Sudah Lama ‘Ngaji’ Tapi Kok Pesta Pernikahannya Tidak Syar’i?

Tadi malam sehabis bubaran kelas fiqih PSDI, seperti biasanya saya ngobrol dengan ustadz kami. Ustadz bercerita bahwa ada salah satu murid pengajiannya yang besok akan menikah, namun ustadz tidak berkenan menghadiri pestanya, lantaran akan diselenggarakan secara tidak syar’i.

Lalu ustadz pun mengeluhkan fenomena yang banyak terjadi di kalangan orang yang sudah lama ‘ngaji’ tentang lemahnya mereka dalam mempertahankan idealisme agamanya di hadapan calon mertua ketika merencanakan pesta pernikahan. Baca lebih lanjut

Iklan

Tips Buang Air Kecil di Urinoir

Saya paling sebel jika harus buang air kecil di urinoir/urinal (tempat buang air kecil berdiri bagi laki-laki) karena susah untuk cébok.

Beberapa tahun lalu, masih banyak urinoir ‘tradisional’ yang menyediakan kran/tombol di atasnya sehingga setelah selesai buang air kecil, kita tinggal putar kran atau pencet tombol itu lalu keluarlah air untuk cebok sepuasnya.

Sekarang, hampir semua urinoir di tempat-tempat umum menggunakan sensor inframerah yang tidak mengeluarkan air untuk cebok. Jadi, urinoir ini mengeluarkan air sesaat sebelum kita buang air kecil dan mengeluarkan air lagi saat kita sudah pergi dari hadapan urinoir. Terus gimana ceboknya? Gak cebok.

Setelah googling sana sini, ada beberapa tips agar tetap bisa cebok saat berada di urinoir bersensor:

Baca lebih lanjut

Aib-aib Digital

Jika Anda punya banyak aib-aib di masa lalu dan sekarang sudah berubah namun semua itu masih tercantum di internet, segaralah lakukan ‘track back’ dan hapus satu persatu. Jangan biarkan facebook, twitter, wordpress, blogspot, atau yang lain tetap menyimpan memori kelam Anda dengan rapi, bahkan sepeninggal Anda mati.

Contohnya para wanita muslimah yang sekarang sudah berjilbab, segera hapus foto-foto seronok Anda di masa lalu yang pernah dipajang di manapun di internet ini. Atau foto-foto bersama mantan pacar, posting-posting alay, dan jejak-jejak buruk yang lainnya.

Baca lebih lanjut

Shalat Maghrib Bersama Fans JKT48

Ada pemandangan yang tidak biasa di mushola saya malam ini. Saat hujan deras, biasanya mushola tempat saya biasa sholat itu sepi, kali ini tidak. Saat saya datang, mushola sudah dipenuhi para ABG-ABG berkaos merah yang duduk menanti iqomah. Dari tulisan di kaosnya, terlihat dengan jelas mereka itu fans JKT48 (Girlband/group vokal) yang manggung di alun-alun utara Jogja.

Mushola kami memang termasuk moshola kecil yang hanya bisa menampung 100an orang jamaah. Namun karena lokasinya yang dekat dengan alun-alun utara Jogja, saat ada acara di alun-alun, biasanya mendadak penuh sesak.

Saya lumayan kaget dibuatnya. ABG-ABG labil seperti mereka biasanya tidak lagi menghiraukan kewajiban shalat. Walaupun masih pakai kaos oblong, setidaknya pakaian mereka tidak sampai menyingkap aurat.

Alhamdulillaah sekarang sedang hujan deras. Semoga hujan deras menahan mereka tetap di mushola sampai Isya’, alih-alih joget-joget di alun-alun menyaksikan barisan paha wanita. Lebih dari itu, semoga mereka lekas diberi hidayah dan taufiq untuk menjadi pemuda-pemudi yang shalih dan shalihah serta tidak menyia-nyiakan masa muda dalam hal yang tidak berguna.

