Seminar yang Mengecewakan

Ungkapan kekecewaan saya terhadap penyelenggaraan seminar yang sebelumnya saya paparkan dalam artikel ini, saya anggap telah selesai dengan adanya permohonan maaf secara tertulis dari Bapak Dr. Edi Sukur (dan Bapak Warsito MEng) dalam komentar beliau di bawah ini.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan peserta seminar seperti yang ditulis di atas. Sebetulnya ini bukan salah panitia, tapi kesalahan kami semata.

Hari kamis kami sudah menghubungi panitia agar kami tidak pergi ke tempat acara karena ada hal mendesak yang harus kami kerjakan di Jakarta pada hari Jumat dan Ahad, tetapi karena ternyata tidak bisa diganti lagi, kami tetap memaksakan diri untuk datang. Awalnya kami akan naik kereta malam sehingga subuh sudah sampai di Jogjakarta, tetapi dari sisi waktu tidak memungkinkan karena urusan di Jakarta belum selesai. Akhirnya kami baru bisa berangkat dari Jakarta jam 11 malam. Kami berharap perjalanan dapat lancar –seperti perjalanan seminggu sebelumnya ke Solo– sehingga dalam pagi sudah bisa sampai di lokasi acara. Akan tetapi keberuntungan tidak berpihak ke kami, karena selepas keluar tol Cikampek antrian macet yang disebabkan perbaikan jalan tidak bisa dihindari. Dengan bantuan GPS kami mencoba cari jalan alternatif, tetapi ternyata malah masuk ke tegalan-tegalan sawah yang becek dan licin. Alhamdulillah tidak terperosok ke sawah. Usaha itu ternyata tidak membuahkan hasil karena macet tetap panjang sampai Indramayu dan kami baru sampai di Jogja sekitar jam 3 sore. Seaindainya waktu bisa diputar mungkin kami memilih naik pesawat esok harinya, tetapi semua sudah terlambat.

Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidakhadiran kami di acara tepat waktu. Ini menjadi pelajaran juga buat kami untuk bisa mengatur waktu perjalanan sehingga tidak membuat kecewa banyak orang di lain hari.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

EdiSukur-Warsito

Oleh karena itu, sebagai tindakan tanggung jawab dan etika terhadap apa yang telah bapak Edi Sukur utarakan di sini, saya pun memohon maaf apabila dalam penyampaian keluhan atas kekecewaan sayaterlalu berlebihan dan di muka umum. Namun, hal ini tidaklah mengurangi kekaguman saya kepada beliau berdua sebagai salah satu ilmuwan Muslim milik bangsa Indonesia.

Terima Kasih.

9 thoughts on “Seminar yang Mengecewakan

  1. Seorang Fadli masih “doyan” taruhan?
    Astaghfirullah……..
    Kau ke manakan materi2 yang kau peroleh dari kajian – kajian yang kau ikuti selama ini???
    Ilmu itu bukan sebagai hiasan akal semata, tapi sebagai panduan amal!!

    Afwan, sejauh yang saya tahu, “taruhan” dalam kasus yang saya alami dan tuliskan di atas itu diperbolehkan, karena tidak ada unsur judi di dalamnya. Sama saja dengan perlombaan biasa.

    Karena bentuknya hanya pertanyaan, siapa yang benar dalam hal ini, yang benar mendapat hadiah mie ayam. itu saja. tidak ada untung rugi di sini. ALLAAHU A’LAM.

  2. Assalamualaikum..
    duh kasian baget,,ya q juga klo kya gtu pasti kecewa abizzzzzzzzzzzzzz..
    Tapi y diambil hikmahnya saja..
    Alloh menciptakan sesuatu tidak ada yang sia2……..

    Hikmahnya adalah.. saya jadi tau, kalo anak2 LSiS itu gak ada yang kompeten ngurus seminar. jadi kapok ikut seminar LSiS…

  3. apa ga rugi ya neraktir mie ayamnya?dan apa ga untung yg dtraktir?

    yang saya tau, taruhan yang haram adalah seperti :”awalnya kita mengeluarkan modal, dan ada peluang kita untung, dan kita rugi”. Dan dalam kasus saya, saya dan sahabat saya tidak mengeluarkan modal pada awalnya, dan tidak ada untung dan rugi karena kami makan mie ayam bersama. tidak ubahnyas emacam hadiah saja. Wallaahu a’lam.

