Aku Rindu Daurah Itu !

masyayikh2009Semenjak empat tahun yang lalu, aku mulai mengenal da’wah salafiyyah. Awalnya aku pun ragu apakah ini da’wah Islam yang sebenar-benarnya. Namun, setelah kuikuti waktu demi waktu, akhirnya aku pun menemukan bahwa tidaklah ada dalam da’wah ini melainkan kebaikan. Ya, kebaikan disebabkan oleh adanya sikap tunduk terhadap aturan ALLAH Azza wa Jalla dan RasulNya. Sikap menanggalkan segala dorongan pribadi untuk kemudian dialihakan kepada sikap mengikuti jejak sunnah Rasulullah dan para pendahulu-pendahuluku dalam agama ini yang shalih. Oleh karena itulah, semenjak saat itu hingga sekarang, tak hentinya aku bersyukur jika saat ini ALLAH masih menapaki jalan Islam yang haq, yang tidak ada cacat di dalamnya. Sungguh aku merasakan, betapa ALLAH memuliakan hambaNya dengan ilmu agama ini.

Dikala dahulu aku lebih tertarik dengan lagu dan musik-musik, ALLAH gantikan dia dengan lantunan ayat-ayatNya. Dikala dahulu aku lebih tertarik dengan tempat-tempat kesenangan, maka semoga kini ALLAH tautkan hati dan ragaku dengan masjid dan majelis-majelis ilmu. Maka sudah sepatutnya bagiku untuk menjaga agar nikmat-nikmat ALLAH itu tak hilang dariku setelah beberapa tahun berlalu. Aku harus senantiasa bersemangat untuk mempelajari ilmu agama, semampu yang aku bisa. Kalaupun aku tak bisa berdalam-dalam untuknya, maka biarkanlah aku mencarinya walaupun sedikit.

Dan semenjak empat tahun yang lalu pula aku mempunyai kesempatan untuk meningkatkan semangatku dalam menuntut ilmu dan beribadah kepada ALLAH dalam majelis-majelis mulia yang dihadiri oleh para ulama Ahlussunnah di setiap daurah yang digelar oleh salafiyyin di negeri ini tiap tahunnya bersama para masyayikh, pemegang panji da’wah salafiyyah di dunia. Sungguh aku rasakan di tengah-tengah ribuan orang yang menghadiri acara tersebut, semangat yang luar biasa besar untuk mendapatkan secercah ilmu dan nasihat dari para ulama, dan lebih dari itu adalah adanya perasaan aman dan tenteram untuk berusaha khusyuk beribadah kepada ALLAH.

Jika sehari-hari aku terbangun di kala shubuh menggema ataupun luput daripadanya, maka di tengah-tengah ribuan salafiyyin di hari-hari daurah tersebut, aku mampu terbangun di akhir malam untuk memenuhi panggilan Sang Pemilik malam. Di kala sehari-hari terkadang rumah-rumah ALLAH seakan hilang dari pandanganku, maka di saat itu hatiku seakan terpaut dengan masjidNya. Dan apabila dalam keseharianku aku masih jauh dari peri kehidupan yang Islami, maka dalam tiga hari itu aku merasa sebagai seorang Muslim yang sebenar-benarnya. Maka, sungguh sangat disayangkan apabila nantinya aku melewatkan acara daurah tersebut. Diriku yang seringkali ditimpa rasa malas dan enggan untuk beribadah dan mendatangi majelis ilmu, rasanya seperti mendapatkan air dingin yang menyejukkan dadaku dengan diselenggarakannya daurah ilmiyyah semacam ini. Setidaknya, kesemptanan untuk mengikuti daurah bersama masyayikh Ahlussunnah ini bisa kembali melecut semangatku untuk beribadah dan mendatangi majelis ilmu, serta menyadari bahwasanya hidupku di dunia ini tidaklah dimaksudkan melainkan hanya untuk ikhlas beribadah kepada sang Rabbul ‘Alamiin.

Apatah lagi sekitar satu bulan mendatang, bulan yang mulia itu segera datang. Tentunya, menjelang bulan Ramadhan yang penuh barakah, aku membutuhkan sebuah titik balik untuk kembali memantapkan diriku untuk menjadi Mu’min yang sebenar-benarnya dengan penuh kesungguhan mengerjakan amal kebaikan, khususnya di bulan Ramadhan nanti. Dan daurah masyayikh Ahlussunnah yang beberapa hari lagi akan digelar adalah sebuah kesempatan emas bagiku dan bagi setiap muslim yang menginginkan kebaikan untuk mendapatkan ilmu agama dari para ulama pemegang tampuk da’wah Islam ini serta merasakan suasana yang menyejukkan jiwa tatkala segala pikiran tercurahkan hanya untuk beribadah kepada ALLAH.

Belum lagi aku dapat bertemu dengan saudara-saudaraku sesama Muslim, Salafiyyin, yang datang dari penjuru negeri ini, bahkan dari negeri-negeri di luar sana. Pertemuan setahun sekali ini menumbuhkan kerinduan yang mendalam terhadap rasa persaudaraan sesama Muslim. Terkhusus lagi, aku dapat bersua dengan teman-teman sejawatku sewaktu kami masih bersama-sama mengenal da’wah salafiyyah di bangku sekolah dahulu. Betapa aku merindukan pertemuan itu.

Saat ini aku sedang menjalani masa-masa liburan kuliah, dan tak ada kegiatan yang benar-benar menyibukkan hari-hariku. Beban-beban pikiran yang sebelumnya aku tanggung berupa keharusan menjalani rutinitas sebagai seorang mahasiswa seakan sirna untuk sementara. Maka, di saat-saat luang yang tak ada kegiatan berarti di dalam liburanku ini, alangkah indahnya jika aku menghabiskannya untuk selalu giat duduk di majelis-majelis ilmu dan melaksanakan kewajibanku sebagai seorang Muslim. Ingin rasanya liburanku kali ini aku habiskan dengan duduk tenang di majelis ilmu, menghafal juz-juz Al Qur’an yang hingga sekarang masih saja sulit aku taklukkan. Dan besar harapanku agar kiranya tanggal 25 – 27 Juli 2009 dalam suasana daurah masyayikh Ahlussunnah di Masjid Agung Bantul Yogyakarta, aku dapat kembali mereguk nikmatnya saat-saat bersemangat dalam menuntut ilmu dan beribadah kepada ALLAH Tabaraka Wa Ta’ala. Amiin Yaa Rabbal ‘Alamiin, Laa Ilaaha Illaa Anta, Subhaanaka, Innii Kuntu Minadzhaalimiin….

2 thoughts on “Aku Rindu Daurah Itu !

  1. dua tahunan itu, bukan waktu yang sebentar
    merupakan kumpulan detik, menit, jam, hari, minggu, dan bulan
    yang susah untuk diakumulasikan ulang
    lebih susah dari sekedar menuangkan air ke dalam gelas
    dan sayangnya, waktu yang lama itu terbuang percuma
    terbuang beserta peluh keringat dan lendir dosa
    dalam tiga hari itu, seolah kita merasa orang terbaik
    keluar dari sana, seolah kita orang paling hina
    dalam majelis ilmu, kita merasa telah menjadi seorang ulama
    keluar darinya, bagaikan keledai yang paling murah harganya
    semoga hanya puisi semata, bukan kenyataan yang sebenarnya

  2. assalamualaikum..
    blog yang inspiratif.

    Wa’alaykumussalaam Warahmatullah

    Jazakallaahukhoyron buat hanif…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s