Temanku, Shalatlah dengan Pakaianmu yang Pantas !

6023b

Sudah beberapa bulan terakhir ini saya mengamati beberapa hal yang perlu dikoreksi dari keadaan yang ada di depan mata saya perihal sholatnya teman-teman mahasiswa laki-laki di kampus yang membuat saya prihain dibuatnya dan hanya bisa mengelus dada. Mungkin yang paling mudah untuk dikoreksi adalah kenyataan di antara kawan-kawan saya sesama mahasiswa yang shalat hanya dengan menggunakan pakaian ketat, yang notabene tidak pantas dikenakan saat shalat. Diantara mereka ada yang melaksanakan shalat hanya dengan kaos oblong ketat, celana gaul yang press body, jeans, pantalon, yang kesemuanya itu tentunya akan menggambarkan bentuk dan lekuk-lekuk tubuh saat shalat dan tidak sempurna menutup aurat laki-laki.


Mungkin masih bisa dimaklumi bahwa kita dengan sangat terpaksa mengenakan pakaian ketat seperti kaos oblong dan celana-celana ketat lainnya di saat-saat selain sholat dalam keseharian kita. Namun, apabila datang waktu sholat, maka hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam menghadap sang Rabbul ‘alamiin, ALLAH Subhanahu Wata’ala. Sungguh sangat tidak pantas rasanya kita menghadap kepada Tuhan yang menciptakan kita dalam keadaan pakaian kita bukan pakaian yang layak dan pantas untuk shalat.


Mungkin sebagian kita menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar dan biasa dilakukan. Shalat dengan pakaian-pakaian yang masih menggambarkan lekuk-lekuk tubuh, terlebih lagi aurat kita. Dengan alasan darurat, tidak ada pakaian lain, atau alasan yang menunjukkan kita belum sadar betul dan senantiasa lalai dan meremehkan tentang masalah adab-adab ketika shalat dilaksanakan membuat kita tanpa merasa bersalah melakukannya.



Terkadang, dengan pakaian ketat, lekuk-lekuk tubuh dan aurat kita masih tampak di saat shalat. Padahal seperti yang kita ketahui besama bahwa salah satu syarat sahnya shalat adalah dengan menutup secara sempurna. Bagian-bagian tubuh yang termasuk aurat bagi laki-laki seperti bagian belakang tubuh, selangkangan, pantat, dan kemaluan. Dan dengan shalatnya kita menggunakan pakaian yang ketat seperti kaos, celana pantalon, celana jeans dan model lainnya membuat syarat sah shalat itu menjadi tidak terpenuhi.


Banyak kita temukan bahwa sebagian pemuda yang shalat dengan pakaian ketat terkadang menampakkan bagian-bagian tubuh yang termasuk aurat seperti bagian belakang pinggul, lekuk-lekuk pantat dan kemaluan. Hal ini ditambah dengan kenyataan pahit bahwa hal itu tidak hanya menimpa para mahasiswa yang masih belum mengetahui perkara-perkara shalat, tetapi juga dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung kelompok pegiat dakwah di kampus. Wallaahul Musta’an.


Sebagian besar dari kita mungkin akan bersiap diri dan mengenakan pakaian yang paling bagus dan sopan manakala kita diundang oleh seseorang yang kita hormati. Namun, berbeda halnya jika kita dipanggil oleh ALLAH, Rabbul ‘Alamiin, dalam shalat, seakan sikap kesugguhan dalam berpakaian dengan yang pantas dan sopan hilang tak berbekas. Dengan enaknya kita shalat hanya mengenakan kaos yang berlumuran keringat dan bau badan ditambah dengan celana ketat yang press body.


Ada satu hal lagi yang perlu dicermati yaitu adanya berbagai gambar-gambar dan tulisan-tulisan yang mengganggu saat shalat; seperti gambar penyanyi, kelompok-kelompok musik, botol dan cawan arak, juga gambar-gambar makhluk yang bernyawa, salib, atau lambang-lambang club-club dan organisasi-organisasi non Islam, juga slogan-slogan kotor yang tidak lagi memperhitungkan kehormatan dan kebersihan diri, yang biasanya banyak ditulis dalam bahasa asing. Dan juga jaket-jaket kelompok / komunitas mahasiswa yang di bagian punggungnya terdapat tulisan yang dapat mengganggu kekhusyu’-an jama’ah shalat.



Perlu diketahui bahwa shalat adalah ibadah yang mulia dan bukan main-main. Namun, sikap lalai dan malas senantiasa meliputi diri sehingga kita senantiasa meremehkan perkara ini. Jika di saat menghadap manusia saja kita mampu bersikap sopan dalam berpakaian, maka terlebih lagi jika kita menghadap Rabb pencipta kita, kita seharusnya lebih dapat bersikap sopan di saat menghadapNya dalam shalat.


ALLAH berfirman : Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid……..(Al A’raaf :31)


Sunguh ironis memang tatkala melihat sebagian dari kita mampu berpakaian dengan begitu bagus dan sopan saat mengahdap orang lain yang kita anggap terhormat, amun perilaku itu berbalik 180 derajat saat kita hendak mengahdap ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dalam shalat. Maka, mulai dari sekarang, terutama teman-teman mahasiswa, marilah kita tanamkan dalam diri kita masing-masing sikap memuliakan ALLAH dalam shalat, salah satunya dengan mengenakan pakaian yang pantas untuk shalat. Shalat kita adalah ibadah yang mulia dan bukan permainan. Dalam shalat, kita sedang menghadap ALLAH, sang Rabbul ‘alamin, sehingga sudah sepatutnya kita bersungguh-sungguh dalam melaksanakan shalat.


Marilah kita tinggalkan sejenak pakaian-pakaian keseharian kita berupa pakaian-pakaian ketat semisal kaos dan celana pantaloon, jika kita hendak melaksanakan sholat. Persiapkanlah segala sesuatunya untuk shalat kita seperti sarung, baju shalat, dan peci setiap harinya di manapun kita pergi. Bawalah perlengkapan shalat itu ketika hendak berangkat ke tempat tujuan kita seperti kampus dan yang semisalnya. Janganlah kita mengikuti sikap sebagian besar orang yang meremehkan perkara shalat terutama dari sisi pakaian yang dikenakan. Janganlah engkau mencari-cari alasan, karena sesungguhnya kita masih mampu untuk membawa perlengkapan shalat seperti sarung, baju koko, ataupun peci di manapun kita berada saat hendak shalat. Jangan meremehkan perkara-perkara yang berkaitan dengan shalat.


Ingatlah, dari sikap shalat yang baik itulah akan diikuti dengan amalan-amalan yang baik lainnya. Hargailah ibadah shalatmu. Hormatilah ALLAH, Tuhanmu, dalam shalat. Harapkanlah balasan dari ALLAH atas kesungguhan kita dalam shalat walaupun kita dengan susah harus membawa perlengkapan shalat seperti sarung, baju shalat, dan peci.


Akhirnya, kita berdoa kepada ALLAH agar senantiasa digolongkan dalam golongan hamba-hambaNya yang bertaqwa kepada ALLAH Azza Wa Jalla.


Wallaahu A’lam


Al Faqir ilaa  Rabbihi


Muhammad Nikmatul Mu’minin Fadli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s