Pelajaran dari Anak-Anak Tahfidzhul Qur’an

quran-01Empat hari yang lalu (Senin, 1 December 2008)  saya kedatangan tamu yaitu kawan saya sekampung dari Brebes yang memang sudah berencana akan datang ke Yogyakarta untuk mondok di ma’had daerah Sewon, Bantul (semoga ALLAH memberikannya kemudahan alam menuntut ilmu agama). Dua hari setelah itu, tepatnya sekitar hari Rabu pukul 16.30 WIB, saya dan kawan saya  diantar oleh Akh Hanif Abu Hanif -Jazahullaahu Khoyron kepada Akh Hanif yang telah sudi menyempatkan waktunya mengantar sampai ke tujuan untuk menemui Al Ustadz Muhammad Higa (Hafidzhahullaah) selaku yang bertangung jawab mengurusi pemondokan kawan saya itu.

Kebetulan, sesampainya di ma’had Sewon, kami berdua harus menunggu sekitar 3 jam hingga bertemu dengan Ustadz Higa. Selama 3 jam menunggu, sungguh perasaan saya diliputi rasa takjub menyaksikan para santri Tahfidzhul Qur’an yang masih berusia dini (3 sampai 10 tahun) menghafal, melantunkan dan menulis ayat-ayat Al Qur’an. Mereka dengan sangat lancar melantunkan ayat-ayat Al Qur’an bagusnya sesuai hafalan mereka. Saya sungguh takjub melihat mereka mengingat usia mereka yang masih sangat dini akan tetapi mereka sudah mampu mengahafalkan sekian juz dari Kitabullaah Al Qur’anul Karim.

Diantara mereka ada yang hafal juz tiga puluh, tiga sampai tiga belas juz, atau bahkan salah satu di antara mereka sudah mengkhatamkan hafalan Al Qur’an hingga sempurna 30 juz. Masya ALLAH, Semoga ALLAH menjaga mereka semuanya dan menjadikan ilmu mereka bermanfaat. Di hadapan mereka, saya sungguh merasa rendah diri mengingat usia saya yang sudah 19 tahun namun hafalan Al Qur’an saya masih sangat sedikit. Sungguh sangat disayangkan bahwasanya saya tidak mampu menjadi seperti mereka sejak usia dini. Atau rasa sesal saya bahwa dulu masa kanak-kanak saya jauh dari kesibukanmempelajari ilmu agama.

Bayangkan, kesibukan mereka hanya membaca, menulis, dan menghafal ayat-ayat suci Al Qur’an. Bandngkan dengan kesibukan anak-anak pada umumnya yang hanya disibukkan dengan kegiatan yang kurang bermanfaat seperti bermain game, kursus menyanyi, kursus alat musik, dan permainan lain yang disuguhkan orang tua mereka. Atau apabila dibandingkan dengan saya yang hanya sibuk dengan ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat di kuliah, atau sibuk mencari harta dunia. Sungguh saya merasa rendah dibandingkan dengan anak-anak Tahfidzhul Qur’an itu. Namun, rasa rendah diri itu tidak membuat saya berhenti sampai di sana, saya semakin termotivasi untuk lebih belajar ilmu agama, terkhusus untuk menambah hafalan saya.

Sesekali saya menanyakan kepada mereka tentang hafalan yang sudah mereka kuasai, maka kontan mereka menyebutkan beberapa surat di Al Qur’an yang saya sendiri belum hafal sama sekali seperti Al Qomar, An Nuur,  Az Zumar, atau yang lain. Dan jangan salah sangka, anak-anak yang saya tanya tersebut masih berusia sekitar tujuh tahun. Subhanallaah. Saya yang sudah berusia sekitar 3 kali lipat dibanding umur mereka belum mampu menghafal sampai begitu banyaknya ayat-ayat ataupun surat di Al Qur’an seperti mereka.

Saya menjadi teringat dengan ucapan Ustadz Hamzah Rifa’i saat ta’lim hari Ahad di masjid Al Hasanah UGM bahwa sebenarnya kita bukan tidak mampu menghafal Al Qur’an, hanya saja kita tidak mau (baca: malas) untuk menghafalkannya. Betapa tidak, ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala sudah berfirman :

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk dzikir, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? “

Maka melihat anak-anak kecil yang sudah menghafal hingga beberapa juz itu membuat saya tergugah dan termotivasi  untuk segera memperbaiki diri saya secara kondisi agama terutama untuk lebih menghafalkan Al Qur’an. Kehidupan mereka hanya tersibukkan dengan ilmu agama semata. Tidak ada yang lain. Itulah hasil didikan orang tua yang baik dan sesuai dengan petunjuk Rasulullaah dengan menyibukkan anak-anak kita dengan perkara agama dan kebaikan. Berbeda halnya dengan kondisi oran tua sekarang ini pada umumnya yang mendorong bahkan memaksa putera-puteri mereka untuk mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah yang diajarkan di dalamnya ilmu selain ilmu agama.

Maka, saya nasihatkan terutama kepada diri saya pribadi dan pemuda-pemuda muslim sekalian untuk segera bergegas untuk menyingsingkan baju mempelajari ilmu ad dien ini. Jadilaklah rasa iri (dalam arti yang positif) terhadap anak-anak kecil di Tahfidzhul Qur’an itu. Mereka yang masih kecil saja mampu menghafalkan sekian juz dari Al Qur’an, maka, terlebih lagi kita, kita tidak boleh terkalahkan oleh mereka.

Dan juga saya menasihatkan kepada anda semua, terutama yang sudah memiliki putera dan puteri, untuk mendidik putera puteri anda denan bimbingan isalmi. Arahkanlah putera-puteri anda untuk lebih alim terhadap ilmu agama. Sibukkanlah mereka dengan ilmu syar’i sehingga anda akan mendapatkan syafa’at ari mereka sepeninggal anda wafat nanti. Anak-anak anda ibarat pohon yang harus anda rawat dengan baik sehingga kelak anda dapat memetik buah dari pohon tersebut. Wallaahu A’lam bisshowab

“Yaa ALLAH Yaa Tuhanku, tambahkanlah bagiku ilmu dan berikanlah bagiku pengetahuan”

“……….Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa…………….”

Iklan

3 thoughts on “Pelajaran dari Anak-Anak Tahfidzhul Qur’an

  1. Syukron atas tulisannya. Jadi tambah semangat nih buat jadi seorang hafidz.

    Na’am, Akh Paiman…. mari berlomba-lomba untuk menghafalkan Al Qur’an…. Jangan kalah sama anak-anak kecil…..
    Barakallaahu fiykum……….

  2. Assalaamu’alaykum Warahmatullaah Wabarakatuh……….

    MaRi Kita beRsaMa_sAma

    BeRLoMbA MeNamBah IlMu……..

    DaN meNgHaPaL Al_qURAn

    Eh BOleh NanYa Ga??

    Loe Buat BLog InI IsInYa BUAt Diri Tw cArI InfO d InteRneTNya

    KlO bOleH Tahu SicH

    SaLAm kNal Aja ya DaRi gw Reza

    Wassalaamu’alaykum Warahmatullaahi Wabarakatuh….

    Wa’alaykumussalaam Warahmatulllaahi Wabarakatuh……

    Ya, semoga kita senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan…Amiin……
    saya membuat blog ini untuk tujuan personal sehingga bisa bermanfaat buat diri saya sendiri dari segi spirit dan motivasi. Dan saya juga berharap dapat memberikan manfaat buat orang lain lewat tulisan-tulisan yang saya buat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s