[Edisi Mahasiswa] Agar Menjadi Guru Les yang Sukses

Sebenarnya judul tulisan ini kayaknya sedikit mengada-ada dehh.  Mana ada guru les yang hidup sukses ? Di mana-mana juga yang namanya guru les, apalagi mahasiswa, itu sebuah pekerjaan sampingan, paruh waktu. Dan berdasarkan teori kewirausahaan (iih, apaan sih?), tidak ada seseorang yang sukses jika hanya melakoni sebuah pekerjaan di paruh waktunya. hahaha. Jadi, kalau mau bisnis, ya harus sepenuh waktu, bukan separuh.😀

Okey okey. Mari kita masuki topik yang akan saya tulis di kesempatan kali ini. Menjadi guru les. Guru les yang saya maksud adalah guru les privat. Pekerjaan ini banyak dlakoni para mahasiswa yang berusaha hidup mandiri. Tapi, saya beberapa kali menemui kawan-kawan saya yang justru desperado (kata ini artinya putus asa kan yah ?) saat terjun dalam dunia privat-privatan. Kok bisa yah, padahal khan enak lho bisa dapet uang sendiri. Tanya kenapa ?

Bagi seorang mahasiswa, saya contohnya, menjadi guru les privat itu adalah pekerjaan pilihan yang, paling tidak, lebih baik daripada pekerjaan yang mampu dilakukan seorang mahasiswa. Kenapa ? Karena menjadi guru privat itu tidak terlalu menyita waktu, manajemen keuangan sendiri (duitnya langsung ke kantong), melatih kemandirian, atau menjalin relasi kerja, atau mungkin mencari calon mertua. hahaha. (alasan yang terakhir ini patut dicoba).

Daripada saya harus jadi pelayan toko, operator warnet, pedagang kaki lima yang butuh modal jutaan ? Lebih baik saya jadi guru privat. Modal otak yang pas-pasan, pamflet hasil ketikan di Ms. Word yang dipasang di jalanan, dan menyandang gelar sebagai  mahasiswa jurusan Fisika, Universitas Gadjah Mada, itu sudah cukup buat orang-orang di Yogja percaya kemampuan saya mengajar les, dan akirnya saya hanya tinggal menunggu panggilan ngajar. hahaha. Belum lagi, tarif mengajarnya  saya yang menentukan sendiri.

Namun, dengan segudang (lebay mode:ON) manfaat menjadi guru les sembari kuliah, terkadang seseorang yang melakoninya (saya lagi seneng pake kata ini :-p) merasa jenuh, malas, dan merasa gagal menjadi guru les privat yang baik dan sukses dalam karirnya. Baiklah, walaupun saya juga bukan guru privat yang sukses (minimalnya untuk saat ini :D), boleh donk yah saya berbagi tips agar kiranya seorang mahasiswa yang ingin dapet duit sendiri bisa bertahan dan menikmati pekerjaannya sebagai guru les privat.

Kalo menurut saya, yang pertama itu ya harus membulatkan tekad. Tujuan ente sok-sok mau ngajar privat entu apaan ? haha. Kalo cuma semata-mata mau nyari duit tambahan, mending cari kerjaan yang lain aja deh. Apalagi di Jogja. UMR guru privat itu di bawah rata-rata (curcol😦 ). Menjadi guru privat bagi saya, bukan semata-mata mencari uang jajan tambahan. Bukan itu. Uang gampang dicari, pengalaman  tak dapat terganti. Jadi, kalau jadi guru privat khan saya bisa kenal sama orang banyak, punya banyak relasi. Nanti kalau saya sudah lulus kuliah, saya gak perlu bingung-bingung mencari kerjaan, karena saya sudah banyak relasi. Relasi yang saya maksud itu yah para orang tua murid si anak yang saya ajar. Khan biasanya kalo yang ngelesin anak-anaknya secara privat ituumumnya  berasal dari keluarga yang sudah mapan. hehehe. Sambil menyelam minum air. Betul begitu ?

Sehubungan dengan niat dan tekad, terkadang (atau bahkan seringkali) seorang guru privat tidak bisa menjalin komunikasi yang positif dengan para orang tua murid yang mempekerjakannya. Ingat bung, yang bayar kita itu orang tuanya, jadi ya kita wajib deket sama orang tuanya juga bukan cuma anaknya saja yang diakrabin.  Komunikasi dengan orang tua ini penting banget lho. Biar enak. Manfaat komunikasi yang baik antara Anda dengan orang tua murid itu banyak  contohnya.

