Kesibukan Baruku

english_booksSudah sekitar 2 minggu ini, ada kesibukan baru yang mengisi jadwal keseharianku. Selain harus kuliah setiap hari dan mengikuti ta’lim Salafy, aku harus membagi waktuku dalam seminggu untuk kesibukan baruku sebagai pengajar les privat yang aku kelola sendiri. Saat ini aku baru memiliki dua murid di SMP untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. Dan Insya ALLAH akan bertambah lagi sesuai jadwalku.

Jadwal keseharianku yang semula hanya kuliah hingga hari Kamis (karena setiap Jum’at tidak ada kuliah) dan Ta’lim Salafy empat kali dalam seminggu ( Ahad Pagi, Rabu sore, Kamis sore, dan Sabtu sore) kini harus didesak dengan jadwal mengajar kedua muridku setiap Sabtu sore, Ahad malam, dan Senin malam. Jadi, aku harus mengorbankan jadwal ta’limku pada hari Sabtu sore karena pada saat yang sama aku harus menunaiknan tugasku sebagai guru privat bagi murid-muridku.

Dan dalam waktu dekat aku akan membuka sebuah bisnis les privat yang aku beri nama Fadh Learning Center, untuk me-manage teman-temanku yang lain agar mau bergabung bersamaku menjadi pengajar les privat untuk SD, SMP, dan SMA di sekitar kostku di Kauman Ygyakarta. Paling tidak aku bisa berlatih menjadi seorang manager, walaupun Bisnis Les Privatku ini hanya wadah bagiku dan teman-teman kuliahku untuk bisa “berkarier” di dunia luar secara swadaya.

Sedikit bercerita, aku telah merencanakan kesibukan baruku dalam mencari ma’isyah (penghidupan) sejak memasuki kuliah di Fisika UGM. Tujuannya adalah untuk mencari pengalaman “berkarier”, mencari penghasilan tambahan, dan mencari kesibukan di hari-hariku yang “kosong” (Jum’at, Sabtu, dan Minggu). Tapi agaknya tujuan kedua menjadi prioritasku saat ini. Ya, mencari tambahan penghasilan adalah target utama karena aku kurang mampu mengatur keuangan yang ada di “APBNku”. Paling tidak, aku bisa menambah isi kantongku walaupun hanya dua pertiga pemasukanku dari orang tua. Walhamdulillaah.

Dan juga aku tidak perlu repot-repot mencari pekerjaan yang menyita waktu karena dengan mengajar privat aku dapat mengatur jadwalku sendiri sehingga “pekerjaan”ku yang satu ini tidak menyita waktu dan tidak membuatku terikat. Alhamdulillaah ALLAH juga menganugerahkan padaku kemudahan dalam mempelajari ilmu dunia seperti Matematika, Bahasa Inggris, dan ilmu eksak lainnya sehingga aku bisa sedikit memanfaatkannya untukmendapatkan pengahasilan tambahan. Not Bad.

Dalam seminggu aku memilki delapan kali waktu pertemuan untuk mengajar les yang mana sekarang baru terisi tiga pertemuan dan menyisakan lima waktu pertemuan. Delapan waktu pertemuan itu yaitu masing-masing dua kali setiap hari Jum’at, Sabtu, Ahad, Senin. Hitung-hitungan penghasilan tambahanku dari mengajar privat adalah sekitar Rp.XXX.XXX (censored). Bagiku itu sudah lebih dari cukup untuk hidup sesuai keinginanku sebagai anak kost di Kota Yogyakarta ini. Dan belum lagi fee yang aku dapatkan sebagai manager teman-temanku di Fadh Learning Center yang aku kelola secara pribadi. Dan kini aku pun sedang “sibuk” mengatur target-target bisnis les privat ini seperti promosi, dan persiapan segala yang dibutuhkan agar nantinya usaha ini bisa professional.

Saat ini, setiap hari sabtu sore pukul 16.00 WIB, Ahad malam pukul 19.30 WIB, dan Senin malam pukul 19.30 WIB aku harus berangkat ke rumah muridku yang letaknya tak jauh dari rumah kostku. Satu pertemuan tidaklah lama, hanya 90 menit. Aku sungguh berlatih untuk tidak hanya menjadi guru yang baik bagi muridku, tetapi juga teman yang baik untuk menyelesaikan tugas-tugas serta tuntutan materi dari sekolahnya. Dan selala dua minggu terakhir aku melaksanakan tugasku sebagai guru privat, aku mendapatkan beberapa hal untuk memperbaiki kinerjaku dalam mengajar.

Ada berbagai hal yang menarik saat mengajar seperti ketika aku dalam kondisi kehabisan bahan untuk dibahas sehingga aku dan muridku saling terdiam, kesulitanku memahami kembali materi SMP yang agak terlupa, dan kondisi muridku yang terkadang belum siap mengahadapi “jurus-jurusku” dalam mengajar. Bagiku itu adalah pengalaman yang aku bisa mengambil faedah darinya.

Paling tidak, selain mengisi kesibukan, dengan mendapatkan tambahan penghasilan ini aku bisa sedikit meirngankan beban yang ditanggung orang tuaku karena harus membiayai anaknya yang kuliah di UGM (dengan biaya kuliah yang mahal). Dan setidaknya aku bisa hidup mandiri di saat mental pemuda sekarang yang hanya menggantungkan kehidupannya dari belas kasihan orang tua setiap bulannya.

Tapi, aku pun berdoa agar kesibukan baruku ini tidak membuatku jauh dari ilmu agama. Teman baikku, yaitu Abu Hanif Perry—Semoga ALLAH senantiasa menjaganya– pernah menasehatkanku agar jangan lupa untuk terus duduk di majelis ilmu Ahlussunnah selain kesibukan mencari penghidupan di dunia ini karena salah satu tanda futurnya iman seseorang adalah dengan semakin bergelimang keduniaan. Wal ‘iyadzu billaah.

Ya, jangan sampai recehan-recehan rupiah mengalahkan kemuliaan ilmu agama yang mulia ini. Jangan sampai pula recehan-recehan itu melalaikanku dari menuntut ilmu yang syar’i. Aku menyebutnya “recehan’ karena berapa pun tambahan penghasilan yang kau peroleh dari mengajar dan menjadi “manager” di Fadh Learning Center tentu saja tidak dapat dibandingkan dengan keutamaan hidayah berupa ilmu agama dalam aqidah dan Manhaj Salaf. Allaahul Musta’an.

2 thoughts on “Kesibukan Baruku

  1. hmm

    ne to rupanya yg kw pikirkan kemaren

    ttg bisnis…

    bagus bagus..

    englishmu msiy bgs jg ia p ustad???
    hehe pizz…
    boleh dumz nanya2 nek q ge bth bantuan hehe

    biasa saja…englishku pas-pasan….dan tolong jangan panggil aku dengan sebutan pak ustad….pa usatd dari hongkong? derajatnya jauuuh sekali antara seorang ustadz dengan seorang fadhly…antara langit dan sumur bor…terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s