  4. sudah jatuh, tertimpa tangga lagi!!!!!!
    KECEWA pake acara taruhan

    jawaban saya sama seperti jawaban2 di atas komentar ini, bahwa yang saya ketahui, “taruhan” yang demikian tidak termasuk judi, karena tidak ada unsur untung rugi. Mungkin nanti insya ALLAh saya akan tanyakan pada ustadz di kajian beliau. Wallaahu a’lam.

  5. wah2,,
    stuju aq dLi dengan pemaparan antum mengenai UKM di atas,,

    dan acara antum itu bukanlah yang pertama kalinya yang saya tau,
    dulu pernah diadakan acara T.O juga mengalami hal yang gag jauh beda dengan apa yang telah antum paparkan di atas,,
    jadi apa yang antum paparkan tersebut tidak menjadikan suatu keheranan ataupun ” tanda tanya besar ” sebab hal itu sudah berkali2 terjadi,,
    jadi mohon maklum dengan keadaan tersebut,,
    jazk

    Wah, Detiza ini. Ternyata ada juga “korban”-nya LSiS di sini. memang, saya amati kok personelnya gak profesional2 yah? (maaf buat LSiSers). Saya maklum kok, Za. hehehe.. kapok gak mau ikutan lagi acaranya LSiS. Semoga PF nanti tidak seperti itu.

  6. DR. Warsito itu adalah salahsatu ilmuwan muslim dan beliau merupakan tokoh teknologi jamaah tarbiyah di Indonesia. alhamdulillah

    ..satu lagi tambahan, “Dan beliau terlambat 7 jam di acara seminar yang saya ikuti”. Allaahul Musta’an.

  7. ngekngok ..
    selamat yaa ka fadhly dapet pengalaman yang luarr biasaa membosankanannya..

    smoga lain kali dapet seminar yang jauh lebih baik dari ini deh ..
    aminn ..

    heeehee

    Terima kasih.. lain kali saya akan pilih2 lagi acaranya…

  8. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan peserta seminar seperti yang ditulis di atas. Sebetulnya ini bukan salah panitia, tapi kesalahan kami semata.

    Hari kamis kami sudah menghubungi panitia agar kami tidak pergi ke tempat acara karena ada hal mendesak yang harus kami kerjakan di Jakarta pada hari Jumat dan Ahad, tetapi karena ternyata tidak bisa diganti lagi, kami tetap memaksakan diri untuk datang. Awalnya kami akan naik kereta malam sehingga subuh sudah sampai di Jogjakarta, tetapi dari sisi waktu tidak memungkinkan karena urusan di Jakarta belum selesai. Akhirnya kami baru bisa berangkat dari Jakarta jam 11 malam. Kami berharap perjalanan dapat lancar –seperti perjalanan seminggu sebelumnya ke Solo– sehingga dalam pagi sudah bisa sampai di lokasi acara. Akan tetapi keberuntungan tidak berpihak ke kami, karena selepas keluar tol Cikampek antrian macet yang disebabkan perbaikan jalan tidak bisa dihindari. Dengan bantuan GPS kami mencoba cari jalan alternatif, tetapi ternyata malah masuk ke tegalan-tegalan sawah yang becek dan licin. Alhamdulillah tidak terperosok ke sawah. Usaha itu ternyata tidak membuahkan hasil karena macet tetap panjang sampai Indramayu dan kami baru sampai di Jogja sekitar jam 3 sore. Seaindainya waktu bisa diputar mungkin kami memilih naik pesawat esok harinya, tetapi semua sudah terlambat.

    Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidakhadiran kami di acara tepat waktu. Ini menjadi pelajaran juga buat kami untuk bisa mengatur waktu perjalanan sehingga tidak membuat kecewa banyak orang di lain hari.

    Wassalamu’alaikum wr.wb.
    EdiSukur-Warsito

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s