Tips Buang Air Kecil di Urinoir

Saya paling sebel jika harus buang air kecil di urinoir/urinal (tempat buang air kecil berdiri bagi laki-laki) karena susah untuk cébok.

Beberapa tahun lalu, masih banyak urinoir ‘tradisional’ yang menyediakan kran/tombol di atasnya sehingga setelah selesai buang air kecil, kita tinggal putar kran atau pencet tombol itu lalu keluarlah air untuk cebok sepuasnya.

Sekarang, hampir semua urinoir di tempat-tempat umum menggunakan sensor inframerah yang tidak mengeluarkan air untuk cebok. Jadi, urinoir ini mengeluarkan air sesaat sebelum kita buang air kecil dan mengeluarkan air lagi saat kita sudah pergi dari hadapan urinoir. Terus gimana ceboknya? Gak cebok.

Setelah googling sana sini, ada beberapa tips agar tetap bisa cebok saat berada di urinoir bersensor:

1. Kalau sepi, geser dulu badan kita ke sebelah urinoir. Saat airnya udah keluar, buru-buru cebok dengan air itu. Ini bisa dilakukan saat sepi dan tidak ada orang.

2. Gosok-gosok permukaan sensor dengan jari Anda. Kata beberapa saksi mata, cara ini berhasil membuat sensor mengeluarkan air. Saya beberapa kali mencoba, kadang berhasil tapi lebih sering gagal dan kebingungan.

3. Gunakan handphone yang di hadapkan di depan sensor. Sinyal handphone akan mengaktifkan sensor. Menurut beberapa saksi mata, cara ini berhasil.

4. Pindah ke kloset, dan cebok pakai air semprotan kloset/tisu.

5. Langkah preventifnya, sebelum buang air kecil, bawalah sebotol air/selembar tisu untuk cebok.

Jangan lupa juga ucapkan ‘bismillaah’ ketika membuka celana/mengeluarkan kemaluan saat mau buang air kecil agar setan tidak bisa melihat aurat kita. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ: إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الخَلَاءَ، أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللَّهِ
“Penghalang antara mata jin dengan aurat bani Adam, apabila kalian masuk kamar kecil, ucapkanlah bismillah.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani).

Banyak orang menyepelekan urusan cebok saat buang air kecil. Padahal, orang yang tidak cebok setelah buang air kecil diancam dengan adzab kubur sebagaimana dalam hadits:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – اِسْتَنْزِهُوا مِنْ اَلْبَوْلِ, فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْهُ – رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيّ
وَلِلْحَاكِمِ: – أَكْثَرُ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْ اَلْبَوْلِ – وَهُوَ صَحِيحُ اَلْإِسْنَاد ِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing tersebut.” Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni.

Rasulullah صلي الله عليه وسلم juga bersabda saat melewati sebuah kuburan:

إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

“Sesungguhnya keduanya disiksa dan keduanya tidak disiksa dalam perkara besar. Adapun yang pertama tidak menjaga dari percikan kencing dan yang kedua berjalan di muka bumi dengan namimah.” Kemudian beliu mengambil pelepah kurma basah dan membelah menjadi dua lalu beliau menancapkan pada setiap kuburan satu pelepah kurma.” Mereka berkata “Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan itu?” Beliau bersabda, “Mudah-mudahkan diringankan (siksa kubur) dari keduanya, selagi (pelepah kurma itu) belum kering.” (HR. Bukhari dan Muslim

Jadi berhati-hatilah!

Yang lebih aman lagi dari semua itu adalah jangan suka keluyuran ke tempat-tempat umum seperti mall, bioskop, restoran, kafe, atau fasilitas umum lain yang katanya modern itu. Selain boros, ingatlah selalu bahwa buang air kecil di sana sungguh menyusahkan. Sekali-kali, keluyuranlah ke masjid. Di sana, ada banyak air untuk cebok.

Sekian.

Iklan

3 thoughts on “Tips Buang Air Kecil di Urinoir

  1. Takutnya kalau kayak gitu nyiprat akh, mungkin tetes kecil. Mungkin bisa dilakukan observasi/eskperimen

  2. Haha, ini saya alami juga di terminal 2 Soetta nih. Juga di gedung IDX sudirman, waktu itu sepi, jadi saya maju mundur dan geser samping. Memang menyulitkan akh. Makanya lebih senang ke WC aja. Salam kenal akh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s