Menciptakan UGM yang Hijau dengan “Sepeda Hijau”

471592451_833b60dbe3_mArtikel ini dibuat khusus untuk bahan lomba Blog

Meningkatnya wawasan tentang kepedulian terhadap lingkungan hidup mendorong semua kalangan masyarakat, tidak terkecuali pihak kampus UGM untuk meluncurkan program sepeda hijau di lingkungan kampus pada pertengahan tahun 2005. Program sepeda hijau ini hadir sebagai langkah awal kepedulian civitas akademika UGM guna terciptanya lingkungan kampus yang asri, hijau, bebas polusi udara, dan nyaman untuk dihuni.

Tidak hanya itu, hadirnya sepeda hijau sedikit ataupun banyak diharapkan pula dapat mengatasi masalah-masalah transportasi di dalam lingkungan kampus. Mobilitas yang tinggi di dalam lingkungan kampus diharapkan dapat teratasi dengan hadirnya sepeda hijau. Dan sejak tiga tahun yang lalu itulah mulai disosialisasikan tentang perlunya bersepeda di lingkungan kampus demi terciptanya lingkungan kampus yang ideal. Memang tidak mudah menciptakan situasi ideal ini karena akan bertabrakan dengan berbagai kepentingan dan kebiasaan civitas akademika UGM sehari-hari.

Di masa lalu, sepeda pernah menjadi primadona berkendara di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Namun, semakin derasnya arus perkembangan teknologi, terutama teknologi otomotif, keberadaan sepeda kian terpinggirkan oleh beredarnya teknologi-teknologi canggih dari produk-produk otomotif seperti mobil dan sepeda motor. Kini, bersepeda dianggap mengindikasikan strata ekonomi bawah sehingga civitas akademika UGM, terutama para mahasiswa, kurang memiliki kesadaran akan pentingnya bersepeda demi terciptanya lingkungan yang asri, hijau, dan nyaman untuk dihuni.

Terciptanya lingkungan kampus yang asri hanya sekadar menjadi semboyan dalam sebuah kata “UGM Go Green” yang akhir-akhir ini kembali didengung-dengungkan di kalangan warga kampus. Kegiatan bersepeda hanya sesekali muncul dalam event-event insidensial semacam peringatan hari lingkungan hidup nasional, hari bumi sedunia, ataupun event-event lainnya. Kalau hal ini yang terjadi, maka harapan terwujudnya lingkungan kampus yang ideal hanya akan menjadi wacana di tengah-tengah warga kampus.

Sulit meyakinkan para mahasiswa UGM bahwa bersepeda di dalam kampus merupakan pilihan cerdas. Sulit meyakinkan mereka bahwa bersepeda di kampus UGM merupakan pilihan tepat demi kesehatan, mengurangi kepadatan lalu lintas, pencemaran udara dan memelihara lingkungan agar tetap asri dan nyaman.. Mereka lebih senang menggunakan kendaraan yang lain seperti mobil dan sepeda motor sehingga harapan awal berupa terciptanya lingkungan kampus yang asri, hijau, dan polusi udara belum juga dapat terrealisasi. Lingkungan kampus masih saja dipenuhi asap kendaraan bermotor yang menjadi salah satu sebab suhu udara yang panas dan penuh polusi di wilayah kampus. Belum lagi deru suara knalpot yang membuat bising orang yang mendengarnya.

Ada berbagai alasan yang membuat mahasiswa UGM kurang dapat merasakan keberadaan sepeda hijau seperti masih adanya anggapan di sebagian mahasiswa bahwa bersepeda merupakan simbol masyarakat rendah dan pinggiran sehingga mereka kurang percaya diri untuk menggunakan sepeda dan lebih cenderung memilih kendaraan selain sepeda seperti mobil dan sepeda motor yang tentunya akan meningkatkan risiko kecelakaan atau bahkan lebih memilih untuk berjalan kaki daripada harus bersepeda di dalam lingkungan kampus.

Pada kenyataannya, kebanyakan mereka yang bersepeda ke kampus adalah mahasiswa yang terkendala untuk berkendara dengan kendaraan bermotor ke kampus. Sungguh tidak tepat lagi jika mengatakan sepeda itu hanya diperuntukkan bagi orang miskin. Sepeda juga diperuntukkan bagi orang yang mapan secara finansial, cerdas, dan tidak ingin menciptakan kerusakan lingkungan lebih parah.

