Fatwa : Larangan Menjadikan Ayat Al Qur’an & Adzan Sebagai Ringtone

1236180896_ringtoneSebuah komunitas Islam bernama Jamia Ashraf-ul-Madaris di Kanpur, India, tengah menyiapkan fatwa pelarangan penggunaan ayat suci Al-Quran sebagai nada dering (ringtone).


Berikut alasan yang menjadi latar belakang komunitas itu. Katakanlah ada seorang pengguna ponsel yang memasang ayat Al-Quran sebagai ringtone, kemudian ada panggilan di ponselnya dan ia menjawabnya. Maka yang terjadi di sini adalah ayat tersebut akan terpenggal isinya.

Nah, kejadian seperti inilah yang ingin dihindari. Yaitu, memotong ayat Al-Quran di tengah jalan, karena dikhawatirkan dapat mengubah arti sebenarnya dari ayat tersebut.

Bahkan diklaim, mereka yang mendengarkan ayat ini secara setengah-setengah adalah anti Islam. Demikian dikatakan oleh Ghyasuddin, salah satu tetua di kelompok Jamia Ashraf-ul-Madaris, seperti dikutip detikINET dari Channel4, Kamis (16/4/2009).

Tak hanya itu, sebuah kritikan pedas juga ditujukan pada mereka yang menggunakan ponsel di toilet selagi masih memasang ringtone ayat Al-Quran. Sebuah dosa jika ayat suci ini terdengar terlantun di area toilet, masih menurut kelompok tersebut.

Selain itu, kelompok Jamia Ashraf-ul-Madaris juga melarang fungsi vibrate (getaran) diaktifkan saat sholat. Meski tak mengeluarkan suara, namun hal ini tetap dianggap dapat mengganggu kekhusyukan ibadah sang pemilik.

Fatwa ulama ahlussunnah salafiyin juga sudah berlalu dan sudah pasti. Berikut ini fatwa Asy-Syaikh:

Apa hukum menggunakan adzan dan qira’ Alquran (murotal) dalam alarm/nada dering telepon (handphone) sebagai pengganti musik?


Berkata Al-Allamah Syaikh Shalih Bin Fauzan Al-Fauzan: Hal ini merupakan penghinaan atau termasuk merendahkan (penyalahgunaan) terhadap adzan, zikir, dan Alquran. Jadi, tidak seharusnya menjadikannya sebagai alarm (ring tones). Alquran tidak boleh dijadikan sebagai alarm/nada dering. Jika dikatakan: “Ini lebih baik daripada musik!” Bantahlah: “Ya, apakah kamu terpaksa dengan musik?! Tinggalkan musik dan taruhlah sesuatu yang ada sebagai ring tone, seperti bunyi normal. Sesuatu yang bukan mengandung musik ataupun yang mengandung Alquran. Sesuatu yang sederhana sebagai bunyi dering.


Fatwa Shaykh Shalih al-Fawzan dari kaset berjudul: Liqa’ Maftuh ma’a Asy-Syaikh Al-‘Allamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan (hafidhahullah) tanggal 10-23-1426 Hijriah.

Sumber: www.detik.com

ANTOSALAFY

3 thoughts on “Fatwa : Larangan Menjadikan Ayat Al Qur’an & Adzan Sebagai Ringtone

  1. Assalamu’alikum. WW
    Saya SETUJU banget karena alasan-alasannya dapat diterima akal.
    Islam haruslah dijalankan dengan nurani dan akal fikiran, tidak serta merta seperti apa yang tertulis (tersurat).
    Banyak contoh dan teladan yang di tunjukkan Allah kepada para Rasulnya, terutama kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW dalam menerapkan hukum-hukum dan kaedah-kaedah Islam.
    Wallahu a’lam.

    Wassalamu’alaikum WW.

    Wa’alaykumussalaam Warahmatullah Wabarakatuh…..(alangkah lebih baik jika ucapan salam ditulis tanpa disingkat)

    Akal seorang muslim diciptakan HANYA untuk tunduk dan patuh pada syariat, bukan menolaknya, apalagi dengan alasan tidak masuk akal. Kita mendengar perintah, lantas melaksanakannya. barakallaahufiykum…

  2. Assalamualaikum……
    lama nih g berkunjung ke blognya fadhly…
    y,,q setuju banget klo hp tu g sah pake ringtone…
    lebih baik igetarin aja,,hehe…..
    lagian klo pake ringtone kan mengganggu orang2 disekitarnya,,
    apalagi klo lagi kuliah hp lupa di silent,,
    bisa2 hpnya disita Dosen,,bisa2 urusannya panjang…..

    Wa’alaykumussalaam Warahmatullah Wabarakatuh…

    ya.. sudah sepatutnya kita untuk menjaga urusan orang lain dengan tidak menganggunya dengan suara ringtone kita. Tapi bukan berarti ringtone itu salah, karena terjadang perlu juga ringtone untuk memperjelas bunyi (asal bukan musik).

    dalam pembahasan kali ini adalah menajdikan Al Qur’an sebagai Ringtone yang sudah difatwakan ketidakbolehannya. Wallaahu A’lam…

    btw, makasih sudah berkunjung kembali…

  3. Kaget, apa itu tidak berlebihan?. Bukankah ayat Qur’an yg diperdengarkan kpd umum merupakan syiar?. Padahal kita biasa mendengar secara sepotong2 ayat2 Qur’an. Misalnya ketika dlm perjalanan ada yg sedang memutar ayat2 Al-Qur’an, kita mendengarnya sambil lalu – bahkan kita juga kebanyakan tdk tau artinya – tetapi ayat2 yg kita dengar itu tetap meninggalkan kesan yg baik.
    Apa tidak diambil manfaatnya /hikmahnya aja.

    ya, mas.. sekilas kalau menjadikan ayat Qur’an itu baik, dibanding menajdikan musik2 sebagai ringtone. tapi, secara tdak sadar, kita mendengarkannya sepotong2, tidak utuh dan membuatnya tak berfaedah karena hanya beberapa detik saja bunyinya…. sehingga sia-sia…. padahal AL Qur’an hendaknya jangan disia-siakan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s