Kecerdasan Anak Gadis Imam Malik

Dalam kuliah akidah yang diajarkan oleh Al Ustadz Abu Usamah Yahya Al Lijaziy di PSDI Darussalam , ada sebuah kisah menarik tentang anak gadis Imam Maalik yang menakjubkan.

Ada seorang laki-laki yang hendak melamar anak gadis Imam Maalik -rahimahullah- ini, laki-laki ini berkata: “Aku meminangmu agar aku bisa belajar ilmu kepada ayahmu.”

Anak gadis Imam Maalik menjawab: “Sesungguhnya ilmu ayahku semuanya sudah aku hafalkan di kepalaku.” Yakni semua pelajaran yang ayahnya sampaikan, semuanya sudah dia hafalkan.

Di kesempatan lain, jika ada murid Imam Maalik menyetorkan hafalan dari isi kitab Al Muwattha’ kepada ayahnya, anak gadis Imam Maalik ini selalu mengoreksi kesalahan hafalan murid ayahnya dengan mengetuk dari balik dinding sebanyak tiga kali.

Itulah hasil keberkahan ilmu yang dimiliki Imam Maalik -rahimahullah- yakni Allah berikan pula keberkahan pada kehidupan anak-anaknya.

———–

NB : Nama anak gadis Imam Malik ini adalah Fathimah.

Iklan

[Edisi Curhat] Gadis Itu Bernama Ririn

Namanya Ririn. Saya mengenalnya sejak saya menetap di Jogja karena kebetulan saya baru masuk kuliah dan dia baru masuk tahun pertama sekolah menengah di kota Jogja. Saya mengenalnya lewat kakak perempuan saya karena  Ririn tinggal serumah dengannya  dua tahun yang lalu. Awalnya saya hanya mengenal Ririn layaknya gadis SMA lainnya, yang biasa-biasa saja.  Tuntutan sebagai guru privat yang memiliki murid  anak SMA membuat saya biasa meminjam buku-buku Matematika dan Fisika kelas 10 pada Ririn.

Dari beberapa kali obrolan dengan Ririn, saya menjadi tahu kalau dia bukan siswa SMA biasa. Prestasinya segudang. Itulah yang saya tangkap dari beberapa kali penuturan tentang kisahnya yang  pergi ke luar negeri dengan karya tulisnya, selalu menjadi  juara kelas sejak semester awal, dan keliling Indonesia dengan beberapa program Diknas, sampai-sampai SMA Teladan Jogja pun  ingin membujuknya untuk pindah ke sana. Tak hanya itu, Ririn juga tercatat sebagai editor termuda di haria nasional ternama, menjadi penulis buku, mempunyai sebuah perpustakaan pribadi tempat anak-anak jalanan belajar membaca, dan rutinitas yang membuatnya sibuk dengan dunianya. Baca lebih lanjut

[Edisi Bujangan] Gadis-gadis Penghafal Qur’an

Bismillaah

Hmm. Judulnya bikin merem melek yah ? (atau perasaan saya saja?). Ya ya lah, obrolan tentang gadis, apalagi yang ngebahas itu laki-laki bujangan seperti saya, bakalan gak ada habisnya. Di usia saya yang bukan remaja lagi 😀 , tema perjodohan memang menjadi tema obrolan yang paling asik dan menggelitik. Hahay. Tapi ya sudah, namanya juga laki-laki, doyan sama perempuan.  Terus, apa hubungannya dengan tulisan saya kali ini ? Baiklah , mari kita kembali ke laptop. 😛

Jadi begini, saya tiap hari lewat di sebuah asrama khusus putri. Karena kebetulan lokasinya hanya sekitar 100 meter dari kos-kosan saya di Kauman, Yogyakarta. Mau gak mau, tiap saya pulang dari kampus, berangkat ke kampus, atau keluar kandang mencari apapun itu, saya pasti melewati asama putri  itu. Asrama putri apa? Gak gedhe-gedhe banget sih, cuma dihuni sekitar 20 orang gadis. Tapi, yang bikin saya takjub itu lhoh, kerjaan mereka dari waktu ke waktu cuma ngehafalin Qur’an. Padahal usia mereka masih pada remaja, antara 10 sampe 18 tahun. Apa gak hebat tuh ? Baca lebih lanjut