Diriku Oh Diriku……………..

Inilah yang aku khawatirkan sebelumnya. Ya, kekhawatiranku beberapa bulan yang lalu semenjak aku menyadari betapa banyak fitnah di kehidupan perkuliahan yang akan mebuatku kehilangan semangat dalam menjalankan agama yang haq ini.. Sebelumnya, perlu dijelaskan bahwa fitnah ada dua macam, fitnah syubuhat dan fitnah syahwat. Dan yang kali ini aku rasakan dampaknya begitu besar adalah fitnah syahwat. Fitanh syahwat adalah fitnah berupa ambisi mendapatkan dunia dan segala macam yang ada di dalamnya.

Beberapa bulan yang lalu aku sempat terlibat percakapan dengan seorang Ikhwan Salafy asal Palembang yang bernama Yassir di Dauroh masyayikh Bantul, Agustus 2008. Dalam percakapan itu, kami sempat membahas bagaimana pada akhirnya aku memilih untukmelanjutkan kuliahku di Universitas Gadjah Mada. Dan beliau—semoga ALLAH senantiasa menjaganya–menyayangkan plihan yang aku pilih.

Sebenarnya, kuliah di UGM atau perguruan tinggi negeri lainnya adalah impianku semenjak SMA namun, pada akhirnya, sekitar setahun yang lalu saat aku menyadari bahwa berbagai macam bahaya fitnah yang berbahaya bagi kondisi agamaku telah menungguku di sana. Memang, Mempelajari ilmu untuk kehidupan keduniaan dengan mengenyampingkan kepentingan kehidupan akhirat adalah sebuah pilihan yang sulit bagiku. Walaupun aku tidak bisa berbuat apa-apa selain mau tidak mau aku harus menjalanikehidupanku sebagai mahsiswa dan berusaha “mencintai” apa yang aku jalani, tetap saja keinginan dalam hati ini untuk memperbaiki kondisi agamaku dengan memepalajari ilmu syar’i terus bergelayut dalam angan-angan. Dan mau tidak mau pula aku harus menerima keyataanbahwa aku tidak mampu melakukannya. Dan hasil dari ketidakmampuanku saat ini adalah seperti yang sekarang terjadi pada diriku, aku mengalami futur iman. Imanku menjadi lemah.

Dulu, aku memiliki semangat yang kuat untuk mengerjakan sunnah dan menjauhi segala yang terlarang. Dulu aku sangat bersemangat datang ke majelis-majelis ilmu Ahlussunnah. Dan dulu aku sungguh sangat mencintai syariat agama ini. Namun, kini, semuanya seakan berkurang sedikit demi sedikit seiring waktu berlalu dan sejalan dengan diriku yang tersibukan dengan kehidupan dunia.

Semangatku sedikit demi sedikit mulai luntur untuk menerapkan sunnah dan hidup layaknya ahlussunnah , aku mulai kehilangan semangat untuk menghadiri majelis-majelis ilmu, dan kecintaanku mulai terkikis oleh berbagai macam fitnah yang aku hadapi di bangku kuliah. Aku kehilangan semangat dalam melaksanakan ibadah kepada ALAH.

Betapa tidak, setiap harinya aku harus sibuk kuliah mempelajari ilmu Fisika dengan 60 orang lain yang terdiri dari laki-laki dan perempuan bercampur. Dari sini ada dua masalah yan pertama, aku terlalu tersibukkan oleh aktivitas kuliahku sehingga aku mulai jauh dari ilmu agama. Dan yang kedua, aku harus selalu terjebak dalam dosa ikhtilath setiap hari. Aku teringat nasehta Al Ustadz Luqman bin Muhamamd Ba’abduh dalam suatu rekaman kajian, yang kira-kira berbunyi ;”Bagaimana mungkin ilmu yang kalian (wahai para mahasiswa muslim) dapatkan akan mandapatkan barakah dari ALLAH apabila cara mendapatkannya pun dengan melakukan dosa kepada ALLAH”. Aku membaca hadist dari Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi Wasallam yang berbunyi:
“Siapa yang mempelajari ilmu yang seharusnya dipelajari dalam rangka mengharapkan wajah Allah, namun ternyata mempelajarinya karena ingin beroleh materi dari dunia ini, ia tidak akan mencium wangi surga pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud). Hadist ini Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud.

Aku khawatir dirku termasuk ke dalam orang dalam hadist tersebut yang terancam karena seharusnya aku lebih memepelajari ilmu agama ini, namun ternyaa aku justru sibuk dengan ilmu demi kehidupan duniaku. Sungguh aku merasakan penurunan semangat keimananku semenjak beberapa bulan ini. Selain karena dosa-dosa yang sering aku lakukan sehingga ALLAH pun secara perlahan mencabut cahayaNya dari dalam dadaku, juga karena waktuku aku habiskan untuk sesuatu yang kurang bermanfaat. Al Imam Hasan Al Bashri Rahimahullaah, berkata :
“Termasuk tanda-tanda berpalingnya ALLAH dari seorang hamba adalah ALLAH menjadikan kesibukannya dalam perkara-perkara yang tidak berguna bagi dirinya” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam).

Dan mungkin bukan ALLAHlah yang mulai berpaling dariku, tetapi akulah yang mulai berpaling dari agamaNya. Astaghfirullaahal ‘adziiim. Sungguh aku mersa malu kepada ALLAH dengan kondisi agamaku yang sekarang ini. Aku merasa malu kepada diriku sendiri yang tidak mau belajar menjadi lebih baik. Ibadahku tak seberapa, Ilmu agamaku juga tidak seberapa. Aku sangat jauh untuk dikatakan sebagai seorang alim ataupun seorang abid. Aku membayangkan betapa hina dan rendahnya diriku ini yang telah mulai melupakan ilmu agama. Padahal, Al Imam Ahmad  Ibnu Hanbal berkata : ” Butuhnya manusia akan Ilmu agama ini, melebihi butuhnya akan makanan dan pakaian”

Apa yang aku dapatkan dari nikmatnya mendapatkan hidayah berupa istiqomah di atas Aqidah dan Manhaj Salaf seakan kini tak bisa membuatku memperbaiki diri. Seringkali aku merasa malu untuk menisbahkan diriku sebagai seorang Salafy yang senantiasa istiqomah menjalankan petunujuk ALLAH dan RasulNya. Dan lagi-lagi aku tidak mampu melakukan apa-apa yang seharusnya aku lakukan. Semoga saja terdapat hikmah dari kehidupanku saat ini Sungguh aku tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya berusaha memperbaiki agamaku sebaik mungkin dengan mengaharap taufiq dari ALLAH Azza Wa Jalla. Dan juga aku berdoa agar diberikan umur yang manfaat, yang dengannya aku akan memetik hasilnya di akhirat kelak. Amiin ya Rabbal ‘Alamiin….

“Yaa ALLAH janganlah Engkau bebankan kepadaku beban yang berat sehingga aku tidak mampu memikulnya. Arahkanlah hati ini kepada agamaMu. Kuatkanlah diriku di atas agamaMu yang haq ini. Jadikanlah diriku bersama orang-orang yang Istiqomah menempuh jalan keselamatanMu”

One thought on “Diriku Oh Diriku……………..

  1. Ping-balik: Futur, I Kill You! « Akh Paiman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s