Teladan Akhlak Penduduk Suriah

Alhamdulillaah malam ini saya berkesempatan hadir di majelisnya Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda yang baru pulang dari Gaza dan Suriah, di masjid Al Hasanah. Beliau -hafizhahullah- mengisahkan betapa penderitaan Muslimin, yang menjadi korban kejahatan orang-orang kafir, membuat mereka memiliki sifat tawakkal yang sangat besar, dan

Di Gaza contohnya, kata beliau, walaupun dalam keterbatasan hidup dan penderitaan yang amat sangat, tidak didapati seorangpun yang mengemis di jalan-jalan. Mereka hanya mengandalkan bantuan dari luar dan pertolongan dari Allah subhanahu Wa Ta’ala. Apa-apa yang terbatas tidak menjadikan mereka lemah dan berkeluh kesah. Pun, orang-orang di Gaza masih berkeluarga dengan bahagia. Ada yang memiliki anak sampai 11 orang, dan dalam kesehariannya sama sekali tidak menyiratkan kesedihan. Masya Allah.

Adapun di Suriah, kata ustadz, salah satu hikmah dari peperangan antara Muslimin dan orang-orang kafir membuat orang-orang di sana semakin teguh memeluk agama Islam. Mereka yakin akan doa Rasulullah: “Yaa Allah, berkahilah negeri Syam kami…” yang artinya pertolongan Allah akan datang setelah perang ini selesai.

Ada lagi, beliau menuturkan tentang seorang gadis kecil yang dipotong 1 tangan, 1 kakinya, dan ditusuk 1 matanya namun ketika ditanya tentang apa yang dia rasakan, gadis kecil itu menjawab: “Walhamdulillaah Allah masih sisakan 1 tangan saya, 1 kaki saya, dan 1 mata yang ada ini, sehingga saya sebentar lagi bsia menyaksikan runtuhnya Bashar Al Assad dan kemenangan kaum Muslimin”. Masya Allah!

Semoga Allah kuatkan saudara-saudara kita di Gaza dan Suriah, dan segera memberikan pertolongan dan kemenangan kepada mereka atas orang-orang kafir.

Pelitlah Terhadap Pengemis

Jangan suka memberi uang kepada pengemis, anak jalanan, dan pengamen yang ada di lampu merah atau pinggir jalan. Itu hanya membuat mereka semakin nyaman dengan ‘pekerjaan’ mereka dan mendidik mereka menjadi semakin malas tanpa mau bekerja keras.

Di akhir tahun 2011, saya pernah berinisiatif membuat sekolah dan sanggar keterampilan untuk mereka. Saya temui satu per satu di beberapa lampu merah di kota Jogja, hingga ketemu bosnya yang tiap hari terima setoran. Alih-alih antusias, mereka malah meminta kompensasi berupa uang dan makan karena waktu mengamen dan mengemis mereka berkurang.

Mereka itu mengamen dan mengemis bukan karena keterbatasan ekonomi, melainkan karena di jalanan mereka bisa dapatkan uang hingga ratusan ribu setiap hari.

Sejak saat itu saya tidak pernah memberi uang ke pengemis, pengamen, ataupun gelandangan. Lebih baik dimasukkan ke kotak infak di masjid atau ke orang-orang pekerja rendahan atau orang-orang tua renta yang memikul barang dagangan.

Penjual Peyek dari Imogiri

image

Namanya Atmo Wiyono. Umurnya sekira 80 tahun, tinggal di Imogiri, Bantul. Tadi saya menemui beliau saat sedang duduk di sudut depan Bakso Idola, Jalan Taman Siswa, berjualan peyek kacang di atas bakul.

Jika Anda menemui orang-orang seperti Pak Atmo Wiyono, yang berjualan makanan-makanan yang mungkin Anda anggap tidak penting, segeralah beli dagangannya dalam jumlah banyak atau borong sekalian.

Dengan berjualan, orang-orang seperti Pak Atmo Wiyono ini jauh lebih mulia dan lebih layak Anda hargai jerih payahnya dibandingkan pengemis, pengamen, atau bahkan mahasiswa yang tiap bulan minta jatah orang tuanya

Rasululllaah bersabda:

“Andai seseorang di antara kalian pergi mencari kayu bakar dan memanggulnya di atas punggung­nya, sehingga dengannya ia dapat bersedekah dan mencukupi kebutuhannya (sehingga tidak meminta kepada) orang lain, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, baik akhirnya orang itu memberinya atau menolak permintaannya.

Karena sesungguhnya tangan yang di atas itu lebih utama dibanding tangan yang di bawah. Dan mulailah (nafkahmu dari) orang-orang yang menjadi tanggung jawabmu.” ~ HR. Al Bukhari