Simpel saja, misalnya  ternyata secara tiba-tiba Anda berhalangan hadir untuk ngajar seperti biasanya karena ada urusan mendadak. Kalau komunikasi Anda dengan sang orang tua telah terjalin dengan baik, Anda cukup menghubunginya lewat telepon, atau sms saja (jika ternyata pulsa Anda tidak mencukupi. :)) ) . Dan sang orang tua pun akan dengan lapang dada menerima alasan Anda, maksud saya, memaklumi.

Berbeda halnya jika Anda tidak menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua muridnya. Anda akan segan menghubunginya, dan si bapak/ si Ibu juga akan berpikir bahwa Anda ingkar janji atau tidak professional, atau dugaan-dugaan negatif lainnya. Kalau hal ini berlangsung dalam waktu yang lama (beberapa kali pertemuan tanpa menghubungi), maka tinggal tunggu saja tanggal di mana Anda akan kehilangan pekerjaan Anda sebagai guru privat, yang akibatnya, penghasilan Anda akan berkurang. Aduh.  Sayang sekali, bukan ?

Saya pernah ngajar di rumah sebah keluarga yang orang tuanya sama sekali tidak berkomuniksi dengan saya. Paling-paling juga dulu, waktu pertama kali menemui saya dan menyatakan berminat mau ngelesin anaknya ke saya. Setelah itu, blass gak ada komunikasi. Saya juga males, orang tuanya gak pengertian. Ya sudah, saya akhiri saja hubungan kerja itu  saat menginjak bulan ketiga.

Secara umum, jalinlah komunikasi yang baik dan intensif dengan orang tua murid karena di tangannya lah honor kita dipegang, dan ditangannya lah keputusan untuk terus mempekerjakan Anda sebagai guru privat anaknya akan ditentukan. Buatlah mereka percaya bahwa Anda memang benar-benar kompeten dalam mengajar, dan profesioanal. Kalau kepercayaan itu sudah muncul, saya jamin, Anda akan dikontrak untuk enam tahun masa kerja sebagai guru privat anaknya dengan honor mengajar yang bisa Anda naikkan sesuka hati. wakakakakakakak.

Setelah sukses melunakkan hati calon mertua, haha, orang tua murid maksudnya, maka tiba saatnya Anda untuk mengakrabkan diri dengan murid les yang Anda akan ajar. Kalau saya, setiap kali saya mengajar, saya berusaha tidak memposisikan diri saya sebagai gurunya, melainkan teman belajarnya. Dari sini, akan muncul suasana yang cair antara Anda dan Si anak. Bayangkan, apa gunanya susah susah dan mahal-mahal les sama Anda, kalau suasana belajarnya sama dengan yang dia dapatkan di sekolah ? Mending gak usah les aja sekalian.

Kunci lain agar bisa akrab dengan murid les kita itu adalah sabar. Ingat, dia les sama Anda itu karena dia pengen pinter. Pengen pretasinya meningkat. Kalau sudah pinter dan jadi juara kelas  mah gak usah les juga udah bisa sendiri. Artinya, kemampuannya menangkap materi yang kita sampaikan itu masihperlu ditingkatkan alias masih rada-rada bego. hahahaha. Jadi, kalau dia gak mudeng-mudeng dengan materi pelajaran, jangan Anda menyikapinya dengan tampang jutek atau mengernyitkan dahi.  Sungguh jangan. Senyum saja, walaupun dalam hati dongkol setengah mati. Ulangi penjelasannya dari awal sekali, dan sesekali becandain si doi. Intinya lagi-lagi adalah mencairkan suasana dengan murid yang Anda ajar. Dia-nya mantep nangkep materi pelajaran, honor Anda pun jadi barakah (kenapa ujung-ujungnya ke honor lagi ? hahahaha).

