Aku Tak Mampu Lagi Menulis

Sudah lama, blog ini kosong dari tulisan-tulisan yang aku buat sendiri. Terakhir sekitar satu bulan yang lalu. Dan nampaknya, jika aku beralasan dengan kesibukanku, maka itu hanyalah sebuah alasan yang klise. Entah kenapa, aku tidak seproduktif dahulu menghasilkan tulisan. Semangatku tercurahkan untuk hal-hal yang lain yang sedikit banyak merubah hidupku. Aku merindukan seorang Fadhly yang dahulu rajin mencurahkan yang ada dalam hati dan pikirannnya dalam sebuah rangkaian kata tersusun rapi dalam baris-baris tulisan. Banyak masalah yang ingin aku tulis, namun tetap saja aku seperti kehilangan cahaya terang untuk menuangkannya dalam sebuah kalimat.

 

Menulis bagiku adalah sebuah cara untuk menuangkan segala yang kurasakan, memberikan gambaran sebuah proses kehidupan, yang dengannya aku dan orang-orag mampu mengambil pelajaran. Pengalaman pribadi, inspirasi dari orang lain, realita kehidupan yang ada dalam keseharianku biasanya aku tuangkan dalam baris-baris tulisan. Dengannya aku bisa membuka cakrawala berpikir, sedikit memberi inspirasi kepada orang lain, dan merenungi segala yang aku alami.  Tulisan bukan sekadar tulisan, karena dari tulisan yang aku buat, orang lain bisa menilai seberapa dewasa dan matang diriku dalam memahami dan menyampaikan masalah yang aku tuliskan.

Aku bisa mendapat banyak ide yang dapat aku jadikan bahan menulis, mulai dari kisah hidupku, kisah orang lain, kritik sosial, buku bacaan, doa, dan harapan, serta idealisme-idealisme yang ingin aku sebarkan kepada orang lain.  Bagiku itu menarik karena dengan aku membuat sebuah tulisan, aku mencoba menjadi pembelajar kehidupan yang baik, yang mampu memetik hikmah  dan pelajaran dalam berbagai aktivitas yang aku jalani. Dan mungkin kini, aku tertahan tanpa tahu pelajaran-pelajaran itu harus aku apakan dalam tulisan-tulisanku. Aku pun tak bercita-cita menjadi penulis, bahkan aku seringkali “tanpa sadar” dalam menulis. Dan aku terus mencoba agar tulisanku tidak menjadi tulisan sembarangan yang ringan tanpa pelajaran terpetik.

 

Beberapa hari ini, aku mencoba duduk di depan monitor dengan harapan setidaknya ada satu atau dua tulisan yang bisa aku buat. Tentang apa saja yang telah aku lalui sepanjang hari, intinya semoga tulisanku bisa bermanfaat untuk diriku, lebih-lebih orang lain. Namun, jemariku berhenti setelah hanya bergerak satu paragraf, dan selanjutnya aku seperti kehilangan kata-kata dan akhirnya, aku tertahan dalam ide-ide, tanpa tahu bagaimana menuliskannya dengan baik. Arsip-arsip tulisanku kini teronggok lesu tanpa ada yang bertambah.

 

Sekitar dua bulan yang lalu, ada event lomba menulis essay di kampus. Awalnya aku bersemangat untuk mengikutinya karena aku menguasai tema lomba yang diangkat dan setidaknya lomba ini bisa memotivasiku untuk kembali rajin menulis. Nyatanya, hingga batas akhir pengumpulan nsakah, aku tak menghasilkan satu paragraph pun untuk diikutsertakan pada lomba tersebut. Ide-ide tulisanku tertahan dalam benak, tanpa terkuak. Seakan otak ini menjadi tumpul hingga jemariku tak kuasa lagi bebas bergerak di atas keyboard komputer. Yang terbaru adalah saat sekitar dua minggu yang lalu aku mengikuti rangkaian open recruitment Gama Cendekia, salah satu unit kegiatan mahasiswa di kampus. Salah satu yang harus aku buat adalah dua buah essay masing-masing dua halaman. Jika dahulu aku mampu menulis enam hingga tujuh halaman dalam dua jam saja, maka untuk yang stau ini aku menghabiskan hampir delapan jam merangkai kata. Dan hasilnya pun jangan ditanya, jauh dari kata bagus.

 

Aku mencoba merenung, apa kiranya yang menyebabkan aku tak mampu lagi menulis. Aku merasa ada yang hilang dari hidupku. Alur hidup yang stagnan membuat hidupku tak lagi penuh makna untuk dibagikan kepada orang-orang. Aku tersudut menjadi orang biasa-biasa saja yang tak lagi mampu membuat orang lain terinspirasi lewat tulisan-tulisanku. Seakan hidupku sepi hingga tak ada yang tersisa untuk dibagi.  Aku butuh sesuatu yang menentramkan hati, membuat hidupku penuh arti, dan jalan yang tegak menggapai mimpi.

 

Sebagai seorang pemuda, ingin rasanya aku berkontribusi, produktif menghasilkan sesuatu yang bisa dipetik manfaatnya, minimalnya untuk diriku sendiri. Aku butuh inspirasi, motivasi yang menyibukkanku dalam arah hidup yang berarti sebagai pemuda. Bukan pemuda biasa yang tergerus oleh kerasnya kehidupan, bukan pula pemuda yang kehilangan sosok dirinya yang tangguh. Aku rindu seorang Fadhly yang bersemangat membuka pola berpikirnya yang luas tanpa batas, yang mampu menuangkan kepribadiannya yang kuat dalam rangkaian kata-kata tulisannya. Tulisanku adalah hidupku, yang semestinya mengalir deras hingga ke ujung muara usiaku. Tulisan bukan sekadar kata, melainkan sebuah cerminan  realita hidupku yang penuh makna.

Semoga Aku Bisa Kembali (Menulis) !

 

Iklan

4 pemikiran pada “Aku Tak Mampu Lagi Menulis

  1. bagus… tulisan ini sepertinya adalah langkah awal kamu tuk bisa kembali. menulis lagi, seperti dulu…
    dan di dalam tulisan ini, sepertinya juga, aku masih menemukan fadhly yang dulu. dan aku percaya, bahwa jika kita berani, kita pasti bisa, biidznillah…
    berapa banyak orang berdosa, dia mampu meninggalkannya, tapi ia takut. pada apa? pada dirinya sendiri. Dia takut untuk melawan kesenangan-kesenangannya sendiri, takut melawan syahwatnya. meski dia mampu melakukannya. dan sepertinya juga, kita butuh buat berkaca, pasti ada satu buah atau dua atau lebih malah, dosa dan noda hitam di hati, yang membuat hati kita kelam dan tak mampu menghasilkan tulisan yang alami, murni dan inspiratif. karena, sepertinya juga, tulisan yang bagus terlahir dari hati dan pikiran yang bagus pula. keep semangat, akhi.

  2. Insya ALLAH, nif,,, memang, tulisan yang baik berasal dari pribadi yang baik pula, seperti tulisan-tulisan antum…. Semoga ana senantiasa bisa memperbaiki diri….

  3. Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarookaatuh…
    semoga kita tetap diberikan hidayah Islam dan Sunnah oleh Alloh serta ke-istiqomahan untuk berjalan di manhaj yang haq.
    oh iya, silahkan mampir ke blog ana yang baru di Blog KangHanif
    FAD, link ikhwahnya punya ana tolong diganti yach. jazakallah khair

  4. Semangat, mas fadhly!! tulisan mas fadhly semuanya enak dibaca kok!! jgn sampe tulisan2 seperti ini hilang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s