Perjalananku Menemukan Nikmatnya Da’wah Salafiyyah

Sudah lama kiranya aku ingin membagi kisahku menemukan nikmatnya dakwah salafiyyah yang sungguh merupakan sebuah kenikmatan yang Agung yang ALLAH berikan padaku. Yaitu sekitar tiga tahun yang lalu, kira-kira di bulan February 2005, Aku mulai mengenal da’wah Salafiyyah Ahlussunnah wal Jama’ah. Berawal dari  kegemaranku menelusuri dunia maya di Internet dan sedikit bekal agama yang diperoleh dari keluarga, aku mulai tertarik dengan beberapa website  “Islami” karena memang waktu itu aku masih awam terhadap Aqidah dan manhaj Ahlussunnah. Aku pun terbiasa mengunjungi beberapa situs “Islami” di Indonesia itu.

Selain itu,  pendidikan agama di keluarga dan di SDku dulu membuatku mulai tertarik untuk mempelajari syariat agama Islam yang lebih mendalam di SMA dulu, tidak hanya sekadar menjadi seorang Muslim yang biasa saja, tanpa keistimewaan. Di SMA, aku pun mulai bergaul dengan beberapa kawan di lingkungan Rohis sekolah yang membuatku hanyut dalam pergaulan antara aktivis Rohis Sekolah.

Awalnya aku agak rendah diri untuk bergaul dengan kawan-kawanku dahulu di Rohis Sekolah karena aku menyadari bahwa aku tidak sebaik mereka. Perlu diketahui, semenjak SMP, kondisi agamaku sama sekali tidak dapat dikatakan baik. Yang aku tahu saat itu, Islam hanyalah sebuah aturan tentang ibadah mahdah terlepas dari tata cara kehidupan yang Islami. Dan pada asalnya semata-mata karena hidayah dari ALLAH sajalah aku dapat menemukan kebenaran yang haqiqi yang ada dalam Da’wah Salafiyyah.

Saat itu aku masih duduk di SMA kelas satu tepatnya di awal tahun 2005, yaitu saat temanku yang bernama Faiq memberi tahu tentang sebuah website Salafy ( http://www.salafy.or.id ). Pertama kali aku mendengar kata “Salafy”, dahiku pun berkerut tanda keheranan. Aku heran karena kata itu begitu asing di telinga. Tapi, aku pun lantas mulai mengambil ilmu dari website http://www.salafy.or.id tersebut sampai pada akhirnya aku menyadar bahwa inilah ajaran Islam yang murni, sesuai pemahaman Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi Wasallam dan para Shahabat beliau _Ridwanullaahu ‘alaihim Ajma’in. Sebelumnya, aku sempat aktif dalam beberapa halaqoh-halaqoh Tarbiyyah (Ikhwanul Muflisin) di sekolah yang dibawa oleh senior-senior SMA Negeri 1 Tegal. Tubtu Ilallaah.

Maka, setelah beberapa waktu aku mulai mengenal da’wah Salafiyyah melalui website-nya, aku pun melanjutkan unuk mengikuti majelis Ta’lim Salafy yang ada di kota Tegal. Dan aku pun mengutarakan maksudku itu kepada temanku, Faiq, yang pada saat itu terheran-heran mendengar keinginanku mengikuti ta’lim Al Ustadz Muhammad bin Umar As Sewed di Masjid Al Katiri Tegal. Betapa tidak, mungkin sat itu, dia mengira bahwa sungguh suatu yang sangat mengherankan seorang Muhammad Nikmatul Mu’minin Fadhly (dengan kondisi agamanya saat itu) mau mengikuti ta’lim Salafy. Perlu diketahui, bahwa saat itu aku sempat terbawa pengaruh pergaulan orang-orang awam di SMA yang kurang mengenal syariat agama, dan selain itu pun aku masih aktif di halaqoh-halaqoh tarbiyyah (Ikhwanul Muflisin).Sehingga keheranan temanku, Faiq, agaknya dapat dimaklumi.

Aku pun mengikuti ta’lim pertama itu dengan hanya menggunakan kaos oblong kuning dan celana semi jeans yang aku gulung sampai setengah betis. Dapat dibayangkan betapa pakaianku saat tu adalah yang paling berbeda karena peserta Ta’lim yang lain mengenakan gamis, jubah, atau baju koko. Dan sampai saat ini, kalau aku mengingat ta’lim pertamaku dengan kisah kaos oblong kuning merk C59 aku tertawa malu, begitu juga dengan Faiq.