Kalau sama murid itu harus lebih pengertian. Misalnya, dia baru pulang dari sekolah satu jam sebelum les, setelah sebelumnya menjalani aktivitas yang padat di sekolahnya, maka Anda dengan sangat baik hati menanyakan keadaannya.  dek, capek yah baru pulang sekolah ? Pertanyaan ini bukan tanpa maksud, maksudnya adalah agar pertemuan kali itu tidak memberatkannya (alias lebih singkat durasinya dari biasanya) dan Anda pun tak perlu mengeluarkan energi untuk mengajar sengoyo biasanya. Dia-nya enak, Anda pun lebih enak (dapet honor tetep, ngajarnya lebih cepet😀 )

Kadangkala, banyak guru privat yang tidak sabaran. Melihat anak didiknya gak mudeng-mudeng diajarin trigonometri saja langsung cemberut. Gak sabaran. Langsung sja nada bicaranya memojokkan. Sangat disayangkan.  Jangan sampai menjadikannya dalam posisi sebagai seorang anak yang bodoh. Itu haram hukumnya.😀

Dua poin ini (menjalin hubungan yang baik dengan orang tua dan sang anak) merupakan kunci utama agar pekerjaan Anda sebagai guru privat berjalan lancar dan pada akhirnya anda akan menjadi sosok seorang guru privat yang berpengalaman dan sukses.

Adapun masalah-masalah seperti membagi waktu dengan jadwal kuliah, jadwal belajar, itu sudah Anda pahami sendiri-sendiri. Udah pada gede khan ? hehehe. Selain itu, masalah-masalah lain kaya manajemen keuangannya gimana, kemampuan orang pun berbeda-beda. Tidak bisa digeneralisasi dalm tulisan ini.  Lagipula, kalau saya beberkan tips-tips yang lain akan ada beberapa kemungkinan :

1. Semua mahasiswa yang membaca posting ini akan beralih menajdi guru privat (yang artinya akan mengurangi lahan saya. hahahaha. becanda saja)

2. Poin-poinnya relatif sudah diketahui secara umum dan hanya butuh praktiknya saja.

3.  Saya capek nulisnya, entar kepanjangan dan bikin Anda bosen mbacanya. hahaha.

Baiklah, itu saja masukan dari saya agar Anda bisa menajdi guru privat yang sukses. Sukses di dunia (dapet honor dan pengalaman) dan sukses di akhirat (dijodohkan dengan kakaknya anak didik Anda yang shalihah).😀 . Bagi yang ingin mempraktikkan saran dan masukan saya ini, semoga berhasil dan sukses. Dan bagi yang sudah lebih dahulu sukses sebagai guruprivat, bisa juga menambahi tulisan saya dengan sesuatu yang lebih baik.

Mari Menjadi Guru Les yang Sukses !

51 thoughts on “[Edisi Mahasiswa] Agar Menjadi Guru Les yang Sukses

  1. koq operator warnet dimasukin..menyindir saya hahaha

    ya kang Ian…. operator warnet itu berat.. kerjanya diforsir khan ? apalagi kalo mahasiswa dan jaga malam, belajarnya kapan ? hehehehe

  2. buener gan..kuliah itu ya formalitas aja lah xixi
    ajaran g bener tak pantas ditiru😀
    prioritas saya bekerja bukan kuliah

    Tapi yang penting ijazah kuliahku bisa dipake buat daftar ke perusahaan minyak di saudi… hahahaha… Allaahumma Yassir

  3. betul-betul-betul___

    good communication . itu kuncinya. terbukti gan. ane sering ijin karena kalau pulang taklim kadang mampir2 dulu (entah ke angkringan atau warung makan.) bikin “telat” ngajarnya.

    tapi ya karena keluarga si bocah menganggap saya ini punya “subosito” alias tatakrama yang baik*), jadi mereka gak keberatan ktika saya sering izin atau minta ganti jadwal.

    malahan bocahnya sendiri kadang bilang gini, “MAS, HARI INI GAK USAH LES YA? SAYA MAU LIAT ONEPIECE!” (dengan bahasa lugu dan wajah tanpa terlihat merasa berdosa) wakkakaaka….

    trus tentang niat nyari doku atau nyari pengalaman, ente bener juga gan. 2 taun yang lalu ane dapet sidejob mrivat anak kelas 6 SD buat persiapan UAN, target minimal si bocah masuk SMP favorit di Bantul, waktu yang tersedia “cuma” 3 bulan. (kebayang gan, betapa mefetnya waktu itu) meskipun ortunya siap ngasih doit skali pertemuan (waktu itu dah top rank-lah buat les di rumah)Rp. 3x.xxx,xx…

    itu aja masih diiming-imingin bonus (waktu itu) Rp. 2xx.xxx,….

