Ringtone Pengiring Sholat

ringtone12vn2Ada yang aneh, lucu, dan menyebalkan di saat saya sedang shalat maghrib di musholla dekat kost. Di saat saya dan jama’ah lainnya sedang khusyu’ melaksanakan rukun demi rukun shalat, tiba-tiba ada bunyi aneh yang mendadak menggelegar dan memecah suasana shalat kami. Handphone salah seorang dari jama’ah laki-laki paruh baya di musholla berbunyi. Dan tahukah anda, ringtone apakah yang digunakan sebagai nada panggil oleh bapak tersebut? kira-kira begini bunyinya:

Oh gadisku yang cantik, coba lihat aku di sini…….

Di sini ada aku yang cinta padamu……..

Oh Gadisku yang cantik, coba lihat aku di sini……..

Di sini ada aku yang sayang padamu……

Bagi anda penggemar musik (seruan syaithan), terkhusus lagi pengemar lagu-lagu cinta tanah air, tentunya akan sangat hafal dengan lirik lagu di atas. Lirik tersebut adalah penggalan dari lagu murahan karya band murahan di negeri ini. Ya, penggalan lagu yang dijadikan ringtone oleh bapak paruh baya itu membuyarkan kekhusyu’an shalat kami. Betapa tidak, di saat bapak imam sedang fasih membaca surah Fatihah, dan baru saja menginjak ayat yang ke 4, ringtone handphone itu berbunyi dengan sangat nyaring dan tentu saja membuat suasana sholat menjadi terganggu. Kami yang sedang khidmat mendengarakan lantunan bacaan imam dengan Al Fatihah-nya pun sempat salah mengucap : “Aamiiiiiin” karena mengira sang imam telah selesai membaca Al fatihah hingga ayat terakhir, padahal baru saja sampai di ayat ke 4.

Jadilah kami di raka’at kedua shalat maghrib beralih dari menyimak bacaan imam, menjadi menyimak ringtone handphone yang isinya adalah syair lagu murahan tersebut. sungguh sebuah kejadian yang aneh, dan konyol. Aneh karena bagaimana mungkin lantunan ayat dalam Al Fatihah saat shalat dibarengi oleh lagu-lagu dalam ringtone handphone? Dan konyol karena saya tidak habis pikir bahwa seseorang tatkala dia hendak menghadap ALLAH di saat shalat, dia menge-set nada panggil handphonenya dengan lagu murahan tersebut. Dan akhir cerita, karena sudah terlalu lama handphone miliknya berbunyi dan mengganggu kekhusyu’an shalat, sang bapak tersebut pun membatalkan shalatnya dan keluar dari masjid. Alhamdulillaah.

Maka, dari peristiwa ini, dapat diambil beberapa pelajaran dan peringatan yaitu:

  1. Di saat Anda hendak shalat, taruhlah handphone atau yang lainnya di tempat yang jauh dari tempat sholat agar tidak mengganggu.

  2. Kalaupun terpaksa membawa masuk handphone tersebut, pastikan sudah dalam keadaan nonaktif.

  3. Dan jika sangat terpaksa untuk tidak menonaktifkan handphone Anda, set-lah nada dering handphone Anda menjadi “Silent” atau “Off” agar tidak mengganggu jalannya shalat.

  4. Kalau ketiga cara tersebut tidak dapat ditempuh, maka, lebih baik anda tidak shalat di masjid mengingat anda hanya kan mengganggu jama’ah shalat yang lain.

Ini adalah peringatan bagi Anda semua yang masih bandel membawa handphone di saat shalat. Dan tentunya, masing-masing dari kita semua pasti akan menemukan tulisan di depan pintu masjid:

H P H a r a p D i n o n a k t I f k a n”

Jadi, kalau di tengah-tengah shalat ternyata handphone Anda berbunyi, maka saya sarankan Anda untuk bertanya kepada siswa SD kelas 1, bagaimana cara membaca tulisan di depan pintu masjid tersebut. Jangan mentang-mentang Anda orang sibuk, kemudian dengan sombongnya tidak mau mematikan nada dering handphone karena takut urusan Anda akan luput, tak terkecuali dalam shalat. Dan jangan pula mentang-mentang handphone kita adalah handphone seri terbaru, apatah lagi yang Music Edition, membuat kita dengan sombongnya memperdengarkan nada dering handphone setap saat, tak terkecuali dalam shalat. Allaahul Musta’an.

Dan tak kalah pentingnya adalah bagi anda yang hendak menghubungi teman, saudara, rekan bisnis, atau orang lain, maka hendaknya diperhatikan waktu-waktu untuk menelepon. Jangan menelepon di saat-saat shalat lima waktu seperti di jam 12 siang, jam 3 sore, jam 6 petang, jam 7 malam, atau jam 4 pagi. Adalah sesuatu yang sangat mengganggu jika di tengah-tengah kita mencoba untuk khusyu’ dalam shalat, ringtone handphone menjadi lagu pengiring jalannya shalat. Tentunya kita tidak mau hal itu terjadi bukan?

Jadi, MATIKAN HANDPHONE ANDA KETIKA SHALAT !

4 thoughts on “Ringtone Pengiring Sholat

  1. Halo pak. Terimakasih atas kunjungannya. Blog ini keren, rapih, menambah wawasan dan enak dibaca.
    Selamat ya..

    Waduh, pak Roganda, saya jangan dipanggil pak, dong…. kesannya saya sudah tua. terima kasih telah berkunjung kembali…

  2. Afwan, Akh, ana kurang setuju pada point ke-4 yang antum sebutin di atas.

    Kalau ketiga cara tersebut tidak dapat ditempuh, maka, lebih baik anda tidak shalat di masjid mengingat anda hanya kan mengganggu jama’ah shalat yang lain.

    Sholat berjama’ah bagi laki-laki itu kan wajib tho, Akh, kok disuruh lebih baik tidak usah sholat di masjid aja karena mengganggu jama’ah lain? Trus, disuruh sholat di rumah, gitu? Waah, nggak bisa! Ana keberatan! Menurut ana, laki-laki sholat (berjama’ah) di rumah, BANCI!

    Ana punya solusi yang lebih baik, Akh. Begini:

    “Kalau ketiga cara tersebut tidak dapat ditempuh, maka, lebih baik anda berikan aja itu hape ke ana, soalnya ana tidak punya hape. Hehehe…”

    Hare gene gak punya hape???

    Iya, soalnya udah ana jual. Kemarin, adik ana baru pulang dari Jakarta dan nelpon ke kontrakan ana, “Mas, aku punya hape dua. Yang satu nggak aku pake.” Aku jawab, “Hmm, ceritanya mau ngasih nih…” “Lha… mau apa enggak?” “Hehe, kapan-kapan aja, Tik, aku lagi nggak butuh.” “Ooo, ya udah. Kalau gitu buat di rumah aja.”

    Hehe, kemarin aku bilang nggak butuh. Sekarang aku bilang butuh. Gimana tho aku ini? 😉

    Ehm, ya Akh Iman, dan ana perbaiki menjadi “jauhi masjid”. point-nya bukan di situ, hanay saja, kalau mau shalat di masjid, ya hp-nya jangan sampai hidup, atau minimalnya diset getar aja, biar gak ganggu.

    Ehm, kok lanjutan komentar antum jadi curhat yah? hayoooo…..
    curhat bayar lho di sini….

  3. Wah bner agt tu poin2nya… Tpi klo q si gnti nada religi ja biar tambh kus’yu shalatnya kwkwkkwkwkwkw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s