Download Kajian (Audio) : Kitab Madariku An Nadzhor Fii As Siyaasah (Pandangan Tajam Terhadap Politik)

chair-lion-king-clant-krs215-m-212-50As Siyaasah atau politik makin ramai dibicarakan di kalangan ummat Islam belakangan ini. Keberadaannya mulai dibahas sebagai sebuah wacana memperjuangkan aspirasi ummat. Benarkah demikian? Kini, banyak orang telah beralih meninggalkan tata cara berpolitik yang Islami dan menggantinya dengan sistem Politik praktis ala demokrasi yang bukan dari Islam. Para politikus yang mengatasnamakan asas keislaman telah bahu membahu menggiring ummat Islam dari kemuliaan As Siyasah Asy Syar’iyyah ke dalam kubangan lumpur politik praktis di tengah-tenah pemahaman ummat akan agamanya yang kian hari kian jauh. Sungguh sebuah fenomena yang sangat mengkhawatirkan.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, kini hadir ke hadapan Anda, sebuah kajian tentang permasalahan Politik, ditinjau dari sisi islam, berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah, dan perkataan para ulama terdahulu, dalam sebuah seri kajian kitab “Madarikun Nadzhor fii As Siyaasah (Pandangan Tajam Terhadap Politik)” karya Asy Syaikh Abdul Malik Ramadhani Al Jazairiy dari Madinah– Hafidzhahullaahu Ta’ala. Kajian kitab ini dibawakan secara lugas, tegas, dan ilmiyyah oleh Al Ustadz Muhammad bin Umar As sewed dari Cirebon –Hafidhzhullaahu Ta’ala.
Insya ALLAH dengan kajian-kajian dari kitab ini, akan semakin memperkaya khazanah ilmu kita mengenai tinjauan terhadap politik praktis ala demokrasi dari kacamata Islam, melengkapi seri-seri kajian sebelumnya, Bi’idznillaahi Ta’ala. Silakan mendownload kajian-kajian tersebut dengan mengklik link-link yang telah disediakan di bawah ini. Baca lebih lanjut

Iklan

Kabar Bahagia Menjelang Pemilu

Sejak masa-masa SMA, saya mengenalnya sebagai seorang aktivis sebuah pergerakan islam dan kader salah satu partai islam di negeri ini. Hingga pada suatu siang, terjadilah obrolan singkat di dunia maya dengannya.

TMN : “Assalaamu’alaykum, Fad”
MNMF: “Wa’alaykumussalam Warahmatullah”
TMN :“Fad, aku mau minta saran dari kamu, tentang pemilu nanti, apakah aku harus¬† memilih atau golput?”
MNMF: “Setahuku khan kamu simpatisan Partai ******** ********* khan?”
TMN :¬† “Aku sudah tobat, Insya ALLAH”
MNMF: “Alhamdulillaah….”


Duhai.. Duhai….

Sungguh celaka kiranya sang hamba…….

Tatkala Rabbnya tak lagi mencukupkannya…..

Betapa sang kuda ‘kan lari sekehendaknya……

Saat Tuannya tak lagi ada di atasnya…..