    Qodarullohi wamaa sya’fa’al si bocah “ogah-ogahan”…malah tiap malem ngajak sms-an ama ane…jiahh…akhirnya si bocah lulus, tapi ketrima “cuma” di SMP no.3 di bantul. yaudah si ortu cuma bisa pidato dan semprot sana sini.(nyemprot ane gan.),,,meski di akhir laga, ane dapat bonus Rp.150.000, tapi nyesek gara2 diomelin ama ortunya si bocah gak ilang-ilang…hiks…

    (lhoh kog jadi curhat gini?) wkakakaka

    baarokallohufiikum

    Wahh.. ternyata kang Phuadz juga seorang guru les juga toh ? ckckckc.. brarti jam terbangnya lebih banyak nih dari saya.. mantabbb….. ya kang, tata krama + komunikasi yang baik itu kunci biar ngajarnya jadi enak… kadang-kadang malah dadi sak karepe dhewe… hahaha…. pokoke, maju terus per-privatan Indonesia !😀
    Wafiykum Barakallaah….

  4. Kl modal nekad2an gmn neh??
    Lagi dpt tawaran ngajar anak SMP kelas vii
    tapi takut gak bisa nguasai mafianya..

    solusinya gmn???

    kalo menurut saya, mengajarlah mapel yang benar2 anda kuasai, bukan yang baru akan anda kembali pelajari. kalau anda juga masih harus mengingat2 materi pelajarannya, apa bedanya anda dengan murid anda sendiri. hehehehe…..

  5. Mantap…!!! Malam ini saya baru ketemu sama calon orang tua si anak n anaknya tentunya…
    Ini pertama kalinya saya mau ngajar les..
    Makannya saya search di Mbah google nyari tips jadi guru les yang bisa jadi guru les…
    Makasih banyak…
    Artikelnya jadi modal berharga buat saya..

  6. maaf..bagi2 cerita dong mengenai honor nya..
    saya baru seminggu ngajar privat,cuma belom berani ngasih tau brapa honornya..

    sharing buat pemula..^_^

    kalau saya, awalnya cari2 info pasaran honor privat di kota ini (jogja)…. saya banding2in sama bimbel… akhirnya saya bikin sedikit dibawah tarif bimbel pada awalnya, kemudian naik sedikit demi sedikit, tiap semester… belum termasuk bonus kalau murid saya dapet ranking…😀

  7. Mas Honor utk anak kelas 6 sd standar-nya brp ya? Kalo di bimbel cuma dibayar 10 ribu doang. Padahal lumayan jauh juga. Saya kos maguwo ngeles di jakal km 8.

  8. Halo mas ini aku mo tanya lagi. Utk honor sd yg 30 ribu tu apa gak kemahalan ya? Aku ngasih 20 ribu kok ortunya ngeluh gitu. Mending ikut di bimbel katanya. Gimana nih? Ada trik persuasi gitu gak

  9. kalo dijakarta standarnya berapa mas?
    per pertemuan 30ribu itu untuk berapa jam?
    untuk perbulan 2kali seminggu 120 menit les pelajaran standarnya berapa ya mas?

    saya ngajar privat belum nentuin honor, masih terserah sama orangtua murid..1 anak antara 200-400rb perbulan. untuk ngisi waktu senggang setelah ga ada jam kuliah karena masih semester 1(sekarang udah mau 2), alhamdulillah paling ngga untuk jajan sama kebutuhan sehari” ga minta mulu sama ortu.

    anak” yang saya ajarin itu pertama” nurut aja kalo saya ajarin atau saya kasih latihan soal. tapi lama kelamaan pada manja..saya ga bisa galakin mereka, walaupun orang tuanya nyuruh saya ngegalakkin mereka..
    nah, orangtuanya suka protes kalo anaknya dapet nilai ga sempurna nilai ulangan 7,7 aja pas ulangan orangtuanya protes banget..
    ada yang protes karena anaknya dapet 5 padahal sodara yang saya ajarin juga dapet 9,5 bukan itu tergantung anaknya juga ya mas? materi/latihan soal yang saya kasih sama. apa harusnya semua anak” yang les privat itu selalu mendapat nilai yang sempurna mas?

  10. Bagus, bikin saya senyum2 bacanya.
    makasih yah tips2nya, saya lagi belajar jadi guru les.

  11. Hi saya ingin share info lowongan kerja sebagai English Teacher di EF English First. Silahkan apabila ada yang berminat untuk melamar,bisa kirim langsung via email.
    ———————————————————————————————-
    Teaching Opportunities at EF English First Jakarta, Tangerang and Bogor
    EF English First is a world renowned language institution and we now have ten schools in our group and the newest school no 10 in Bogor started in March 2012.

