Bukti Penyimpangan Syi’ah Terhadap Ali, Hasan, dan Husain

Ada 6 (Enam) Bukti/Fakta Penyimpangan Syi’ah Terhadap Ali, Hasan, dan Husain -radhiyallaahu ‘anhum-

1. Ali memberi nama anak-anaknya yang lain (selain Hasan dan Husain) dengan nama Abu Bakar dan Umar. Begitu pula Hasan dan Husain, mereka menamai anak-anaknya dengan nama ‘Abu Bakar’ dan ‘Umar’. Ini menunjukkan bahwa Ahlul Bait pun mencintai Abu Bakar dan Umar. Berbeda dengan Syi’ah yang justru mencela Abu Bakar dan Umar (bahkan sampai dikafirkan).

2. Hasan bin Ali menyerahkan kepemimpinannya kepada Mu’awiyah atas dasar syarat agar Mu’awiyah tetap mengikuti jejak Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Kemudian membaiatnya atas dasar keimanan. Ini menunjukkan bahwa Hasan dengan lapang dada menyerahkan kepemimpinan dan mengakui Mu’awiyah sebagai pemimpinnya serta mengakui keimanannya. Berbeda dengan Syi’ah yang justru mengkafirkan Mu’awiyah.

3. Ali pernah berkhutbah di hadapan manusia: “Sesungguhnya sebaik-baik ummat sepeninggal Nabi -shalallahu’alaihi wasallam- adalah Abu Bakar dan Umar. Ini menunjukkan bahwa Abu Bakar dan Umar lebih mulia daripada Ali, berbeda dengan sikap Syi’ah di zaman ini yang berlebih-lebihan memuliakan Ali dibanding shahabat Nabi yang lain.

4. Hasan dan Husain menjalin hubungan yang baik selama Mu’awiyah menjabat sebagai khalifah. Setiap tahunnya mereka berdua berkunjung ke istananya dan Mu’awiyah pun setiap tahunnya memberi hadiah 1000 dinar dan harta-harta lainnya. Ini menunjukkan Hasan dan Husain sama sekali tidak merasa dendam terhadap Mu’awiyah. Berbeda dengan sikap kaum Syi’ah yang menganggap Mu’awiyah telah merampas kepemimpinan.

5. Hasan dan Husain shalat di belakang pejabat-pejabat yang ditunjuk Mu’awiyah di wilayahnya. Ini menunjukkan mereka berdua mengakui keislaman Mu’awiyah dan pemerintahannya. Berbeda dengan Syi’ah yang justru mengkafirkannya.

6. Terjadi hubungan nikah-menikahkan antara keluarga Ali, Hasan, dan Husain dengan keluarga Mu’awiyah. Contohnya Sukayyah bintu Husain yang dinikahkan dengan Zaid bin Umar bin Mu’awiyah. Ini menunjukkan adanya hubungan yang baik antara dua keluarga ini.

Wallaahu A’lam.

-Dari Ustadz Jafar Salih di Masjid Pogung Raya, 24 Januari 2013

Iklan

Agar Wibawa Melekat di Jiwa

Semalam, saya kembali lanjut membaca buku “Mereka adalah Tabi’in”. Saya tiba pada bagian tabi’in yang utama, Ahnaf bin Qais. Nama asli beliau memang bukan yang itu, tapi Adh Dhahhak. Ahnaf adalah julukan karena dalam bahasa Arab, Ahnaf berarti kaki yang bengkok. Dan pemberian julukan yang seperti ini untuk mendeskripsikan fisik seseorang kepada orang lain yang belum mengenal memang dikenal dan bukan sebuah kejelekan loh.

Jadi ceritanya, walaupun Ahnaf bin Qais memiliki banyak kekurangan dalam hal fisik, beliau memimpin seratus ribu orang dari kaumnya yakni Bani Tamim. Mengapa beliau begitu disegani? Mengapa Umar Ibnul Khattab radiyallahu ‘anhu menyebutnnya sebagai pemimpin dari kota Bashrah? Wow! Ternyata eh ternyata, sungguh melekat dalam jiwa seorang Ahnaf bin Qais Rahimahullah kewibawaan, ketegasan, dan kepemimpinan dalam berhadapan dengan orang lain.  Berkali-kali orang menanyakan kepadanya tentang rahasianya, di antara mereka bertanya, “Bagaimana kaum Anda menganggapmu sebagai pemimpin wahai Abu Bahr?” beliau menjawab, “Barangsiapa memiliki empat hal, maka dia akan bisa memimpin kaumnya dan tak akan terhalang mendapatkan kedudukan itu.” Orang itu betanya, “Apakah empat hal itu?” beliau menjawab, “Agama sebagai perisainya, kemuliaan yang menjaganya, akal yang menuntunnya dan rasa malu yang mengendalikannya.” Baca lebih lanjut

[Download Audio] Pembahasan Taqdir

Berikut ini adalah link download file-file kajian untuk permasalah taqdir, dari awalnya hingga akhirnya. Kajian dibawakan secara lengkap oleh Al Ustadz Muhammad bin Umar as Sewed dan 3 seri oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad As Sunusi. Kajian ini merupakan kajian beberpa tahun yang lalu, namun kehadirannya diharapkan dapat menambah keimanan kaum muslimin terhadap qadha dan qadar.

(Klik Kanan pada URL,  Open Link in New Tab)

Semoga bermanfaat… Baca lebih lanjut