Agar Wibawa Melekat di Jiwa

Semalam, saya kembali lanjut membaca buku “Mereka adalah Tabi’in”. Saya tiba pada bagian tabi’in yang utama, Ahnaf bin Qais. Nama asli beliau memang bukan yang itu, tapi Adh Dhahhak. Ahnaf adalah julukan karena dalam bahasa Arab, Ahnaf berarti kaki yang bengkok. Dan pemberian julukan yang seperti ini untuk mendeskripsikan fisik seseorang kepada orang lain yang belum mengenal memang dikenal dan bukan sebuah kejelekan loh.

Jadi ceritanya, walaupun Ahnaf bin Qais memiliki banyak kekurangan dalam hal fisik, beliau memimpin seratus ribu orang dari kaumnya yakni Bani Tamim. Mengapa beliau begitu disegani? Mengapa Umar Ibnul Khattab radiyallahu ‘anhu menyebutnnya sebagai pemimpin dari kota Bashrah? Wow! Ternyata eh ternyata, sungguh melekat dalam jiwa seorang Ahnaf bin Qais Rahimahullah kewibawaan, ketegasan, dan kepemimpinan dalam berhadapan dengan orang lain.  Berkali-kali orang menanyakan kepadanya tentang rahasianya, di antara mereka bertanya, “Bagaimana kaum Anda menganggapmu sebagai pemimpin wahai Abu Bahr?” beliau menjawab, “Barangsiapa memiliki empat hal, maka dia akan bisa memimpin kaumnya dan tak akan terhalang mendapatkan kedudukan itu.” Orang itu betanya, “Apakah empat hal itu?” beliau menjawab, “Agama sebagai perisainya, kemuliaan yang menjaganya, akal yang menuntunnya dan rasa malu yang mengendalikannya.”

Dan juga berliau selalu ingat kata-kata shahabat yang mulia, Abu Hafshah Umar Ibnul Khattab tentang kiat agar kemuliaan dan kewibawaan senantiasa ada dalam jiwa seseorang. Beliau berkata:

Barangsiapa yang banyak bergurau akan hilang wibawanya
Barangsiapa berlebih-lebih dalam suatu hal, dia akan dikenal dengan kebiasaannya.
Barangsiapa banyak bicara, banyak pula kesalahannya.
Barangsiapa banyak salahnya, berkuranglah rasa malunya.
Barangsiapa berkurang rasa malunya berkurang pula sifat wara’nya.
Dan barangsiapa sedikit sifat wara’nya maka matilah hatinya.

Nah, itulah. Sekarang saya jadi paham. Banyak orang kemudian menjadi remeh di mata orang lain tak lain karena dirinya tidak pernah terlihat serius, tidak tegas, banyak becanda, banyak bicara, dan tidak tahu malu. Semoga saya bisa mengoreksi diri. Pantas saja yah?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s