    We now have vacancies for our branches in Pluit, Tebet, Tanjung Duren, BSD, Cengkareng, Bogor, Puri Indah, Gading Serpong and Tangerang City. Pre-employment test and selection will be conducted in EF Tanjung Duren, West Jakarta. It’s a great opportunity to be part of an internationally recognized language schools.

    REQUIREMENTS FOR NON-NATIVE (INDONESIAN) ENGLISH TEACHER:
    • Min. D3 (preferably majoring in English)
    • Ongoing training is provided
    • Preferably female
    • Excellent English skills
    • Working hours mostly: Mon-Fri at 12 pm-8 pm, Saturday at 9 am-3 pm
    • Having teaching experience or teaching TOEFL experience will be an advantage
    • Please write the score if you took a test such as Cambridge Exam / IELTS / TOEFL (IBT or PBT) / TOEIC
    • Able to commit to a minimum of one year contract
    • An opportunity to be part in a work environment of multinationalities

    Preferably candidates living in North Jakarta, West Jakarta, South Jakarta, Serpong-Tangerang and Bogor.

    Please send your CV and cover letter, supporting documents and a recent photograph by email to:

    Contact person: Ms. Retha
    Email: efswara2@gmail.com

    On your application, please write that you find this vacancy from fadhlyoke.wordpress.com

    We would like to thank all applicants for their interest, but regret that only those qualified will be contacted. However, all resumes received will be kept on file for future positions.

    Shortlisted candidates will be invited to take written test which include institutional TOEFL prediction.

  12. itu memang bener ayya…saya juga ngajar dari semester 5…sekarang saya semester 8..ngajar bukannya membuat anak menjadi pintar…kadang2x ortu gatau kalo materi anaknya itu susah..ortu hanya mau anak2xnya dapet bagus…kalo menurut gw yah..anak les itu lebih baik diajarkan konsep berpikir yang baik…kadangkala kita jangan terlalu menyuapi anak les kita…kerjakan soal mereka sendiri dan kadangkala orangtua berpikir kalo bayar kita nilainya bakal baik padahal itu tergantung dari pribadinya masing2x…kadang2x murid yang les private itu ada yang manja… dan ada juga yang rajin… saya juga pernah membandingkan ngajar di sekolah international dan sekolah national bahwa sekolah national ini yang bikin susah maju karena mereka selalu disuapi oleh para pengajar…. susah banget buat menyikapi anak yang manja…dan saya juga ngajar anak international…saya rasa pelajaran mereka tuh sama2x aja tapi konsep mereka sangat bagus…kadang2x saya belajar something new dari murid international… karena ngajar bukan berarti kita ga mau menerima segala sesuatu yang baru…jangan selalu beranggapan bahwa kalo kita pengajar maka kita ga mau menerima sesuatu yang baru…padahal dari murid tuh kita juga bisa belajar..kadang2x mengajar juga termasuk pembelajaran dari pengajar tersebut…:)

  13. masbro, bisa nggak ngasih contoh gimana caranya mengiklankan diri untuk jadi guru les privat ke lingkungan luar?

  14. MANTAP MAS BROOOO…!!!

    GW dulu pernah ngajarin adik sahabat gw les Fisika, tp karna kurang komunikasi dengan ortunya jd gk enak gw, sooo gw gak bisa ajar dia lagi dgn alasan, dan gak dapet duit deeehh.. haha tp gpp..

    gara2 tulisan lo gw jadi merubah tujuan mengajar privat gw..

    hahahaha THX YAAAAAAAAAAAAAAA

    😀

  15. pengen sih ngajar tapi khusus anak kecil aj, tk sampe kelas 3 sd. engga usah dibayar juga gapapa

    ikantapa (budy h)
    0856 6935 4222
    fb :www.facebook.com/ikantapa
    ym : buayamonyong

  16. Halo🙂 Saya baru mau mulai menjadi guru les privat, tapi bingung mau bagaimana memulainya, maksudnya memulai agar dapat murid itu bagaimana ya caranya? Tolong sarannya dong🙂

  17. Kalo saya dulu dg mandiri dengan menyebar poster di komplek perumahan😀

    Tentunya posternya yang menjanjikan dan bukan yang dipasang di tiang2 listrik ya.

