaku semua. Rasanya, liburan 12 hari berlalu sangat cepat dan ingin rasanya menambah masaliburan. Tapi apa hendak dikata, tanggung jawabku sebagai seorang mahasiswa telah menunggu. Aku haus berangkat pada hari selasa malam tanggal 7 Oktober 2008 karena keesokan harinya, yaitu hari ini (8 Oktober 2008) aku harus memulai aktivitasku sebagai seorang mahasiswa. Hari ini aku memulai aktivitas kuliahku dengan semangat baru dan harapan-harapan baru selepas masa rehat dua belas hari di kampun halaman.

One thought on “Catatan Pulang Kampung

  1. indahnya pulang kampung… tetap semangat!

    selamat Idul Fitri 1429H… mohon maaf lahir & batin juga…

    sebagai tambahan, saya membuat tulisan tentang “Idul Fitri, Kembali Fith-rah ataukah Kembali Fith-run?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/10/idul-fitri-kembali-fith-rah-ataukah.html
    (link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link tentang Muhasabah Idul Fitri)

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

    Ya….Terima Kasih atas kunjungannya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s