Salah Kaprah Silaturahmi

Kebanyakan orang salah kaprah dalam membedakan arti ‘ukhuwwah’ dengan ‘silaturrahim’. Menganggap jika ada seorang temannya tidak lagi mau berteman dengannya, berarti memutus silaturrahim sehingga termasuk dosa besar. Pun sebaliknya, jika berkunjung ke teman lamanya, dia menganggap sedang menjalin silaturrahim.

Al Imam Ibnu Hajar Al Asqolani berkata: “Silaturahmi dimaksudkan untuk kerabat, yaitu yang punya hubungan nasab, baik saling mewarisi ataukah tidak, begitu pula masih ada hubungan mahrom ataukah tidak.”

Adapun selain mereka, berinteraksi dengannya hanya termasuk ukhuwwah. Yakni ukhuwwah sesama orang-orang beriman. Memutuskan/menjalin ukhuwwah tentu tidak rinci seperti memutuskan/menjalin silaturrahim.

Jelas? Jangan diulangi ya.

2 thoughts on “Salah Kaprah Silaturahmi

  1. kurang lengkap artikelnya mas fadly. Tadinya berharap ada penjelasan, Kapan saatnya kita tidak berteman dengan seseorang, dan apa maksudnya berteman atas dasar iman itu ? Apakah terkait al wara wal bara’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s