Selain kami berdua, ada lagi teman satu kost sewaktu SMA dulu yang bernama Nurrohman. Kami bertiga berangkat ke masjid Al Katiri Tegal yang letaknya sekitar 1 km dari kostku dengan berjalan kaki. Sesampainya di sana, aku melihat sekumpulan orang dengan memakai gamis, bersarung setengah betis, lengkap dengan jenggotnya. Semoga ALLAH merahmati mereka. Kajian kala itu membahas Syarah Kitabut Tauhid karya Syaikh Abdurrahman Alu Syaikh dan dibawakan oleh Al Ustadz Muhammad dengan penuh hkmah dan aku pun semakin mantap meniti jalan yang lurus ini.

Dari permulaan itulah aku semakin banyak mengetahui hakikat ajaran Islam dari sumber yang benar dan murni, yaitu Al Qur’an dan As Sunnah sesuai pemahaman para Salafusshalih. Dan telah tertanam dalam qalbuku bahwa inilah da’wah yan menuju ke jalan keselamatan yang wajib bagi setiap muslim untuk menempuhnya. ALLAH befirman:

Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya kami Telah menjelaskan ayat-ayat (kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. ( Al An’am : 126)

Dan di tengah kebingunganku saat itu karena banyaknya kelompok-kelompok yang mengatas namakan Islam, ALLAH mengenalkanku pada da’wah Salafy. Dan semakin jelas bgiku bahwasanya jalan Ahlussunnah wal jama’ah sajalah yang akan selamat kelak. Rasulullaah berabda:

“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahli kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tem-patnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-jama’ah.” (HR. Ahmad dan yang lain. Al-Hafidh menggolongkannya hadits hasan)

Dalam riwayat lain disebutkan: “Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu (yaitu) yang aku dan para sahabatku meniti di atasnya.” (HR. At-Tirmidzi, dan di-hasan-kan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ 5219)

Senantiasa ada segolongan dari umatku yang memperjuangkan kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka sehingga datang keputusan Allah.” (HR. Muslim)

Telah terang dalam pandanganku bahwa jalan keselamatan hanya akan dapat diraih dengang meniti jalannya Rasulullah, Shahabat, dan para pendahulu yang Shalih yaitu ajaran yang bersumber pada Kitabullaah wa Sunnatirrasul. Dan tidak akan dicapai kebaikan dalam Islam ini melainkan dengan apa yang telah diamalkan dan diajarkan oleh Rasulullah, shahabat dan Salafusshalih setelahnya.

Dan aku juga memahami bahwa hidup ini adlah amanah dari ALLAhuntuk ditunaikan sebagai ibadah kepadaNya, tidak semata-mata mencari kenikmatan ataupun menggunakanya ntuk hal yang sia-sia. Kehidupanku harus aku optimalkan dalam rangka beribadah kepad ALLAH. ALLAH berfirman : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.(Adz Dzariyat: 56). Sehingga, segala aspek kehidupanku harus diatur dengan syariat agama ini, bukan yang lain. Dan semoga diri yang faqir ini selalu dikuatkan oleh ALAH agar selalu istiqomah memegang prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah hingga ajalku tiba nanti sehingga aku dapat selamat dari fitnah dunia dan adzab ALLAH. Amiin Ya Mujibas Sa’ilin

Guru-Guruku

Selama kurang lebih tiga tahun aku mengenal da’wah Salaf, ada beberapa Astidzah yang aku telah mengkiuti ta’lim bersama mereka secara langsung sehingga semakin menambah kecintaanku kepada ilmu syar’I dan mengokohkanku di atas kebenaran, Semoga ALLAH menjaga mereka semua. Dan dikarenakan inspirasi dari tullisan Al Akh bu Fithrah Rijal, berikut adalah nama-nama Asatidzah Salafiyyah yang aku telah mengambil faedah dari mereka secara langsung antara lain:

  1. Al Ustadz Muhammmad bin Umar As Sewed – Cirebon. Aku bertemu pertama kali saat mengikuti ta’lim pertamaku di masjid Al Katiri Tegal, awal tahun 2005

  2. Al Ustadz Abdush Shomad –Pemalang. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti ta’lim di Jalan Merpati Gang Kenari Tegal tahun 2005.

  3. Al Ustadz Muhammad Affifuddin as Sidawy–Gresik. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti ta’lim selama Ramadhan tahun 2006.

  4. Al Ustadz Syaifudin Zuhri. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti ta’lim di Purwokerto tahun 2006.

  5. Al Ustadz Asasuddin. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti ta’lim di Purwokerto tahun 2006.

  6. Al Ustadz Abu Muqbil Ahmad Yuswaji–Sumpiuh. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti ta’lim di Tegal tahun 2006.

  7. Al Ustadz Abdul Mu’thi’ Al Maidani – Yogyakarta. Aku bertemu beliau pertama kali saat ta’lim di Univeritas Negeri Jakarta, tahun 2007 silam.