    Kalo sekarang ya bisa bikin fanspage facebook, twitter agar orang lain yakin bahwa kamu bukan guru privat sembarangan, tapi berkualitas.

  18. Poster yang menjanjikan itu seperti bagaimana ya? Tolong jelasin dong. Abis saya serius mau jadi guru privat, eh kalo jadi guru privat itu mesti punya kurikulum yah? Supaya jelas gitu indikatornya. Atau gimana? Jelasin dong hehehe.. Maaf bawel ya ^_^

  19. Bukan poster hitam putih yg suka ditempel2 di tiang listrik itu lho. Tapi yg bagus lah. Berwarna dan eyecatching.

    Gak harus poster juga gak papa. Iklan kan di facebook, twitter juga bisa.

    Gak harus pake kurikulum. Tiap murid punya kebutuhan pengajaran masing2. Kuncinya, pahami sebab utama muridmu gak paham materi di sekolahnya karena apa. Apa karena gurunya, apa karena dia yg ‘telmi’, atau karena materinya yg gak urut (melompat2 shg membingungkan), atau yg lain.

    Inti dari teknik ngajar privat adalah kamu bisa jelaskan materi yg dianggap sulit melalui bahasa/istilah yg sederhana. Sering2lah pakai analogi/perumpamaan2.

    Sukses ya, Diana.

    Salam.

  20. Kalau pasang difacebook dan twitterkan terlalu luas ya jangkauan iklannya, saya niatnya cuma disekitar tempat tinggal saya aja kok, maklum ga punya kendaraan hehe ^^, Fadly makasih banyak yah tipsnya, sangat membantu lho🙂

  21. mantap bin gokil !!😀
    .ane tanya ,kalo misal waktu ngelesin ditanya yg tidak”itu gmn gan(eg.tu anak suka seneng curcol atau sering bercrita hal”yg g ane suka)
    mhon sarann gan -.-
    Matur nuhunN

  22. gimana kalo ngajar kakak adek, satunya kelas 6 satunya kelas 3 SD, dengan kepribadian beda, si adek slenge’an tapi nyantol, disuruh ngerjain soal 90% bener dan si kakak serius tapi malu2 kalo ngerjain musti ditemenin? hari pertama ane sampe 2,5 jam ngajarin 2 anak manusia yg menggemaskan ini😀

  23. Waaah saya mau share pengalaman saya. Saya jadi pengajar private dari kelas 3 sma karena dikenalin temen saya ke sepupunya, sepupunya yang kemudian hari saya tau kalau dia dulu waktu kecil pernah menderita autis ringan yang mungkin mempengaruhi emosinya sampai sekarang. Nah orang tuanya si anak ini ibunya adalah seorang hakim yang cukup terkenal dan bapaknya bankir. Dia punya adek yang super nakal tapi pintar. Disini saya dibayar 50000 per pertemuan, kebayang kan senengnya anak kelas 3 sma dibayar segitu. Cuma lama lama kok saya ngebatin ngadepin ini anak (oh iya saya lupa sebut, dia kelas 2 smp waktu pertama saya ngajar, sekarang naik kelas 3) emosi nya luar biasa parah, belajar ya allah rasanya saya percuma sekali ngajar karena mungkin ga ada yang masuk otaknya (mungkin karena kekurangannya itu) tapi dia hanya mau nurut sama saya, dan jangka waktu setahun saya adalah yang terlama, guru les lain ga ada yang sanggup karena sifatnya. Saya juga ga tahan sama adiknya yang bener bener “njengkeli” tiap saya ngajar. Saya ingin berhenti tapi saya butuh biaya awal untuk keperluan kuliah, apalagi orangtuanya sangaaat baik pada saya. Sekarang saya galau😦 saya merasa makan harta subhan karena ga pernah bisa mencapaiu target saya dalam ngajar anak itu, meskipun ibunya bilang pas ambil rapot kemaren nilainya meningkat pesat. Saya ingin pindah, ga tahan sama anak ini. Tapi saya takut hilang mata pencaharian. Sekian cerita. Kepanjanhgan saya😦

  24. Anak sy kls 2smp. Pernah menjadi asstn mate dan inggris di kumon selama hmpr 1thn. Krn 1 dan lain hal berhenti menjd asstn bbrp bln yg lalu. Krn “tampak” berbakat mengajar, akhrnya diminta menjadi guru privat untuk 2 org anak SD tetangga di komplek. Br akn mulai besok. Wish his luck. Tips nya berguna skl. Trm ksh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s