Saya Blogger, Bukan Reporter!

Bismillah.

Wah. Sudah lama sekali saya gak nulis sesuatu di blog ini (kemana aja, fad?). Rasanya gak semangat (atau otak yang bebal?). Mungkin inilah yang bikin banyak orang bertumbangan di kancah per-blogging-an (emang ada gitu istilah bertumbangan kaya po’on?). Nulisnya ya moody aja. Ngikutin mood.  Masalahnya, lebih banyak gak moodnya daripada mood buat nulis. Hahaha. Maklum, kegalauan karena problem dan romansa kehidupan nyata membuat seseorang pada akhirnya menjadikan blogging sebagai hobi semata, bukan rutinitas. Kalo lagi senggang dan mood, ya baru nge-blog lagi. Kalo lagi gak ada yang diceritain, ya udah deh. Yuk dadah babay.

Ini yang bikin banyak blog akhirnya mati, ditinggal pengunjungnya. Traffic udah stabil di angka 100 atau 200 orang per hari, karena jarang update jadi orang-orang juga males mau dateng. Saya udah 2 tahun lebih punya blog ini. Ya pasang surut selalu terjadi, bahkan setiap saat. Ritme saya kalo lagi males biasanya sebulan sekali baru nulis di blog ini. Kalo lagi rajin, 3 hari sekali mungkin bisa. Hahaha.

Sekarang saya sadar betapa susahnya menjaga ritme menulis di blog. Itu karena kita menganggap hal-hal yang menurut orang lain penting saja yang kita tulis. Emang bener sih, tapi namanya juga blog pribadi, mungkin harus berimbang antara menuruti keinginan pembaca dengan menyalurkan hasrat yang ada di dada. Ceileee. Saya wise banget ya? (kalo ada yanggak tau artinya, wise itu sama dengan bijak. 😛 ). Artinya, seringkali yang kita tulis itu kan curhatan apa yang kita alami sehari-hari. Nah kalo yang kita alami itu gak ada yang menarik, mau gimana dong? Berhenti nulisnya? Jadi, mungkin perlu re-orientasi tujuan kita buat ngeblog. Sedaapp. Reorientasi boo. Sangat filosofis dan ideologis. Hahahaha.

Jangan salah kira, ngeblog juga perlu landasan filosofis dan ideologis. Yang bikin sebuah blog tetap hidup dan berjalan pada tracknya. Nah, kalau sejak dulu saya mengarahkan blog ini sebagai alat untuk menceritakan hal dan kejadian-kejadian yang menurut saya menarik untuk diceritakan, mungkin saya akan sedikit berimprovisasi. Ya, ini tak lain karena seringkali hari-hari saya dari waktu ke watu datar-datar saja. Kadang membuat saya jenuh sendiri. Itu yang ingin saya hapus. Mindset ‘reporter’ sebagai seorang blogger, yang mewartakan apa yang dialaminya sudah terlalu kaku.

Apalagi sekarang udah ada facebook sama twitter. Yang disebut terakhir ini kayaknya udah menggerus semangat buat nulis di blog. Apa yang kita alami udah kita tweet di twitter. Kita jadi berpikiran gak perlu lagi nulis di blog. Padahal, ngeblog punya sense tersendiri. Menulis dalam baris-baris paragraf itu seperti sedang berkomunikasi intrapersonal. Refleksi. Dan seperti para sastrawan bilang, menulis itu akan mengabadi.

Jadi, konkretnya, mulai sekarang, saya tak hanya mengarahkan tulisan-tulisan saya tentang apa yang saya alami sehari-hari, tetapi juga tentang pandangan-pandangan saya, pendapat-pendapat tentang isu-isu keseharian. berita kan setiap hari ganti-ganti topiknya. dan mungkin ada orang yang kurang kerjaan yang mau baca opini-opini saya. Idealisme saya. Wuiihhh….

Saya memang bukan orang penting. Sama sekali bukan. Tapi, di zaman semua orang bebas berbicara (asal sopan), nampaknya sah-sah saja. Toh paling ujung-ujungnya yang paling ekstrem, saya nulis sendiri, saya edit sendiri, saya baca sendiri, pun saya senyum-senyum sendiri. Intinya, mindset reporter blogger yang kerjaannya mewartakan peristiwa sehari-hari harus saya improvisasi.Toh dari dulu juga, saya ini blogger, bukan reporter.

Blogger bebas menuliskan apa saja yang ingin dia sampaikan selama benar dan tidak mengganggu hak-hak orang lain. Bukan hanya menjadi reporter. tapi juga menyampaikan pendapat-pendapatnya secara proporsional dan komprehensif. (Entah apa yang ada di pikiran saya ketika mengetik dua kata ini. hahaha) . Agar saya bisa terus menulis di blog ini. Agar saya tetap bisa hidup abadi dengan blog ini. ! Yeahh!

5 thoughts on “Saya Blogger, Bukan Reporter!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s