  8. Al Ustadz Abu Karimah Asykari bin Jamal Al Bugisi – Balikpapan. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti ta’lim di masjid Al I’tisham Jalan Sudirman Jakarta tahun 2007.

  9. Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh – Jember. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti Daurah Masyayikh Bantul, Agustus 2007.

  10. Al Ustadz Abdul Jabbar –Yogyakarta. Aku bertemu beliau pertama kali saat Dauroh Masyayikh Bantul 2007

  11. Al Ustadz Abdul Haq Al Bantuli – Yogyakarta. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti ta’lim di Yogyakarta tahun 2007.

  12. Al ustadz Abu Umar Ibrahim– Yogyakarta. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti ta’lim di Yogyakarta tahun 2008.
  13. Al Ustadz Adib – Yogyakarta. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti ta’lim di Yogyakarta tahun 2007.

  14. Al Ustadz Muhammad Higa – Yogyakarta. Aku bertemu beliau pertama kali saat ta’lim di Yogyakarta beberapa bulan yang lalu.

  15. Al Ustadz Abu Juhaifah — Yogyakarta. Aku bertemu beliau pertama kali saat ta’lim di Yogyakarta tahu 2007.

  16. Al Ustadz Qomar Su’aidi – Temanggung. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti Dauroh Masyayikh Bantul Agustus 2008.

  17. Al Ustadz Khidr–Makassar. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti Dauroh Masyayikh Bantul Agustus 2008.

  18. Al Ustadz Ayyub –Depok. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti ta’lim di Yogyakarta Agustus 2008.

  19. Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi. Aku bertemu beliau saat mengikuti dauroh Masyayikh Bantul 2008.

  20. Al Ustadz Jauhari. Aku bertemu beliau saat mengikuti Dauroh Masyayikh Bantul 2008.

  21. Al Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman–Kebumen. Aku bertemu beliau pertama kali saat Dauroh masyayikh Bantul Agustus 2008.

  22. Al Ustadz Mukhtar – Klaten. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti ta’lim di Yogyakarta tahun ini.

Adapun Masyayikh yang aku telah mengambil ilmu dari mereka secara langsung adalah :

  1. Asy Syaikh Abdurrahman Al Mar’i – Yaman. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti Dauroh Masyayikh Bantul 2007.

  2. Asy Syaikh Abdullaah Al Mar’i— Yaman Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti Dauroh masyayikh bantul 2007.

  3. Asy Syaikh Khalid Adzh Zhufairi – Kuwait. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti Dauroh Masyayikh Bantul 2007

  4. Asy Syaikh Abdullaah Bukhori – Arab Saudi. Aku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti Dauroh Masyayikh Bantul 2008.

  5. Asy Syaikh Abdullaah Bin Shalfiq– Arab Saudi. ku bertemu beliau pertama kali saat mengikuti Dauroh Masyayikh Bantul 2008.

Dan aku pun senantiasa berdoa kepada ALLAH agar aku dapat selalu diberi kekuatan dan kesempatan untuk dapat menghadiri majelis-majelis ilmu Ahlussunnah di Indonesia ini dan mengambil ilmu darinya.

Yaa ALLAH yang Maha Membolak-balikkan hati manusia, arahkanlah hati ini kepada agamamu…..

7 thoughts on “Perjalananku Menemukan Nikmatnya Da’wah Salafiyyah

  1. assalamu’alaikum
    ahsanta ya akhi, wa nas-aluka istiqomah wal tsabaat fii assunnah
    barakallahu fiik

    Wassalaamu’alaykum….Amiin Ya ALLAH…Wa Fiyka Barakallaah ya Akhiy

  2. Assalamu’alaykum.

    Rada-rada mirip sama ana, ana pertama kenal akhir 2004. Di tingkat 1 kuliah. Cuma baru ‘bisa’ ta’lim beberapa bulan kemudian.

    Wa’alaykumussalaam Warahmatullaah….

    Na’am….Semoga Aqidah dan manhaj yang mana kita berpegang teguh dengannya, dapat kita pegang sampai akhir hayat….Barakallaahu Fiykum….

  3. sudah lama aq menunggumu menceritakanya pa ustad…
    akhirnya kw mw mwmbagi kisahmu jg…
    klo kisahQ mw piye yo??
    doakan aq bs sepertimu jg ia…:p

  4. Assalamu’alaikum Warohmatullah akh…
    ikut koment ya….

    Subhanallah……sudah banyak Asatidz yang antm temui….Keep Istiqmah akhi….diatas Manhaj yang HAQ…..salam ukhuah sj dr ana di Batam…….
    dah add di FB ana…….heee

  5. ass..
    aku ingin mengenal da’wah Salaf, dan mengkiuti ta’limnya. apakah boleh dan bagaimna caranya sedang aq seorang perempuan ??? tolong dibalas terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s