Lingkungan kampus yang asri akan menciptakan hati yang tenang, suasana nyaman dan niscaya akan mendukung kegiatan perkuliahan dengan baik. Dengan bersepeda pun dapat menghemat energi bahan bakar yang akhir-akhir ini mengalami krisis, hemat biaya, dan menjadikan tubuh sehat karena senantiasa berolahraga. Tapi, pemahaman itu tidak didapati dalam diri kebanyakan para mahasiswa UGM. Para mahasiswa lebih memilih sepeda motor atau mobil miliknya untuk sekadar bepergian di sekitar kampus. Jumlah kendaraan bermotor di sekitar kampus UGM semakin hari bukannya berkurang, namun justru bertambah sehingga kepadatan kendaraan di sekitar kampus menjadi semakin bertambah.

Sepeda hijau tidak dinggap mampu menyelesaikan masalah sehingga seringkali terabaikan. Yang terjadi sekarang adalah sepeda hijau seakan hanya menjadi milik petugas keamanan kampus dan sisanya hanya terparkir rapi serta tidak terurus. Dan tidak adanya sarana pendukung fasilitas sepeda hijau seperti jalur khusus sepeda di kampus, minimnya layanan perbaikan sepeda, dan masih belum sterilnya kawasan kampus dari kendaraan bermotor semakin memeperburuk keadaan. Sehingga bersepeda untuk kesehatan tubuh nampaknya belum bisa menjadi alasan yang tepat untuk merealisasikannya.

Partisipasi mahasiswa menempati posisi tertinggi mengingat mahasiswalah yang menjadi faktor kunci suksesnya program bersepeda di lingkungan kampus. Namun, kurangnya partisipasi dalam pelaksanaan sepeda hijau justru akan mematikan semangat kepedulian terhadap masalah-masalah di lingkungan kampus. Yang menjadi perhatian utama adalah langkah real untuk mewujudkan lingkungan kampus yang asri, hijau, dan nyaman yang tentunya menjadi dambaan setiap civitas akademika UGM.

Memang sangat sulit mewujudkan sistem transportasi di dalam lingkungan kampus yang didominasi sepeda mengingat tidak semua masalah lingkungan dan transportasi dalam kampus dapat diatasi dengan bersepeda. Namun, bersepeda di dalam kampus dengan sepeda hijau merupakan gagasan yang sangat tepat untuk menekan masalah-masalah itu. Gagasan-gagasan yang tepat itu tidak lain terletak dalam pundak para tunas bangsa seperti mahasiswa. Seorang mahasiswa selain dituntut memiliki kecakapan dalam berbagai disiplin ilmu yang dipelajarinya juga dituntut agar bisa memiliki kecakapan dalam mengatasi masalah-masalah di sekitarnya dalam konteks kehidupan bermasyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Dengan program sepeda hijau pula, semangat kerakyatan dalam lingkungan kampus dapat dibalut dengan indah bersamaan upaya kepedulian terhadap lingkungan. UGM adalah kampus kerakyatan sehingga sudah sepatutnya mengedepankan simbol-simbol kerakyatan seperti program bersepeda di lingkungan kampus.

Dan dengan sepeda hijau diharapkan pula dapat memunculkan kebijakan-kebijakan baru terkait kepedulian mewujudkan lingkungan kampus yang ideal. Hal ini tentu bukan masalah yang ringan mengingat dibutuhkan dukungan dari segenap civitas akademika UGM dan pihak luar seperti pemerintah serta masyarakat umum karena UGM bukan hanya milik civitas akademikanya tetapi juga sudah menjadi bagian dari kehidupan mayarakat luas.

Diperlukan upaya yang gigih untuk menjadikan lingkungan kampus yang nyaman lewat bersepeda. Perbaikan sistem dalam pelaksanaan program sepeda hijau wajib dilakukan sehingga kelak kehadirannya dapat solusi cerdas memperbaiki lingkungan kampus. Perlu dirumuskan perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan program sepeda hijau bagi civitas akademika UGM yang telah berjalan selama ini sehingga partisipasi seluruh warga kampus akan meningkat dalam mensukseskan program sepeda hijau .

Tidak hanya dengan sepeda hijau, gagasan-gagasan lain untuk menghijaukan lingkungan kampus perlu ditumbuhkan sehingga perwujudan wilayah kampus yang ideal secara fisik dapat tercapai tidak hanya melalui satu atau dua kebijakan. Sungguh, lingkungan yang ideal pastilah menjadi dambaan bagi setiap civitas akademika UGM. Berawal dari suasana kampus ideal seperti itulah diharapkan dapat tercipta mahasiswa-mahasiswa UGM yang handal dan mampu bersaing menghasilkan karya-karya yang inovatif bagi kemajuan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s